Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengelolaan Obat Look Alike Sound Alike (LASA) terhadap Angka Kejadian Medication Error di Rumah Sakit X sylvi adiana Adiana; Amalina Fakhriah; Kamelia Zahro
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5333

Abstract

Look Alike Sound Alike (LASA) merupakan obat-obatan yang memiliki kemiripan bentuk, kemasan, atau nama. Kemiripan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) jika obat tidak disimpan, diberi tanda, atau ditempatkan dengan tepat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penyimpanan, penandaan, dan penempatan obat LASA terhadap medication error di Rumah Sakit X Tangerang. Metode: Metode kuantitatif dilakukan melalui observasi langsung penyimpanan, penandaan, dan penempatan obat LASA serta data medication error pada Oktober–November 2024. Hasil: Kesesuaian penyimpanan obat LASA sebesar 99,2% kategori Sangat Baik, penandaan sebesar 62,55% kategori Baik, dan penempatan sebesar 95,61% kategori Sangat Baik. Hasil pengamatan terhadap data medication error di Rumah Sakit X tidak terjadinya kejadian insiden keselamatan pasien yang disebabkan penyimpanan, penandaan, dan penempatan obat LASA. Kesimpulan: Penyimpanan, penandaan, dan penempatan obat LASA tidak berpengaruh terhadap medication error yang terjadi di Rumah Sakit X Tangerang. Hal ini menegaskan pentingnya konsistensi dalam manajemen pengelolaan obat LASA.
EVALUASI FORMULASI SEDIAAN ANTISEPTIK SPRAY EKSTRAK CAIR UMBI RUMPUT TEKI (CYPERUS ROTUNDUS L.) Tisnawan Tisnawan; Dimas Adrianto; Amalina Fakhriah; Varda Arianti
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 2 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i2.2026.544-547

Abstract

Umbi rumput teki diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid, yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak cair umbi rumput teki (Cyperus rotundus Linn) dan mengevaluasi sediaan antiseptik spray berbahan aktif ekstrak cair umbi rumput teki. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan formula F0 yang tidak mengandung ekstrak cair umbi rumput teki, sedangkan F1 dan F2 masingmasing mengandung ekstrak cair umbi rumput teki dengan konsentrasi sebesar 10% dan 20%. Ekstrak umbi rumput teki dibuat melalui metode maserasi berulang, kemudian diformulasikan dalam bentuk spray dan diuji melalui uji fisik-kimia (organoleptik, homogenitas, pH, stabilitas) Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi antiseptik spray dengan ekstrak cair umbi rumput teki menunjukkan stabilitas yang baik, ekstrak cair umbi rumput teki berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam sediaan antiseptik spray.
Level of knowledge of the Menteng community RT 010 RW 009 Menteng Village regarding the use of mefenamic acid tablets as an NSAID analgesic Azrizah Rahmadani; Amalina Fakhriah; Varda Arianti; Devi Maulina
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i1.1969

Abstract

Mefenamic acid, a meclofenamate derivative, is a type of NSAID that inhibits the formation of the cyclooxygenase enzyme. This cyclooxygenase enzyme converts arachidonic acid into prostaglandins. Therefore, if this drug is given as a pain reliever to children or adolescents during their growth period, it will disrupt the longitudinal growth process of their bones. This study aims to evaluate the level of public knowledge in RT 010 RW 009, Menteng Village, Central Jakarta, regarding the use of mefenamic acid tablets as an NSAID analgesic. The method used is descriptive with a quantitative approach and involved 64 respondents selected based on inclusion criteria. The results show that the average level of public knowledge is in the sufficient category (63,20%). Respondents are predominantly in the 17–25 year age group with a vocational high school education level. Only 35.90% of respondents have received direct education from health workers. This finding emphasizes the importance of more intensive educational interventions from health institutions so that the public uses drugs appropriately and wisely.