Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Formulasi & Uji Antioksidan Facemist Ekstrak Etanol Buah Stroberi ( Fragaria X Ananassa Duch) Sebagai Pelembab Wajah Nerly Juli Pranita Simanjuntak; Revi Shafria Nabila; Novitaria Br Sembiring
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7022

Abstract

Kulit memiliki fungsi utama sebagai pelindung tubuh terhadap berbagai pengaruh lingkungan, termasuk radikal bebas yang dapat mempercepat terjadinya penuaan dini. Salah satu pendekatan untuk meminimalkan efek stres oksidatif pada kulit adalah dengan pemanfaatan antioksidan yang berasal dari bahan alami. Buah stroberi (Fragaria × ananassa) dikenal mengandung senyawa fenolik dengan aktivitas antioksidan yang tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan aktif dalam produk kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan face mist spray berbahan dasar ekstrak buah stroberi serta menilai aktivitas antioksidannya melalui metode DPPH dan mutu sediaan yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah stroberi memiliki kemampuan antioksidan yang baik dan dapat diformulasikan secara stabil dalam bentuk face mist. Dengan demikian, face mist yang mengandung ekstrak buah stroberi berpotensi menjadi alternatif produk kosmetik alami untuk membantu menghambat proses penuaan dini pada kulit.
Uji Total Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Fraksi Daun Brotowali sebagai Diabetes Ulkus Jhon Evan Iskandar Manullang; Novitaria Br Sembiring; Astriani Natalia Br Ginting
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i2.7866

Abstract

Diabetic ulcers are a chronic complication of diabetes mellitus characterized by impaired wound healing due to increased oxidative stress. One therapeutic approach that can be developed is the use of medicinal plants with antioxidant activity, such as Tinospora crispa leaves (Tinospora crispa), which contain flavonoids. This study aimed to determine the total flavonoid content and antioxidant activity of Tinospora crispa leaf fractions. Extraction was carried out using 96% ethanol, followed by fractionation using n-hexane, ethyl acetate, and water. Flavonoid content was determined using UV-Vis spectrophotometry using quercetin as a standard at a wavelength of 430.5 nm, while antioxidant activity was tested using the DPPH method. The results showed that the Tinospora crispa leaf aqueous fraction contained flavonoids of 0.2179 mg QE/g, with a linear calibration curve (R² = 0.997). Furthermore, the aqueous fraction demonstrated very strong antioxidant activity with an IC₅₀ value of ±16 µg/mL. Based on these results, the water fraction of brotowali leaves has the potential to be a source of natural antioxidants that can support the healing of diabetic ulcers by suppressing oxidative stress.
Skrining Fitokimia Dan Profil Total Fenol Serta Flavonoid Pada Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens L.) Carmenita M. Cindy Tiara Situmorang; Muhammad Yunus; Novitaria Br Sembiring
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.2174

Abstract

ABSTRAK Daun seledri (Apium graveolens L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung serta menentukan kadar total fenol dan flavonoid pada ekstrak daun seledri. Simplisia daun seledri diekstraksi menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder. Penetapan kadar total fenol menggunakan metode Folin–Ciocalteu dengan baku pembanding asam galat dan pengukuran pada panjang gelombang 765 nm. Penetapan kadar total flavonoid menggunakan metode kompleksasi AlCl3 dengan baku kuersetin pada panjang gelombang 434 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun seledri mengandung flavonoid, alkaloid, polifenol, tanin, sterol, dan triterpenoid. Kadar total fenol sebesar 209,79 mg GAE/g ekstrak dan kadar total flavonoid sebesar 12,50 mg QE/g ekstrak.
Efikasi Gel Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens L.) terhadap Gambaran Makroskopik Ulkus pada Model Tikus Diabetes induksi Aloksan Tamy Yolanda Putri; Muhammad Yunus; Novitaria Br Sembiring
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.2175

Abstract

Diabetes melitus masih menjadi penyakit dengan angka penderita yang terus meningkat setiap tahun dan masih menjadi masalah utama dalam kesehatan di seluruh dunia. Tanaman herbal yang digunakan sebagai alternatif pengobatan yaitu daun seledri (Apium graveolens L.). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak daun seledri dalam sediaan gel terhadap proses penyembuhan ulkus pada model tikus diabetes yang diinduksi aloksan. Penelitian ini dibagi dalam enam kelompok. Kelompok ini terbagi atas : Kelompok normal, kelompok negatif, kelompok positif, kelompok perlakuan 1 dengan pemberian ekstrak daun seledri konsentrasi 5 %, kelompok perlakuan 2 dengan pemberian ekstrak daun seledri 10 %, dan kelompok perlakuan 3 dengan pemberian ekstrak daun seledri konsentrasi 15 %. Parameter pengamatan yang digunakan adalah diameter ulkus selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi maksroskopik paling baik terdapat pada kelompok perlakuan 2 dengan gel daun seledri konsentrasi 10 % dan kelompok perlakuan 3 dengan gel daun seledri konsentrasi 15 %. Hal ini membuktikan bahwa gel ekstrak daun seledri (Apium graveolens L.) memiliki potensi sebagai alternatif terapi penyembuhan ulkus pada kondisi diabetes akibat induksi aloksan.
Uji Aktivitas Antioksidan Lotion Ekstrak Etanol Daun Nilam (Pogostemon Cablin Benth) Dengan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazil) Mawar Rahma Putri; Nerly Juli Pranita Simanjuntak; Novitaria Br Sembiring
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i2.1350

Abstract

Introduction: The skin, as the outermost organ of the human body, is continuously exposed to environmental factors, particularly sunlight and free radicals, which can induce oxidative stress leading to skin tissue damage and premature aging. Consequently, topical antioxidants are essential for skin protection. Patchouli leaves (Pogostemon cablin Benth.) are known to contain flavonoid compounds with potential antioxidant properties. Objective: This study aims to evaluate the antioxidant activity of patchouli leaf ethanol extract in lotion formulations using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. Methods: This experimental research involved plant determination, extraction of patchouli leaves using the maceration method with 96% ethanol, phytochemical screening, formulation of lotion preparations with varying extract concentrations (1%, 2%, and 3%), physicochemical evaluation of the lotion formulations (including organoleptic properties, pH, homogeneity, viscosity, and spreadability), and antioxidant activity assessment using the DPPH radical scavenging assay. The antioxidant activity was expressed as IC₅₀ values, calculated through linear regression analysis. Results: Phytochemical screening revealed the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and triterpenoids/steroids in the ethanol extract. All lotion formulations demonstrated good physical stability and met the required quality standards for topical preparations, with pH values within the skin-friendly range (4.5-6.5), homogeneous texture, appropriate viscosity (2,000-50,000 cps), and adequate spreadability (5-7 cm). The ethanol extract of patchouli leaves exhibited very strong antioxidant activity with an IC₅₀ value of 0.011 µg/mL, while the formulated lotion maintained considerable antioxidant potential with an IC₅₀ value of 19.11 µg/mL. Conclusion: The ethanol extract of patchouli leaves possesses significant antioxidant activity and can be successfully formulated into a stable lotion preparation that retains its radical-scavenging properties. These findings suggest that patchouli leaf extract holds promising potential for development as a natural antioxidant active ingredient in topical cosmetic products, offering a viable alternative to synthetic antioxidants for skin protection against oxidative stress.