Talitha Eka Maulinda
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Makan Sayur Buah Dan Kualitas Tidur Terhadap Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMP Pondok Modern Selamat Kendal Talitha Eka Maulinda; Luluk Ria Rakhma; Muwakhidah Muwakhidah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kebiasaan Makan Sayur Buah dan Kualitas Tidur Terhadap Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di SMP Pondok Modern Selamat Kendal. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan selama enam bulan di SMP Pondok Modern Selamat Kendal. Sampel penelitian terdiri dari remaja putri kelas VII, VIII, dan IX dengan jumlah sampel sebanyak 59 subjek. Tekniik analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 20, meliputi analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik variabel penelitian dan analisis bivariat untuk menguji hubungan antara kebiasaan makan, kualitas tidur, dan siklus menstruasi menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas siswi SMP Pondok Modern Selamat Kendal memiliki kebiasaan makan sayur yang baik, dengan 113 siswi (91,1%) sering mengonsumsi sayur, sementara 11 siswi (8,9%) jarang mengonsumsinya. Untuk kebiasaan makan buah, 83 siswi (66,9%) sering mengonsumsi buah, sedangkan 41 siswi (33,1%) jarang melakukannya. Dalam hal kualitas tidur, sebagian besar siswi, yaitu 108 siswi (87,1%), memiliki kualitas tidur yang buruk, dan hanya 16 siswi (12,9%) yang memiliki kualitas tidur baik. Dari segi siklus menstruasi, 87 siswi (70,2%) memiliki siklus yang normal, sementara 37 siswi (29,8%) memiliki siklus yang tidak normal. Analisis lebih lanjut menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi sayur dan siklus menstruasi (P-Value 0,003), serta antara konsumsi buah dan siklus menstruasi (P-Value 0,002). Namun, kualitas tidur tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan siklus menstruasi (P-Value 0,145).
PELATIHAN KADERISASI UNTUK PENDATAAN IBU HAMIL DENGAN CARA DIGITALISASI (GOOGLE FORM) DI DESA JATI KECAMATAN GATAK KABUPATEN SUKOHARJO Ayu Anisah; Novira Indah Safitri; Talitha Eka Maulinda; Iqbal Maulana Ikhsan; Milan Dwi Winanti; Ajeng Dyah Kusumaningrum; Nyimas Arsilla Restinavia; Anggitya Widyastuti; Titik Setiyowati; Kurnia Lutfi Farizqi; Isna Aprilia; Beti Kristinawati; Listyani Hidayati
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The recording and reporting of health data carried out by cadres mostly use manual methods. The shortcomings of using manual methods in reporting include missing data, data duplication, and reporting to the health center. In addition, reporting to the health center must be in the form of a neat file, and if it continues to be done manually, it can slow down the reporting process. Advanced technology can be used as a solution to these problems, such as data collection training for cadres to create Google form where the results will be in the form of files that are neatly inputted into spreadsheet without having to work twice. The purpose of this community service is to provide training to health cadres to increase their knowledge and skills and not be stuttering about technology because today’s era is entirely digital. In addition, it also aims to facilitate cadres in the process of recording and reporting. The method used in this community service is education on creating Google form and direct training. The results of the activity show an increase in pretest and posttest scores. The conclusion of community service is that there was an increase in knowledge and skills from 3 to 10 cadres after the posttest in the data collection training using Google form. The suggestion for future activities is to work together with village officials to help provide facilities and infrastructure, such as facilitating laptops for cadres.