Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

OPTIMALISASI TAHFIDZUL QUR'AN UNTUK PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS DAN KEMANDIRIAN ANAK DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH AJIBARANG Firdaus; Muntohar; Havidz Cahya Pratama; Mohammad Syaifuddin
Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2025): TARBIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : IAI Al Muhammad Cepu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Quran adalah firman Allah SWT yang keasliannya selalu terjaga. Salah satu kewajiban utama umat Islam terhadap Al Quran adalah membacanya dan menghafalnya dengan baik. Menghafal Al Quran dapat membentuk karakter religius seseorang. Oleh karena itu, religiusitas menjadi modal utama untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembinaan Tahfidzul Qur'an, menganalisis pembentukan karakter religius melalui Tahfidzul Qur'an dan menemukan faktor pendukung dan penghambat pembentukan karakter religius kader melalui program Tahfidzul Qur'an di Panti Asuhan Muhammadiyah Ajibarang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah pengasuh, 3 musyrif dan 4 kader Panti Asuhan Muhammadiyah Ajibarang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, model pembinaan Tahfidzul Qur'an di Panti Asuhan Muhammadiyah Ajibarang menggunakan model pembinaan pembiasaan, pemberian reward dan pendekatan individual. Kedua, faktor pendorongnya, pengurus memberikan dukungan yang besar dan memberikan tanggung jawab penuh kepada pengasuh dan jajaran asatidz. Sedangkan faktor penghambat, kurangnya tenaga musyrif, masalah waktu antara musyrif dengan kader dan faktor kelelahan kader setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Internalisasi Nilai-Nilai Akidah Akhlak pada Generasi Z dalam Perspektif Pendidikan Islam Silna Farodis; Alysia Qothrunnada; Anisa Rahmasari; Mohammad Syaifuddin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7416

Abstract

Kemajuan teknologi telah mengubah perilaku populasi dewasa muda dengan mengubah cara mereka berkomunikasi satu sama lain dan berinteraksi dengan lingkungan mereka, yang telah menghasilkan perubahan baik dan buruk pada perilaku dan perkembangan mereka. Sebagian besar perubahan negatif yang terjadi berkaitan dengan kemerosotan moral dan penurunan nilai-nilai agama pada generasi saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang proses dan metode internalisasi keyakinan dan nilai-nilai moral Islam (akidah akhlak) pada Generasi Z dengan meneliti pengalaman pengajaran pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, desain studi tinjauan pustaka, dan data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan metode reduksi data, klasifikasi, analisis naratif, dan penarikan kesimpulan. Ditemukan bahwa internalisasi nilai-nilai akidah akhlak harus dilakukan melalui proses bertahap yang terdiri dari tiga fase yaitu transformasi nilai, transaksi, dan trans-internalisasi. Kombinasi dari tiga strategi utama berikut dapat digunakan secara efektif untuk mengimplementasikan integrasi nilai-nilai akidah akhlak pada Generasi Z, penggunaan strategi integrasi teknologi (pembelajaran campuran), strategi media sosial alternatif yang kreatif untuk dakwah (yaitu, berbagi pesan/nilai keagamaan), dan dukungan ekologis yang kuat dari orang tua, guru, dan siswa. Kunci keberhasilan dalam membangun karakteristik keagamaan Generasi Z akan bergantung pada tingkat sinergi yang ada antara rumah, sekolah, dan masyarakat. Kesimpulannya, studi ini akan menunjukkan bahwa dengan memahami konteks di mana Generasi Z berada saat ini dan bagaimana melakukan perubahan untuk membantu menciptakan proses internalisasi nilai-nilai akidah akhlak yang adaptif akan memungkinkan perlindungan Generasi Z dari pengaruh negatif.
Rekonstruksi Materi Hari Akhir sebagai Counter-Narrative terhadap Fenomena Nihilisme dan Keputusasaan Remaja Khilwatissalamah; Dwi Naili Hidayah; Mohammad Syaifuddin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi materi Hari Akhir sebagai counter-narrative terhadap fenomena nihilisme dan keputusasaan remaja. Fokus kajian diarahkan pada pengembangan konsep Yauumul Jaza dalam pembelajaran pendidikan agama Islam bukan hanya sebagai ancaman hukuman, tetapi sebagai bentuk keadilan tertinggi yang mampu membangun harapan hidup dan optimisme peserta didik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research). Data diperoleh melalui buku, jurnal ilmiah, artikel, tafsir, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan nihilisme remaja, pendidikan agama Islam, dan konsep Hari Akhir dalam Islam. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi materi Hari Akhir dengan pendekatan yang lebih humanis dan reflektif dapat membantu peserta didik memahami kehidupan secara lebih bermakna. Konsep Yauumul Jaza dapat menjadi sumber harapan, motivasi, dan ketahanan mental bagi remaja karena memberikan keyakinan bahwa setiap perjuangan dan kebaikan manusia akan memperoleh balasan yang adil dari Allah Swt. Pembelajaran PAI yang kontekstual juga berperan dalam membangun optimisme dan kesadaran spiritual peserta didik di tengah tantangan kehidupan modern.
Strategi Internalisasi Karakter Moderat di Pondok Pesantren Al-Utsmani Kabupaten Pekalongan Mohammad Syaifuddin
El-Fakhru Vol. 4 No. 1 (2024): El-Fakhru
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v4i1.1185

Abstract

Moderasi beragama berbasis pesantren merupakan salah satu upaya pesantren dalam menanamkan nilai-nilai Islam moderat pada santri dan masyarakat melalui cara berfikir yang realistik, serta merujuk pada berbagai sumber yang kompherensif dan konsisten. Peneliti melakukan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif melalui kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi dalam menggali data penelitian. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali strategi yang dilakukan pondok pesantren al-Utsmani dalam menanamkan karakter moderat bagi santrinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penanaman karakter moderat dilakukan melalui kegiatan harian di pondok pesantren berupa kegiatan Madin yang didalamnya terdapat penanaman nilai moderat seperti pembelajaran kitab kuning dan bayyin melalui metode diskusi, kegiatan bahtsul masail, syawir/ musyawaroh, dan kegiatan rutinan (berzanji, dibaiyya, manaqib dan simtu duror). Karakter moderat santri yang terbentuk meliputi karakter toleran, saling menghargai, dan harmonis
Improving Academic Culture Through MBKM-Based Curriculum Construction at Islamic Higher Education Institution Mohammad Syaifuddin; Sopiah Sopiah; Aan Fadia Annur; Arditya Prayogi; Norma Alias
EDUKASIA Vol 20, No 1 (2025): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v20i1.31427

Abstract

Every university needs to harmonize and reconstruct its curriculum in accordance with national policies to improve the quality of its academic culture. Likewise, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan must apply the pillars of independent campus learning (MBKM) in its curriculum development. This study aims to explain the curriculum development policy, MBKM-based curriculum construction model, and its problems at UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. A qualitative field research approach through interviews, observations and documents is used in extracting research data. The results of this study are: 1) MBKM-based curriculum development at UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan is based on the Rector's Decree as a derivative of the Ministry of Education and Culture and Ministry of Religious Affairs policies; 2) The curriculum construction model is characterized by textualist and substantive through the implementation of several MBKM pillars 3) Problems arisen in MBKM-based curriculum construction are related to the determination of courses to be converted, the distribution of courses that are less aligned with MBKM, the financial limitations of students, and the limited availability of MoUs with various related agencies. This research contributes to Islamic education science by offering a context-specific model for integrating MBKM with Islamic values, such as religious moderation, addressing a gap in its application within Islamic higher education. Its long-term implications include informing curriculum frameworks that balance the national policies with the institutional identity, enhancing graduate competencies, and fostering sustainable academic quality in Islamic universities in the MBKM era.
Peran Pendidikan Aqidah Akhlak dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama Muhammad Ridho Ardi Saputra; Mohammad Syaifuddin
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 4 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v4i2.2106

Abstract

Rendahnya motivasi belajar siswa menjadi salah satu tantangan utama dalam dunia pendidikan, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kurangnya dorongan dari dalam diri siswa akhirnya berdampak pada prestasi belajar yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pendidikan Aqidah Akhlak dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa di salah satu SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Aqidah Akhlak mempunyai pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Nilai-nilai spiritual seperti keimanan, disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran akan pentingnya ilmu sebagai bentuk ibadah memberikan dorongan internal yang kuat bagi siswa untuk belajar lebih tekun. Dengan demikian, pendidikan Aqidah Akhlak berperan signifikan dalam membentuk karakter serta semangat belajar siswa secara menyeluruh.