Siti Sumartini
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Digital Interaktif Dalam Pembelajaran Di SMP IT Azizah Siti Sumartini; Lasni Sutri; Yulia Tri samiha; Afriantoni Afriantoni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4979

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas Pemanfaatan teknologi digital interaktif dalam pembelajaran Hal ini menjadi salah satu inovasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pemanfaatan teknologi digital interaktif diterapkan dalam proses pembelajaran di SMP IT Azizah serta dampaknya terhadap motivasi dan keterlibatan siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif seperti Google Classroom, Canva, Kahoot, dan video pembelajaran interaktif mampu meningkatkan partisipasi siswa dan mempermudah guru dalam menyampaikan materi. Selain itu, siswa menjadi lebih antusias, mandiri, dan kreatif dalam proses belajar. Namun demikian, kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan fasilitas, literasi digital guru yang bervariasi, serta stabilitas jaringan internet. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan teknologi bagi guru dan penguatan infrastruktur digital sekolah.
Manajemen Pendidikan Islam Dalam Membentuk Karakter Anak Berdasarkan Qs. Luqman Ayat 13-19 Kajian Tafsir Ibnu Katsir Lasni Sutri; Siti Sumartini; Abdur Razzaq; Kristina Imron
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5193

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk mempelajari cita-cita pendidikan yang ditemukan dalam ayat 13-19 dari QS. Luqman dan menyelidiki bagaimana administrasi pendidikan Islam memasukkan nilai-nilai ini ke dalam pengembangan karakter anak-anak. Maksudnya adalah untuk membentuk kepribadian anak muda menjadi generasi yang kompetitif, murni secara etika, dan taat beragama. Nasehat Luqman Al-Hakim terkandung dalam QS. Luqman yang menyoroti pentingnya tauhid, ibadah, moral, dan konvensi sosial yang relevan dengan tuntutan pendidikan modern. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dan menggunakan strategi penelitian kepustakaan, yaitu mengumpulkan dan menganalisis sumber-sumber dari buku, jurnal, dan tafsir Al-Qur’an. Analisis isi adalah metode analisis yang digunakan untuk menentukan gagasan pembentukan karakter dari ayat-ayat dan para ahli tafsir. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa manajemen pendidikan Islam, melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, merupakan media efektif mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani. Singkatnya, pendidikan Islam yang matang sangatlah penting dalam membentuk kepribadian anak yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an, khususnya QS. Luqman ayat 13-19. Hal tersebut akan berkontribusi pada terciptanya generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga tangguh, berkarakter kuat, dan religius.
Dimensi-Dimensi Kehidupan Masyarakat Yang Mempengaruhi Penyelenggaraan Pendidikan Erly Zahara; Siti Sumartini; Firda Fadila Ghassani; Ziaulhak Ziaulhak; Muslim Muslim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5475

Abstract

Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui dan memahami arti dari dimensi-dimensi kehidupan masyarakat yang mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dalam sebuah negara. Untuk mengetahui peran serta masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan yang menjadi tanggung jawab hubungan sekolah antara pemerintah dan masyarakat agar tercipta mutu sekolah, karena pada dasarnya sekolah merupakan lembaga sosial yang tidak dapat dipisahkan dari dimensi-dimesi lingkungan masyarakat, begitu juga sebaliknya. Dengan mengetahui dimensi tersebut mambantu kita untuk dapat menyelenggarakan pendidikan, yang mana pendidikan merupakan proses sosial yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Penyenggaraan pendidikan dipengaruhi oleh berbagai dimensi kehidupan sosial, budaya, ekonomi, politik dan agama yang berkembang dalam suatu komunitas. Dimensi sosial berhubungan dengan struktur dan pola interaksi masyarakat yang menentukan akses serta kesempatan belajar, saling berinteraksi, bekerjasama dalam membangun tatanan kehidupan lebih luas dalam bernegara. Membentuk sikap sosial dalam bekerjasama,solidaritas, displin dan kepedulian anatar sesama. Dimensi budaya mempengaruhi nilai, norma dan tradisi yang menjadi dasar pembentukan kurikulum maupun praktik pendidikan. Yang diharapkan menjadi identitas suatu masyarakat dan memengaruhi pola pikir, perilaku serta cara pandang terhadap kehidupan selama pendidikan itu berlangsung untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan bernegara.melestarikan budaya lokalsekaligus membentuk sikap toleran terhadap keberagaman budaya di suatu negara. Dimensi ekonomi berkaitan dengan kemampuan masyarakat dalam mendukung sarana, prasarana, serta pembiayaan pendidikan. Aspek kehidupan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan kesejahteraan warga sekolah dalam penyelenggaraan membelajaran dilingkungan pendidikan itu berlangsung karena ketersedian fasilitas, kualitas guru dan akses pendidikan sangat dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Dimensi politik berperan melalui kebijakan pemerintah dalam mengambil keputusan serta kebijakan publik sehingga tercapai keteraturan, keadilan dan kesejahteraan dalam mengatur sistem pendidikan. Pemerintah menerapkan kebijakan Pendidikan Nasional, Kurikulum, Anggaran Pendidikan dan regulasi penyelengaraan Pendidikan. Dimensi Agama akan memberikan landasan moral dan etika dalam proses pembelajaran. Menanamkan nilai- nilai positif dan akhlak agar peserta didikan berkarakter serta memiliki integritas spiritual yang baik.Dimensi ini menjadi pedoman moral dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus memengaruhi pola pikir, sikap dan perilaku individu maupun kelompok. Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh dinamika masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap dimensi-dimensi tersebut sangat penting untuk mewujudkan pendidikan yang relevan, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
Mengelola Risiko Dan Etika Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Dalam Pembelajaran Di Sekolah Dasar Lasni Sutri; Siti Sumartini; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5692

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan dasar semakin meningkat seiring perkembangan teknologi digital dan kebutuhan akan pembelajaran yang adaptif. AI mampu membantu guru menganalisis capaian belajar siswa dan mengoptimalkan administrasi pembelajaran. Namun, adopsi AI yang masif pasca-pandemi menciptakan kesenjangan kritis: belum adanya kerangka kerja yang komprehensif untuk mengelola risiko teknologis (privasi data, bias algoritmik) sekaligus menjamin prinsip etika (transparansi, akuntabilitas, kemanusiaan) dalam konteks perkembangan moral dan kognitif anak usia sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan menyajikan Model Konseptual Etika-Risiko AI Sekolah Dasar (ERAI-SD). Penelitian konseptual-kualitatif ini menggunakan studi pustaka kritis yang mengacu pada berbagai literatur ilmiah tiga tahun terakhir dan menganalisis regulasi etika AI global (UNESCO) dan nasional (UU PDP No. 27 Tahun 2022). Temuan utama mengidentifikasi dan memetakan tiga risiko yang paling kritis dalam implementasi AI di SD Indonesia: (1) Risiko pelanggaran UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) karena kerentanan data pribadi siswa, (2) risiko bias algoritmik yang dapat menimbulkan ketidakadilan dalam rekomendasi pembelajaran, dan (3) risiko dehumanisasi pendidikan akibat potensi melemahnya interaksi manusiawi antara guru dan siswa. Sebagai kontribusi utama, artikel ini menyajikan Model ERAI-SD yang mengintegrasikan tiga dimensi pengelolaan: Teknis (keamanan data), Etis (transparansi, keadilan, akuntabilitas), dan Pedagogis (penguatan peran guru dan pembentukan karakter digital). Model ini menjadi dasar strategis bagi sekolah untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Etika AI internal dan pelatihan guru guna menjamin integrasi AI yang aman dan beradab.
Implementasi Konsep Sabar Dalam Pendidikan Qs. Al-Baqarah 153 Siti Sumartini; Lasni Sutri; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6402

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas implementasi nilai sabar dalam dunia pendidikan dengan mengacu pada QS. Al-Baqarah ayat 153. Ayat ini menjadi landasan yang kuat untuk memahami bagaimana kesabaran dapat diterapkan dalam dunia pendidikan mulai dari sikap, perilaku, atau cerminan seseorang untuk menahan diri, mengendalikan emosi, dan bertahan dalam menghadapi situasi sulit. Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana implementasi sabar yang digunakan dalam dunia Pendidikan melalui Q.S. Al-Baqarah : 153. Penelitian ini menggunakan tiga pendekatan melalui tafsir ibn-katsir, Al-maraghi, dan Al-Misbah. Metode pembahasan dalam artikel ini menggunakan metode kepustakaan dengan menganalisis berbagai tafsir klasik maupun kontemporer serta literatur pendidikan Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa konsep sabar memiliki relevansi tinggi dengan proses pembelajaran, baik dari sisi guru, peserta didik, maupun lingkungan Pendidikan melalui tiga pendekatan yang digunakan yiatu, melalui tafsir ibn-katsir, Al-maraghi, dan Al-Misbah. Sabar berperan dalam meningkatkan ketekunan, pengendalian emosi, serta membentuk karakter resilien. Kesimpulannya, dalam implementasi sabar di sekolah dapat diwujudkan melalui keteladanan guru, pembiasaan disiplin, internalisasi nilai, serta pembelajaran berbasis karakter.