Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Aplikasi E-Dosir Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Menggunakkan Metode Prototype Grasella Pandey; Glenn D. P. Maramis; Gladly C. Rorimpandey
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 April 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v9i2.14776

Abstract

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara adalah instansi pemerintahan yang sangat penting, memiliki banyak pegawai untuk menunjang aktivitasnya. Pegawai yang banyak menimbulkan banyak juga berkas administrasi yang perlu dikelola, saat ini Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara menggunakan suatu sistem dosir untuk mengelola berkas administrasi pegawai ini, dan dosir ini masih menggunakan metode konvensional sehingga dapat meningkatkan resiko kehilangan apabila berkas terkait tercecer. Selain itu tidak adanya dokumentasi digital membuat bagian kepegawaian akan kerepotan saat perlu mengakses berkas yang dibutuhkan karena harus mencari satu persatu, begitu pula bagi pegawai yang repot harus bolak-balik membawa berkas penting apabila perlu yang tentu meningkatkan kemungkinan hilang juga. Hal ini menimbulkan urgensi untuk mendigitalisasi dosir kepegawaian di lingkungan kejaksaan tinggi sulawesi utara, karena dengan hal ini selain akan mempermudah bagian kepegawaian dalam mengelola berkas, juga mempermudah pegawai saat akan mengakses berkas ataupun mengunggah berkas baru. Dosir digital atau dalam hal ini elektronik dosir (e-dosir) dapat juga meningkatkan efisiensi instansi sehingga mengoptimalkan pelayanan yang diberikan, dan untuk meningkatkan fungsionalitas e-dosir dikembangkan dalam bentuk website sehingga dapat diakses darimana saja. Untuk meningkatkan efisiensi e-dosir diterapkan pula algoritma knn sebagai penyortir berkas otomatis, dan setelah diuji penerapan algoritma ini sukses dan berhasil melakukan penyortiran otomatis dengan efektif. Fungsionalitas sistem juga setelah diuji dengan acceptance criteria yang telah ditetapkan berhasil sukses dalam tiap kriterianya. Pada pengembangannya e-dosir dikembangkan menggunakan laravel sebagai web framework dan prototype sebagai SDLC.
Sistem Pengelolaan Pengaduan Whistleblowing System dengan Menggunakan Algoritma Naïve Bayes Sandra Keren Lumanauw; Glenn D. P. Maramis; Efraim R. S. Moningkey
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 April 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v9i2.14790

Abstract

Kabupaten Bolaang Mongondow adalah daerah otonom di Provinsi Sulawesi Utara. Sebagai suatu daerah otonom dengan luas wilayah yang cukup besar tentu dibarengi pula dengan masyarakat yang banyak, dan tentu tidak dapat dihindari pula ada banyak masalah dan pelanggaran yang mungkin saja terjadi dalam proses pemerintahannya. Agar pemerintah daerah dapat dengan mudah menindak pelanggaran dan masalah yang terjadi tentu memerlukan pula partisipasi dari masyarakat, dan salah satu peran masyarakat adalah melaporkan dan mengadukan apa saja yang kiranya menjadi permasalahan atau ketika melihat adanya pelanggaran yang terjadi. Umumnya masyarakat masih secara manual untuk melaporkan dan mengadukan keperluan mereka yaitu datang ke Inspektorat Daerah atau kepada aparat yang berwenang, namun cara ini kurang efektif karena memakan waktu dan kurang transparan. Sistem Pengelolaan Pengaduan Whistleblowing System pun dikembangkan dalam usaha untuk mempermudah baik masyarakat untuk melapor dan pemerintah untuk menindak, dan dengan keberadaan sistem yang transparan ini tentu diharapkan meningkatkan akuntabilitas pemerintah yang diharapkan akan semakin mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow. Sistem yang telah dikembangkan diuji dengan acceptance criteria yang dirancang untuk menguji apakah sistem telah sesuai kriteria kesuksesan yang ditetapkan dan menggunakan blackbox testing untuk menguji fungsionalitas sistem. Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan SDLC prototype dan menggunakan framework Laravel dalam pengkodeannya.
Analisis Kualitas Layanan Jaringan Internet Menggunakan Metode RMA dan QoS Bandara Manado Timothy David Jovani Sumual; Glenn D. P. Maramis; Quido C. Kainde
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 April 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v9i2.14857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan jaringan internet di Bandara Sam Ratulangi Manado dengan menggunakan metode Reliability, Maintainability, and Availability (RMA) serta Quality of Service (QoS). Populasi penelitian mencakup seluruh sistem jaringan dan pengguna layanan internet di lingkungan bandara yang memiliki kebutuhan akses data tinggi dan beragam. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan sampel berupa perangkat jaringan dan data trafik yang mewakili kondisi operasional nyata di bandara. Metode yang diterapkan meliputi pengukuran dan evaluasi parameter RMA untuk menilai keandalan, kemudahan perawatan, dan ketersediaan sistem, serta penerapan QoS untuk mengatur prioritas pengiriman data sesuai jenis aplikasi dan kebutuhan pengguna. Temuan kunci menunjukkan bahwa sinergi antara RMA dan QoS mampu meningkatkan performa jaringan secara signifikan, mengurangi gangguan, dan memastikan ketersediaan layanan yang optimal di tengah beban trafik yang terus meningkat akibat pertumbuhan pengguna dan adopsi teknologi baru seperti IoT, cloud computing, dan jaringan 5G. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan metode RMA dan QoS sangat penting dalam mengelola kualitas layanan jaringan di lingkungan kritis seperti bandara, sehingga dapat mendukung kelancaran operasional dan meningkatkan kepercayaan pengguna. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan infrastruktur jaringan di sektor lain yang memiliki kebutuhan serupa.
SIstem Informasi Surat Masuk Berbasis Web Audy Aldrian Kepan; Glenn D. P. Maramis; Elma Limbong Matasak
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v10i1.15660

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mmenciptakan sistem informasi surat masuk yang dapat diakses melalui melalui internet dengan tujuan meningkatkan kinerja administrasi persurat di Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Manado. selama ini, proses pencatatan surat masuk masih dilakukan secara manual menggunakan buku agenda. Hal ini menyebabkan sejumlah masalah, termasuk kemungkinan kehilangan data, duplikat catatan, kesalahan input, dan masalah dalam pencarian dan pelacakan disposisi. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan metode pengumpulan data melalui observasi langsung alur kerja persuratan, wawancara dengan staf administras, dan meninjau dokumen yang berkaitan dengan proses surat masuk. Analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian adalah langkah-langkah yang termasuk dalam desain sistem menggunakan model pengembangan waterfall. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa sistem yang dibagun memiliki kemampuan untuk mengotomatisasi proses pencatatan surat, pengunggahan dokumen digital,, manajemen disposisi, dan penyediaan laporan sarat masuk dalam waktu nyata. Semua fungsi berjalan sesuai kebutuahan pengguna, menurut pengujian sistem menggunakan blackbbox. Selain itu, ulasan pengguna yang dikumpulkan melalui kuesiuner menunjukkan kepuasan pengguna yang tinggi depan dengan kemudahan penggunaan, keecepatan akses ke data, dan ketepatan informasi. Oleh karena itu, sistem informasi surat masuk berbasis web ini dapat membantu pengelolaan persuratan BPS Kota Manado Menjadi lebih transparan, efisien, dan akurat.  
Implementasi Algoritma Rule-Based Classification pada Aplikasi Arsip Web Menggunakan Metode RAD dan Evaluasi ISO/IEC 25010 Rafael Revi Runtu; Glenn D. P. Maramis; Alfiansyah Hasibuan
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15505

Abstract

Pengelolaan arsip surat menyurat memiliki peran krusial dalam menunjang efektivitas administrasi pada suatu instansi. Penelitian ini mengusulkan perancangan aplikasi arsip berbasis web yang mampu melakukan klasifikasi surat secara otomatis berdasarkan isi dokumen. Mekanisme klasifikasi didasarkan pada algoritma Rule-Based Classification dengan memanfaatkan kata kunci tertentu untuk menentukan kategori surat, seperti undangan, permohonan, laporan, maupun surat tugas. Proses pengembangan sistem menerapkan metode Rapid Application Development (RAD) yang menekankan iterasi cepat serta keterlibatan aktif pengguna. Kualitas perangkat lunak diuji menggunakan model ISO/IEC 25010 dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu functional suitability (kesesuaian fungsional), usability (kemudahan penggunaan), serta reliability (keandalan). Hasil evaluasi menunjukkan aplikasi memperoleh skor 95% pada kesesuaian fungsional, 90% pada kemudahan penggunaan, dan 85% pada aspek keandalan. Temuan ini menegaskan bahwa sistem yang dikembangkan layak digunakan dan berpotensi meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan arsip surat secara digital.
Analisis Kesiapan Laboratorium Jaringan di Sulawesi Utara Menggunakan Machine Learning Glenn D. P. Maramis; Kristofel Santa; Amran Panjaitan
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.446

Abstract

ABSTRAK              Ketimpangan kualitas laboratorium jaringan pada SMK Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di Sulawesi Utara menghambat upaya pemerataan kualitas pendidikan vokasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengelompokkan tingkat kesiapan laboratorium jaringan pada 37 SMK di wilayah Manado, Tomohon, Minahasa, dan Minahasa Utara menggunakan metode K-Means Clustering. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 228 responden (kepala program, guru produktif, pengelola laboratorium, dan siswa) serta observasi lapangan. Tahapan penelitian mengikuti kerangka Knowledge Discovery in Database (KDD): seleksi data, data cleaning, transformasi, data mining, hingga interpretasi hasil. Penentuan jumlah cluster optimal dilakukan menggunakan Elbow Method, sedangkan kualitas clustering dievaluasi menggunakan Silhouette Coefficient. Hasil analisis mengidentifikasi tiga cluster kesiapan: Cluster 2 (Sangat Siap) sebanyak 22 sekolah (59,5%), Cluster 1 (Siap) sebanyak 12 sekolah (32,4%), dan Cluster 0 (Kurang Siap) sebanyak 3 sekolah (8,1%). Evaluasi dengan Silhouette Score menghasilkan nilai 0,1804 yang menunjukkan cluster terbentuk secara positif dan dapat membedakan karakteristik antar kelompok. Temuan ini memberikan dasar yang objektif bagi Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara untuk menetapkan prioritas pengembangan fasilitas laboratorium secara lebih tepat sasaran. ABSTRACT              The disparity in the quality of network laboratories in Computer and Network Engineering (TKJ) vocational high schools (SMK) in North Sulawesi hinders efforts to equalize vocational education quality. This study aims to analyze and classify the network laboratory readiness levels of 37 SMKs in Manado, Tomohon, Minahasa, and North Minahasa using K-Means Clustering. Data were collected via questionnaires from 228 respondents (program heads, productive teachers, laboratory managers, and students) alongside direct field observations. The research followed the Knowledge Discovery in Database (KDD) framework: data selection, data cleaning, transformation, data mining, and result interpretation. The optimal number of clusters was determined using the Elbow Method, while clustering quality was evaluated using the Silhouette Coefficient. The analysis identified three readiness clusters: Cluster 2 (Very Ready) with 22 schools (59.5%), Cluster 1 (Ready) with 12 schools (32.4%), and Cluster 0 (Not Ready) with 3 schools (8.1%). The Silhouette Score of 0.1804 indicates that the clusters were formed positively and can distinguish inter-group characteristics. These findings provide an objective basis for the North Sulawesi Provincial Education Office to prioritize laboratory facility development more effectively.