Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Budaya Lokal dengan Praktik Perawatan Kehamilan dan Persalinan pada Masyarakat Tradisional Sri Nuriana; Achmad Hilal; Nahdah; Hartati; Riska Sabriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7233

Abstract

Budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk perilaku kesehatan masyarakat, termasuk dalam praktik perawatan kehamilan dan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nilai, norma, dan kepercayaan budaya lokal dengan praktik perawatan ibu hamil serta proses persalinan pada masyarakat tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap ibu hamil, dukun beranak, dan tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki pengaruh signifikan terhadap pola perawatan kehamilan dan pilihan tempat persalinan. Faktor kepercayaan terhadap kekuatan spiritual, pantangan makanan, dan peran dukun beranak masih menjadi elemen dominan dalam proses tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai budaya lokal dalam program kesehatan ibu dan anak agar pelayanan kesehatan menjadi lebih kontekstual dan diterima oleh masyarakat.
Promosi Kesehatan Reproduksi Melalui Pendidikan Komunitas Untuk Meningkatkan Perilaku Seksual Yang Bertanggung Jawab Hartati; Rahmat Pannyiwi; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1498

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kesehatan individu yang perlu diperhatikan sejak masa remaja. Perkembangan teknologi informasi dan perubahan lingkungan sosial memberikan kemudahan bagi remaja dan pemuda dalam memperoleh informasi, tetapi tidak seluruh informasi yang diterima memiliki dasar yang benar. Keterbatasan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dapat memengaruhi kemampuan individu dalam mengambil keputusan dan meningkatkan kerentanan terhadap perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab.. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja serta pemuda mengenai kesehatan reproduksi dan mendorong terbentuknya perilaku seksual yang bertanggung jawab. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada komunitas remaja dan pemuda dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Metode kegiatan meliputi pendidikan kesehatan interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest. Hasil: Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 61,2 sebelum kegiatan menjadi 86,7 setelah kegiatan. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada materi mengenai batasan diri, hubungan sehat, pengenalan risiko perilaku seksual, pencegahan infeksi menular seksual, dan kemampuan memilih sumber informasi kesehatan yang dapat dipercaya. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menganalisis permasalahan kesehatan reproduksi dan menentukan pilihan perilaku yang lebih bertanggung jawab. Kesimpulan: Pendidikan komunitas mengenai kesehatan reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja serta pemuda mengenai perilaku seksual yang bertanggung jawab. Kegiatan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, komunitas, institusi pendidikan, dan tenaga kesehatan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan reproduksi.