Hartati Hartati
Department Of Midwifery, Faculty Of Health, Universitas Mega Buana Palopo, South Sulawesi, Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Hubungan Budaya Lokal dengan Praktik Perawatan Kehamilan dan Persalinan pada Masyarakat Tradisional Sri Nuriana; Achmad Hilal; Nahdah; Hartati; Riska Sabriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7233

Abstract

Budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk perilaku kesehatan masyarakat, termasuk dalam praktik perawatan kehamilan dan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nilai, norma, dan kepercayaan budaya lokal dengan praktik perawatan ibu hamil serta proses persalinan pada masyarakat tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap ibu hamil, dukun beranak, dan tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki pengaruh signifikan terhadap pola perawatan kehamilan dan pilihan tempat persalinan. Faktor kepercayaan terhadap kekuatan spiritual, pantangan makanan, dan peran dukun beranak masih menjadi elemen dominan dalam proses tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai budaya lokal dalam program kesehatan ibu dan anak agar pelayanan kesehatan menjadi lebih kontekstual dan diterima oleh masyarakat.
Effectiveness of Antenatal Class Education in Improving Early Detection of Pregnancy Danger Signs Riska Sabriana; Jusni; Hartati; Muh. Faizal Mardi Saleh
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v14i2.292

Abstract

Introduction: Maternal mortality remains a significant public health concern in Indonesia, with inadequate early detection of pregnancy danger signs contributing significantly to preventable complications. Maternal classes are one of the key educational strategies aimed at improving pregnant women’s knowledge and awareness related to pregnancy risks. This study aimed to analyze the effectiveness of maternal class education in improving early detection abilities regarding pregnancy danger signs among pregnant women in UPT Puskesmas Ulaweng, Bone Regency. Methods: his study applied a pre–pre-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. A total of 30 pregnant women were selected through quota sampling. Data were collected using an observation sheet and a questionnaire assessing early detection abilities. Statistical analysis was performed using the Wilcoxon signed-rank test to determine differences before and after the educational intervention. Results: Pretest findings indicated that 70% of participants had low early detection abilities, while only 13% demonstrated good ability. Following the maternal class intervention, 84% of participants achieved good ability, with only 3% remaining in the low category. The Wilcoxon test showed a significant difference between pretest and posttest scores (p = 0.003), indicating a substantial improvement in early detection skills after participating in the maternal class. Conclusion: The findings of this study indicate that maternal class education plays a crucial role in improving pregnant women’s ability to identify early danger signs during pregnancy. A significant increase in post-intervention scores, supported by the Wilcoxon test result (p = 0.003), confirms that the educational sessions effectively enhance maternal knowledge and vigilance. Strengthening early detection skills is essential for preventing complications and ensuring the safety of both mother and fetus. Based on these results, it is recommended that maternal classes be implemented consistently and systematically at the primary healthcare level. The involvement of husbands and family members is also encouraged to optimize support and facilitate timely decision-making when danger signs arise.
Perilaku Pencegahan Gastritis Berbasis Theory of Planned Behavior pada Mahasiswa Keperawatan Al Ka Uzar; Fadli Fadli; Hartati Hartati
Mega Buana Journal of Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Mega Buana Journal of Nursing
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/8z6km540

Abstract

Gastritis yang lebih dikenal sebagai penyakit maag merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Penyakit ini muncul akibat peradangan pada mukosa lambung yang dapat menimbulkan gejala berupa nyeri ulu hati, mual, muntah, perut kembung, hingga penurunan kualitas hidup penderitanya. Faktor risiko utama gastritis banyak berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan pedas, asam, berlemak, serta kebiasaan minum kopi, alkohol, dan merokok. Kondisi ini kerap dialami oleh remaja hingga dewasa, termasuk mahasiswa, yang rentan mengabaikan pola makan sehat karena padatnya aktivitas dan tekanan akademik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara sikap, norma subjektif, kontrol perilaku dengan niat dan perilaku pencegahan gastritis pada mahasiswa keperawatan di Universitas Mega Buana Palopo Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 responden, dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Analisis statistik Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan niat pada mahasiswa dengan nilai p = 0,001. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku pencegahan gastritis pada dengan nilai p = 0,001. Terdapat hubungan yang signifikan antara norma subjektif dengan niat pada mahasiswa dengan nilai p = 0,004 (p < 0,05). terdapat hubungan antara norma subjektif dengan perilaku pencegahan gastritis dengan nilai p = 0,002 (p < 0,05). Terdapat hubungan antara kontrol perilaku dengan niat pada mahasiswa dengan nilai p p= 0,001(p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol perilaku dengan perilaku pencegahan gastritis pada mahasiswa dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Berdasarkan nilai signifikansi tersebut, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa ketiga variabel independen berhubungan bermakna dengan perilaku pencegahan gastritis. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap, norma subjektif, kontrol perilaku, niat, dan perilaku pencegahan.
Analisis Model Pemberdayaan Keluarga Berbasis Health Belief Model (HBM) Terhadap Perilaku  Pencegahan Komplikasi Hipertensi Siti Rahayu; Fadli Fadli; Hartati Hartati
Mega Buana Journal of Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Mega Buana Journal of Nursing
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/kgq3v416

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg yang berlangsung secara menetap. Hipertensi disebut sebagai silent killer karena sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung koroner, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan. Hipertensi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti sering mengkonsumsi makanan asin, obesitas, kolesterol tinggi, konsumsi alkohol berlebihan, serta riwayat keluarga. Penyakit ini tidak menular dan terkait dengan gaya hidup tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pemberdayaan keluarga berbasis Health Belief Model Terhadap Perilaku Pencegahan Komplikasi Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Mungkajang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peran dan dukungan keluarga terhadap perilaku pencegahan komplikasi hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mungkajang Kota Palopo Tahun 2025 (p=0.001). Upaya pemberdayaan keluarga melalui pendekatan Health Belief Model (HBM) untuk meningkatkan kesadaran, motivasi, dan kepatuhan dalam menjalankan gaya hidup sehat. Keterlibatan aktif keluarga diharapkan mampu menjadi pendorong utama dalam mencegah komplikasi hipertensi serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hubungan Persepsi Mahasiswa Berdasarkan Nursing Clinical Teacher  Effectiveness Inventory (NCTEI) Dengan Implementasi Patient Safety Dalam Praktik Klinik Mahasiswa Keperawatan ANITA; Fadli Fadli; Hartati Hartati
Mega Buana Journal of Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Mega Buana Journal of Nursing
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/bf54r025

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan komponen penting dalam mutu pelayanan kesehatan dan kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa keperawatan selama praktik klinik. Efektivitas pembimbing klinik berperan dalam membentuk perilaku keselamatan pasien melalui fungsi edukatif dan keteladanan profesional. Persepsi mahasiswa terhadap kualitas pembimbingan klinik diduga memengaruhi kepatuhan dalam penerapan prinsip keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap efektivitas pembimbing klinik berdasarkan Nursing Clinical Teacher Effectiveness Inventory (NCTEI) dengan implementasi patient safety pada praktik klinik mahasiswa keperawatan Universitas Mega Buana Palopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 111 mahasiswa yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner NCTEI dan kuesioner implementasi patient safety, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman Rank. Implementasi patient safety sebagian besar berada pada kategori baik (84,7%), sementara 15,3% berada pada kategori cukup. Persepsi mahasiswa terhadap efektivitas pembimbing klinik pada seluruh dimensi NCTEI juga tergolong baik. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi mahasiswa terhadap efektivitas pembimbing klinik dan implementasi patient safety (p < 0,05), meskipun tingkat keeratan hubungan relatif lemah, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Efektivitas pembimbing klinik berperan sebagai faktor pendukung dalam penerapan patient safety oleh mahasiswa keperawatan, yang juga dipengaruhi oleh budaya keselamatan pasien, sistem pelayanan kesehatan, pengalaman klinik, dan lingkungan pembelajaran.
Hubungan Kemampuan Perawatan Diri dengan Kualitas Hidup PasienDiabetes Melitus Tipe II Christachelo Chelo; Fadli Fadli; Hartati Hartati
Mega Buana Journal of Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Mega Buana Journal of Nursing
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/vxt7n514

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan salah satu masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat dari tahun ke tahun. Penyakit ini ditandai dengan gangguan metabolisme akibat resistensi insulin maupun penurunan produksi insulin, sehingga kadar gula darah sulit terkontrol. Kondisi hiperglikemia kronis dapat menimbulkan komplikasi makrovaskuler maupun mikrovaskuler yang berdampak serius terhadap status kesehatan penderita. Pada tahap lanjut, DM tipe II bukan hanya menyebabkan gangguan fisik, tetapi juga menurunkan kualitas hidup pasien karena keterbatasan aktivitas, beban pengobatan jangka panjang, dan tekanan psikososial.Tujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan perawatan diri dengan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang berobat di Puskesmas Wara utara. penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan rancangan cross sectiona. Hasil penelitian menunjukkan  adanya hubungan antara pengetahuan dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 p= 0,002(< 0,05),adanya hubungan keyakinan dan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 p=0,004(<0,05),adanya hubungan keterampilan dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 p=0,004(<0,05),adanya hubungan manajemen stress dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 p=0,002 (<0,05).
ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL: Analysis of Factors Influencing Chronic Energy Deficiency in Pregnant Women Hartati; Muh. Ilyas; Zamli; Fadli Fadli
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 2 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah yang terjadi pada masa kehamilan ketika terjadi ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi pada ibu hamil. Jumlah ibu hamil KEK di Kota Palopo tahun 2023 sebanyak 314 orang ibu hamil. Faktor-faktor yang mempengaruhi KEK diantaranya adalah pengetahuan, penyakit infeksi, pola makan dan status ekonomi. Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai risiko kematian ibu mendadak pada masa prenatal, janin lahir mati atau risiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di Puskesmas Mungkajang Kota Palopo Tahun 2024. Desain penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling, jumlah sampel sebanyak 66 orang. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil analisis dan pengolahan data didapatkan faktor yang berpengaruh terhadap KEK pada ibu hamil di Puskesmas Mungkajang Kota Palopo adalah faktor pengetahuan p=0,001, faktor penyakit infeksi p=0.001, faktor pola makan p=0.001 serta faktor status ekonomi p=0.001.
Edukasi Perawatan Luka Diabetes Kepada Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Komplikasi Baso Witman Adiaksa; Febri Sriyanti; Hartati Hartati; Nadirah Nadirah; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1021

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease that often leads to complications, one of which is diabetic wounds, which carry a high risk of infection and amputation if not properly cared for. Poor public knowledge and skills regarding diabetic wound care are major factors contributing to further complications. This Community Service activity aims to improve the community's knowledge, attitudes, and skills in diabetic wound care as an effort to prevent complications. Implementation methods included health education, diabetic wound care demonstrations, hands-on practice, and evaluation through pre- and post-tests. The results of the activity indicated an increase in community knowledge and skills regarding diabetic wound care and infection prevention. Education on diabetic wound care is expected to reduce the risk of complications and improve the quality of life of people with diabetes.
Promosi Kesehatan Reproduksi Melalui Pendidikan Komunitas Untuk Meningkatkan Perilaku Seksual Yang Bertanggung Jawab Hartati; Rahmat Pannyiwi; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1498

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kesehatan individu yang perlu diperhatikan sejak masa remaja. Perkembangan teknologi informasi dan perubahan lingkungan sosial memberikan kemudahan bagi remaja dan pemuda dalam memperoleh informasi, tetapi tidak seluruh informasi yang diterima memiliki dasar yang benar. Keterbatasan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dapat memengaruhi kemampuan individu dalam mengambil keputusan dan meningkatkan kerentanan terhadap perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab.. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja serta pemuda mengenai kesehatan reproduksi dan mendorong terbentuknya perilaku seksual yang bertanggung jawab. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada komunitas remaja dan pemuda dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Metode kegiatan meliputi pendidikan kesehatan interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest. Hasil: Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 61,2 sebelum kegiatan menjadi 86,7 setelah kegiatan. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada materi mengenai batasan diri, hubungan sehat, pengenalan risiko perilaku seksual, pencegahan infeksi menular seksual, dan kemampuan memilih sumber informasi kesehatan yang dapat dipercaya. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menganalisis permasalahan kesehatan reproduksi dan menentukan pilihan perilaku yang lebih bertanggung jawab. Kesimpulan: Pendidikan komunitas mengenai kesehatan reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja serta pemuda mengenai perilaku seksual yang bertanggung jawab. Kegiatan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, komunitas, institusi pendidikan, dan tenaga kesehatan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan reproduksi.