Fidaus Gani
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengertian kaidah wadhih Al-Dalalah: Al-Zhahir, Al-Nash, Al-Mufassar dan Al-Mukham Zul Akhyar; Fidaus Gani; Mursal Mursal; Abdul Halim Hanafi; Julhadi Julhadi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1563

Abstract

Dalam kajian ushul fikih, kaidah wadhih al-dalalah merujuk pada teks-teks syar’i yang memiliki makna yang jelas dan tidak mengandung ambiguitas. Kaidah ini mencakup empat bentuk utama, yaitu al-zhahir, al-nash, al-mufassar, dan al-muhkam, yang masing-masing menunjukkan tingkat kejelasan makna dalam nash al-Qur’an dan hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pengertian dan karakteristik dari masing-masing kategori tersebut serta menjelaskan implikasinya dalam penetapan hukum Islam. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif dan pendekatan literatur kepustakaan, kajian ini menunjukkan bahwa keempat bentuk tersebut memainkan peranan penting dalam proses istinbat hukum. Al-Zhahir merupakan lafaz yang maknanya tampak tetapi masih memungkinkan takwil, al-Nash lebih kuat dan jelas serta biasanya menunjukkan maksud hukum secara eksplisit, al-Mufassar adalah teks yang telah dijelaskan secara rinci dan tidak mengandung kemungkinan makna lain, sedangkan al-Muhkam adalah lafaz yang sangat tegas dan tidak mungkin ditakwil. Pemahaman terhadap klasifikasi ini sangat penting agar penafsiran terhadap nash dapat dilakukan secara tepat sesuai dengan prinsip-prinsip ushul fikih.