Amelia Amelia
UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Domain Evaluasi dalam Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Al Ishlah Bukittinggi: Domain Kognitif, Afektif, Psikomotorik, dan Spiritual Amelia Amelia; Zulfani Sesmiarni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5017

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen penting dalam pendidikan, karena berfungsi sebagai alat untuk menilai keberhasilan proses belajar dan perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), evaluasi tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga mencakup dimensi afektif, psikomotorik, dan spiritual yang mencerminkan keutuhan manusia seutuhnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif keempat domain evaluasi tersebut dalam pembelajaran PAI serta relevansinya dengan penerapan Kurikulum Merdeka di SMP Islam Al Ishlah Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis, yaitu menelaah berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan evaluasi hasil belajar. Analisis dilakukan dengan mengklasifikasikan karakteristik, indikator, serta teknik penilaian pada setiap domain. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) ranah kognitif menilai kemampuan berpikir dan pemahaman keagamaan peserta didik berdasarkan taksonomi Bloom; (2) ranah afektif menilai sikap, nilai, dan karakter Islami berdasarkan hierarki Krathwohl; (3) ranah psikomotorik menilai keterampilan ibadah dan praktik keagamaan yang mencerminkan internalisasi nilai Islam; dan (4) ranah spiritual menilai kesadaran iman dan penghayatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari sesuai dimensi Profil Pelajar Pancasila. Evaluasi yang holistik terhadap keempat domain tersebut menjadi instrumen penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berkepribadian Islami.
Solusi Strategis Integrasi Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter Untuk Membangun Identitas Budaya Peserta Didik Amelia Amelia; Yesi Ulandari; Nia Rahminata Andria; Muhiddinur Kamal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5672

Abstract

Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan karakter menjadi kebutuhan strategis dalam membangun identitas budaya peserta didik di tengah derasnya arus globalisasi. Tantangan era digital menyebabkan nilai-nilai lokal semakin terpinggirkan, sehingga pendidikan karakter perlu diarahkan pada penguatan jati diri budaya melalui internalisasi nilai-nilai luhur masyarakat Nusantara. Artikel ini bertujuan menganalisis solusi strategis dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pendidikan karakter, khususnya bagi peserta didik generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analitis melalui telaah buku, jurnal ilmiah, dan dokumen pendidikan terkait pendidikan karakter, kearifan lokal, serta kebijakan kurikulum nasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa kearifan lokal memiliki potensi besar dalam memperkuat karakter dan identitas budaya melalui nilai-nilai seperti gotong royong, kejujuran, toleransi, dan cinta tanah air. Integrasi ini dapat dilakukan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, projek berbasis budaya lokal, keteladanan guru, sinergi sekolah, keluarga, komunitas, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana penguatan nilai. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal mampu melahirkan peserta didik yang berkepribadian kuat, berbudaya, dan tetap kompetitif dalam dinamika global.