Indonesia sebagai bangsa yang multietnis, multikultural, dan multireligius membutuhkan model pendidikan yang mampu menumbuhkan sikap toleran, demokratis, dan berkarakter. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep model pendidikan multikultural, pendidikan karakter, serta peranan guru dalam membangun karakter peserta didik melalui pendidikan multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) terhadap berbagai sumber literatur yang relevan, baik buku maupun artikel ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural merupakan model pendidikan yang menekankan penghargaan terhadap keragaman budaya, etnis, agama, dan latar belakang sosial peserta didik. Pendidikan karakter berbasis multikultural dapat diimplementasikan secara efektif melalui prinsip integratif, kompak, dan konsisten, yaitu dengan mengintegrasikan nilai-nilai multikultural ke dalam seluruh kegiatan sekolah, melibatkan seluruh komponen pendidikan, serta menerapkannya secara berkelanjutan tanpa diskriminasi. Guru memiliki peranan strategis sebagai teladan, fasilitator, dan agen perubahan dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, keadilan, dan penghargaan terhadap perbedaan kepada peserta didik. Dengan demikian, pengembangan model pendidikan karakter berbasis multikultural tidak hanya relevan tetapi juga menjadi kebutuhan mendesak dalam sistem pendidikan nasional. Implementasi yang tepat diharapkan mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang plural.