Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Motherhood pada Remaja yang Hamil di Luar Nikah Samsul Bahri; Hurriyatuddaraini Hurriyatuddaraini; Marzatillah Zuhra; Zikrina Sari; Nadya Bella Aritonang; Suhaimi Erfiranda; Risydah Fadilah; Suaidah Lubis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena kehamilan di luar nikah pada masa remaja yang cenderung mengalami peningkatan serta menimbulkan dampak psikologis, sosial, dan pendidikan yang signifikan, khususnya bagi remaja perempuan. Penolakan sosial, stigma masyarakat, tekanan dari keluarga, serta keterbatasan pengetahuan mengenai kesiapan psikologis sering kali menjadi faktor pemicu munculnya stres pada remaja yang mengalami kondisi tersebut. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara penerimaan sosial dan tingkat stres pada remaja perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah berdasarkan pengalaman subjektif yang mereka alami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah remaja perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan sosial memiliki peran penting dalam memengaruhi tingkat stres pada remaja perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah. Remaja yang memperoleh penerimaan dan dukungan dari keluarga serta lingkungan sosial cenderung mampu mengelola stres dengan lebih baik, sedangkan remaja yang mengalami penolakan sosial menunjukkan tingkat stres yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial berperan penting dalam menjaga kondisi psikologis remaja yang menghadapi kehamilan di luar nikah. Oleh karena itu, penguatan penerimaan dan dukungan dari keluarga serta lingkungan sosial diperlukan sebagai upaya preventif dan intervensi untuk menurunkan tingkat stres pada remaja.
Pengaruh Social Media Influencer terhadap Impulsive buying Produk Kosmetik: FOMO Sebagai Variabel Mediasi pada Mahasiswi di Kota Banda Aceh Samsul Bahri Samsul; Hurriyatuddaraini Hurriyatuddaraini; Marzatillah Zuhra; Zikrina Sari; Suaidah Lubis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh social media Influencer terhadap impulsive buying produk kosmetik dengan Fear of Missing Out (FOMO) sebagai variabel mediasi pada mahasiswi di Kota Banda Aceh. Perkembangan media sosial telah mendorong munculnya Influencer sebagai sumber rujukan utama dalam pengambilan keputusan pembelian, khususnya pada produk kosmetik yang berkaitan dengan penampilan dan identitas diri. Paparan konten Influencer yang intens dan persuasif berpotensi menimbulkan FOMO, yaitu perasaan takut tertinggal tren, yang selanjutnya mendorong perilaku pembelian secara impulsif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah mahasiswi di Kota Banda Aceh yang aktif menggunakan media sosial dan produk kosmetik. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari skala Social Media Influencer , FOMO, dan Impulsive buying menggunakan skala Likert lima poin. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media Influencer berpengaruh signifikan terhadap FOMO dan impulsive buying. Selain itu, FOMO juga berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying serta memediasi pengaruh social media Influencer terhadap impulsive buying. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor emosional berperan penting dalam mendorong perilaku pembelian impulsif produk kosmetik pada mahasiswi.