Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitologi dan Sistem Penamaan Padi Ladang pada Masyarakat Tolaki: Pendekatan Etno-Ekologi terhadap Kearifan Lokal di Desa Pamandati, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Zainal; Sarlan Adi Jaya; Laxmi; Erens Elvianus Koodoh; Abdul Jalil; Danial
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1738

Abstract

Penelitian ini mengkaji mitologi dan sistem penamaan padi ladang di kalangan masyarakat Tolaki yang tinggal di Desa Pamandati, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dengan pendekatan etno-ekologi. Dengan menggunakan metode etnografi, penelitian ini mengupas bagaimana mitologi berfungsi sebagai dasar kosmologis untuk praktik pertanian dan sistem pengetahuan tradisional dalam mengklasifikasikan varietas padi lokal. Hasil penelitian mengungkapkan dua temuan utama: Pertama, ada dua narasi mitologis yang saling melengkapi, yaitu mitologi tujuh anak Adam yang menghasilkan tiga jenis padi (putih, ketan, dan hitam) melalui konsep transformasi dan pengorbanan, serta mitologi padi dari pucuk bambu muda yang menekankan pentingnya kerjasama antarspesies antara manusia dan tikus. Kedua mitologi ini berfungsi sebagai charter myth yang memberikan legitimasi pada praktik pertanian dan identitas budaya Tolaki. Kedua, sistem klasifikasi etnobiologi mencakup 71 varietas padi ladang dengan sistem penamaan yang terstruktur berdasarkan enam kategori: asal geografis, karakteristik morfologi, analogi dengan organisme lain, sifat agronomi, nilai budaya, dan nama personal. Sistem penamaan ini berperan sebagai media penyimpanan pengetahuan ekologi tradisional yang menyimpan informasi tentang karakteristik, asal-usul, dan nilai budaya dari setiap varietas. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman akan pentingnya integrasi pengetahuan tradisional dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati dan pelestarian warisan budaya lokal.
Tiga Mekanisme Perampasan Sumber Daya Alam di Konawe Utara: Pembalakan, Perkebunan Sawit, dan Pertambangan Nikel dalam Perspektif Ekologi Politik Sarlan Adijaya; Danial; Zainal; Laxmi; Raemon; La Ode Aris; Aghista Febriani
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.282

Abstract

This article analyzes three sequential and mutually reinforcing mechanisms of natural resource dispossession occurring in North Konawe Regency, Southeast Sulawesi: (1) forest exploitation through Forest Concession Rights (HPH) by PT. Intisixta since 1992; (2) forest conversion for oil palm plantations by at least six companies since 1996; and (3) open-pit nickel ore mining conducted by 56 active Mining Business Permit (IUP) holders. Using a political ecology framework, this article argues that these three mechanisms are not separate events but rather a structured regime of accumulation that can be understood as accumulation by dispossession, systematically transferring resources from the indigenous Culambacu and Tolaki communities to capitalist actors. The integrative literature review is strengthened by field data and analysis of licensing documents. The findings reveal that cumulative deforestation reached at least 30,369 hectares between 1997–2013; 19,005 hectares of forest areas were converted into oil palm plantations; 42,871 hectares of land were controlled by mining concessions; and the poverty rate remained above the national average (13.53%) despite massive natural resource exploitation. The article concludes that persistent poverty amid abundant natural resources reflects a structural, rather than incidental, failure of governance.