Media sosial telah menjadi sarana komunikasi utama masyarakat di era digital. Di Indonesia, penetrasi internet mencapai 73–74% dari populasi (sekitar 202–205 juta pengguna), dengan lebih dari 190 juta pengguna aktif media sosial pada awal 2022. Artikel literatur ini mengkaji pemanfaatan media sosial oleh rumah sakit sebagai alat promosi kesehatan. Berdasarkan analisis dari artikel jurnal (2013–2025), ditemukan bahwa sebagian besar rumah sakit di Indonesia memanfaatkan platform media sosial (terutama Instagram dan Facebook) untuk menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat. Strategi yang umum digunakan meliputi pembuatan konten edukatif oleh tim promosi kesehatan yang melibatkan tenaga ahli. literatur juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, termasuk risiko misinformasi kesehatan dan rendahnya keterlibatan bermakna. Hasil studi menunjukkan efektivitas media sosial dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat, terutama pada segmen muda, dengan biaya promosi yang relatif rendah. Namun, tingkat engagement (misalnya like atau komentar) akun rumah sakit masih tergolong rendah (sekitar 1–2%). Artikel ini menyimpulkan bahwa media sosial berpotensi besar sebagai media promosi kesehatan rumah sakit di era digital, asalkan didukung konten berkualitas dan manajemen yang baik.
Copyrights © 2025