Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Spasial-Temporal Klorofil-a Sepanjang Tahun 2024 di Perairan Nusa Tenggara Timur Jenike Gracelya Noke; Mitha Rabhiyatul Nufus; Rosalia Silaban
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 9 No. 4 (2025): Volume 9 Nomor 4 Oktober 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v9i4.15594

Abstract

Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu Perairan Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati. Perairan terluas di NTT adalah Laut Sawu yang merupakan Segitiga Terumbu Karang. Perairan ini memiliki sebaran terumbu karang yang luas dan potensi ikan yang melimpah. Besarnya jumlah potensi ikan tersebut tidak terlepas dari keberadaan fitoplankton yang mengandung klorofil-a) atau dikenal dengan fenomena upwelling. Fenomena upwelling dapat dilihat melalui teknologi penginderaan jauh dengan memanfaatkan citra JAXA/GCOM-C/LV3. Pada penelitian ini, peneliti ingin menganalisis sebaran klorofil sepanjang tahun 2024 di perairan NTT dengan menggunakan Google Earth Engine. Dari hasil analisis data klorofil yang ada pada tahun 2024, menunjukkan bahwa bulan Juni-September memiliki kandungan klorofil yang tinggi. Juni merupakan bulan pertama memiliki kandungan klorofil yang tinggi dan september merupakan puncaknya. Dari penelitian ini peneliti berharap dapat dikembangkan menjadi sistem informasi upwelling secara real time sehingga memberikan rekomendasi perairan yang kaya kandungan klorofil yang bermanfaat bagi nelayan.
Penyuluhan Biodiversitas dan Digital Marketing bagi Kelompok Tani Hutan Sismeni Menuju Desa Ekowisata Berkelanjutan Sutan Sahala Muda Marpaung; Nusrah Rusadi; Hendra Kurniawan; Eva Oktaviani; Firman Syah; Steven Jonathan Adu; Dwi Wahyuni; Khozanah Syifa; Dimaz Danang Al-Reza; Mitha Rabiyatul Nufus; Timotius Ragga Rina; Protus Hyasintus Asalang; Jenike Gracelya Noke; Oli Gretia Nitsae; Nurul Fitri Khairani; Gadis Kartika Pratiwi
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i2.8966

Abstract

Keberadaan sumber daya alam dan budaya yang beragam menjadikan Desa Tesbatan II di Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, memiliki prospek yang kuat untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berbasis masyarakat. Potensi tersebut tercermin dari kekayaan keanekaragaman hayati, meliputi vegetasi alami, satwa liar, dan berbagai jasa lingkungan yang didukung oleh nilai-nilai budaya lokal yang masih terpelihara. Meskipun demikian, potensi tersebut belum memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat karena masih terbatasnya kemampuan dalam pengelolaan usaha wisata, pemanfaatan teknologi digital untuk promosi, serta penguatan tata kelola kelembagaan ekonomi masyarakat. Sebagai upaya menjawab permasalahan tersebut, dilaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) Sismeni sebagai mitra utama. Kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas anggota kelompok dalam mengenali, mengelola, dan mempromosikan potensi lokal melalui pemanfaatan media digital. Pendekatan yang diterapkan bersifat partisipatif dengan melibatkan peserta secara aktif dalam rangkaian kegiatan yang mencakup sosialisasi, pembelajaran interaktif, diskusi kelompok, praktik lapangan, inventarisasi potensi wisata, serta pengukuran tingkat pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan. Program yang diikuti oleh 13 anggota KTH Sismeni ini menunjukkan hasil yang positif. Peningkatan kapasitas peserta terlihat dari hasil evaluasi yang memperlihatkan skor pascakegiatan lebih tinggi dibandingkan skor awal. Selain itu, peserta mampu menyusun dokumentasi berbagai aset lokal yang berpotensi menjadi daya tarik wisata, antara lain keanekaragaman hayati, lanskap alam, tradisi budaya, produk kuliner, dan kerajinan masyarakat. Dokumentasi tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai materi promosi berbasis platform digital. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dasar yang kuat bagi penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan dan promosi destinasi wisata desa sekaligus mendukung terwujudnya Desa Tesbatan II sebagai kawasan ekowisata yang berkelanjutan