Jenny Ambiani
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Rencana Strategis (Renstra) Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam: Analisis Manajemen Strategis Pada Lembaga Pendidikan Islam Zamsiswaya Zamsiswaya; Jenny Ambiani; Heldi Firma; Nurjasmi Nurjasmi; Roby Setyawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6476

Abstract

Rencana Strategis (Renstra) merupakan instrumen manajerial fundamental dalam menentukan arah, kebijakan, dan program pengembangan lembaga pendidikan Islam, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, dalam praktiknya, Renstra sering kali dipahami sebatas dokumen administratif dan belum sepenuhnya diimplementasikan sebagai kerangka strategis peningkatan mutu pendidikan. Analisis didasarkan pada kerangka konseptual manajemen strategis yang meliputi perumusan visi dan misi, analisis lingkungan internal dan eksternal, penetapan tujuan strategis, serta pengendalian dan evaluasi mutu. Hasil kajian menunjukkan bahwa Renstra memiliki peran strategis dalam peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam apabila disusun secara partisipatif, berbasis analisis kebutuhan nyata lembaga, serta diimplementasikan secara konsisten dan berkelanjutan. Renstra yang efektif mampu menjadi pedoman dalam pengembangan kurikulum PAI, peningkatan kompetensi pendidik, penguatan budaya mutu, serta optimalisasi sumber daya pendidikan. Sebaliknya, Renstra yang bersifat formalistik dan tidak disertai mekanisme evaluasi cenderung gagal memberikan dampak signifikan terhadap mutu pendidikan. Oleh karena itu, penguatan fungsi Renstra sebagai instrumen manajemen strategis menjadi prasyarat utama dalam upaya peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam di lembaga pendidikan Islam.
Isu Integrasi Keilmuan: Islamic Science dan Modern Science Dalam Pendidikan Jenny Ambiani; Khairunnas Rajab
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6567

Abstract

Isu integrasi keilmuan antara Islamic science dan modern science dalam pendidikan merupakan permasalahan fundamental yang memerlukan pendekatan epistemologis dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif akar permasalahan, tantangan implementasi, dan strategi integrasi keilmuan dalam sistem pendidikan Islam. Melalui studi literatur sistematis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, penelitian ini mengungkap bahwa dikotomi keilmuan telah menyebabkan krisis identitas dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi keilmuan memerlukan pendekatan holistik yang meliputi rekonstruksi kurikulum, pengembangan metodologi pembelajaran, dan peningkatan kapasitas pendidik. Studi ini merekomendasikan model integrasi yang kontekstual dengan kebutuhan pendidikan abad 21 tanpa mengabaikan khazanah keilmuan Islam klasik.
Isu Integrasi Keilmuan: Islamic Science dan Modern Science Dalam Pendidikan Jenny Ambiani; Khairunnas Rajab
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6574

Abstract

Isu integrasi keilmuan antara Islamic science dan modern science dalam pendidikan merupakan permasalahan fundamental yang memerlukan pendekatan epistemologis dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif akar permasalahan, tantangan implementasi, dan strategi integrasi keilmuan dalam sistem pendidikan Islam. Melalui studi literatur sistematis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, penelitian ini mengungkap bahwa dikotomi keilmuan telah menyebabkan krisis identitas dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi keilmuan memerlukan pendekatan holistik yang meliputi rekonstruksi kurikulum, pengembangan metodologi pembelajaran, dan peningkatan kapasitas pendidik. Studi ini merekomendasikan model integrasi yang kontekstual dengan kebutuhan pendidikan abad 21 tanpa mengabaikan khazanah keilmuan Islam klasik.
Pengaruh Lingkungan Belajar dan Tingkat Pemahaman Siswa Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam di SMAN 10 PekanbaruPengaruh Lingkungan Belajar dan Tingkat Pemahaman Siswa Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam di SMAN 10 Pekanbaru Jenny Ambiani; Risnawati Risnawati; M. Fikri Hamdani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari lingkunga belajar dan tingkat pemahaman siswa terhadap hasil belajar siswa kelas X di SMAN 10 Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas X, dengan sampel acak sebanyak 81 siswa yang diambil dari 10 kelas. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer yang diperoleh langsung dari responden dan data sekunder yang mendukung hasil analisis. Teknik analisis data yang digunakan mencakup uji validitas untuk memastikan keakuratan instrumen penelitian, uji asumsi klasik, analisis koefisien determinasi, serta analisis regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa baik lingkungan belajar maupun pemahaman siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Di antara kedua variabel tersebut, lingkungan belajar memiliki kontribusi yang lebih dominan dibandingkan pemahaman siswa. Secara keseluruhan, kedua variabel tersebut mampu menjelaskan sekitar 22,5% dari variasi yang terjadi pada hasil belajar siswa kelas X di SMAN 10 Pekanbaru. Hal ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan belajar dan pemahaman siswa secara bersama-sama memiliki dampak yang cukup kuat terhadap pencapaian hasil belajar siswa.