Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP BALM DARI EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa x paradisiaca L.) Rismayanti Carla Putri; Riza Dwiningrum; Yurike Elanda; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3415

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa x paradisiaca L.) diketahui mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan vitamin C yang berpotensi sebagai antioksidan sekaligus pelembap alami. Namun, pemanfaatannya dalam sediaan kosmetik, khususnya lip balm, masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan lip balm dengan variasi konsentrasi ekstrak kulit pisang kepok (5%, 10%, dan 15%) serta mengevaluasi mutu fisik, keamanan, dan efektivitasnya sebagai pelembap bibir. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi etanol dengan rendemen sebesar 6%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid, tanin, saponin, dan vitamin C. Formula lip balm kemudian diuji mutu fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, dan pH, serta dilakukan uji iritasi pada kulit dan uji kelembaban bibir dengan bantuan alat skin analyzer terhadap 10 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula memiliki bentuk semi padat dengan warna kecokelatan yang semakin pekat seiring meningkatnya konsentrasi ekstrak, bersifat homogen, dan memiliki pH dalam rentang aman (5–7). Uji iritasi memperlihatkan tidak adanya reaksi pada semua formula (skor 0), sehingga dinyatakan aman digunakan. Uji kelembaban menunjukkan peningkatan kadar air bibir secara signifikan (p < 0,001) Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok berhasil diformulasikan menjadi lip balm dengan mutu fisik yang baik, aman digunakan, serta efektif sebagai pelembap bibir. Penelitian ini juga menunjukkan potensi pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan kosmetik alami yang bernilai tambah.
Pengaruh Konseling Terhadap Pemahaman Pengobatan Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Pringsewu Yurike Elanda; Iga Mayola Pisacha; Wina Safutri; Nanggroe Logawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3681

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Kepatuhan dan pemahaman pasien terhadap pengobatan memegang peranan penting dalam keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap pemahaman pengobatan pasien tuberkulosis di Puskesmas Pringsewu. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan rancangan one group pre–post test design. Sampel penelitian berjumlah 51 pasien TB yang memenuhi kriteria inklusi, diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum dan sesudah pemberian konseling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pemahaman sebelum konseling adalah 5,59 (SD = 1,682) dan meningkat menjadi 6,91 (SD = 0,920) setelah konseling, dengan selisih mean 1,32. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan konseling terhadap peningkatan pemahaman pengobatan pasien TB. Kesimpulannya, pemberian konseling efektif meningkatkan pemahaman pasien mengenai pengobatan TB di Puskesmas Pringsewu. Disarankan tenaga kesehatan rutin memberikan konseling yang komprehensif guna mendukung keberhasilan terapi.
Program Kuliah Kerja Nyata Akhlakul Karimah Berdampak Melalui Edukasi Pencegahan Bullying, Pernikahan Dini, dan Pemberdayaan Taman Pendidikan Al-Qur’an di Dusun 1 Pekon Wates Timur, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu Yurike Elanda; Vona Suci Marisma; Chindy Suharti; Muhammad Bahrul Ulum. Z; Nira Rahmawati; Egi Anggraeni; Zalfaa Nisrina; Delvira Septina Zarina; Senorita Senorita; Nasywa Zulfa Salsabila
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6670

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis Akhlakul Karimah dilaksanakan di Dusun 1 Pekon Wates Timur, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu. Program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sosial dan pendidikan di masyarakat, yaitu pencegahan pernikahan dini, bullying pada remaja, serta penguatan literasi dasar dan pendidikan karakter di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Kegiatan dilaksanakan secara terintegrasi melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah pekon, sekolah, kader kesehatan, ustadz/ustadzah TPA, dan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan edukatif, diskusi interaktif, penggunaan media visual seperti leaflet dan video animasi, pendampingan literasi di TPA, serta perlombaan keagamaan sebagai penguatan nilai akhlakul karimah. Selain itu, dilakukan program pendukung berupa penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk pemanfaatan lahan kosong dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta. Pada edukasi pencegahan bullying di SMPN 2 Gading Rejo terjadi peningkatan skor pengetahuan dari 57% menjadi 67,6%, dengan 64% peserta berada pada kategori baik setelah intervensi. Pada edukasi pencegahan pernikahan dini terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 50% menjadi 86,5%, dengan 80% peserta masuk kategori baik setelah penyuluhan. Program TPA juga menunjukkan hasil positif berupa peningkatan kemampuan anak dalam mengenal huruf, membaca dasar, serta meningkatnya motivasi belajar melalui metode interaktif. Program TOGA berhasil mengubah lahan kosong menjadi kebun tanaman obat yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Secara keseluruhan, program KKN ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, serta memperkuat partisipasi masyarakat. Meskipun terdapat keterbatasan seperti pendanaan, waktu pelaksanaan yang singkat, dan adaptasi sosial budaya, program ini memiliki potensi keberlanjutan yang baik melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan.