Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi Relaksasi Benson untuk Mengatasi Stress dan Depresi Lansia ; Article Review Nuriyatul Fitriyah; Wachidah Yuniartika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48165

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stres dan depresi pada lansia di Indonesia terus meningkat seiring bertambahnya usia dan perubahan fisiologis maupun sosial yang dialami. Intervensi farmakologis seringkali memiliki risiko efek samping, sehingga diperlukan alternatif non-farmakologis yang aman dan efektif. Tujuan: Artikel review ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi relaksasi Benson dalam menurunkan stres dan depresi pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur dengan strategi pencarian pada database PubMed, ResearchGate, Garuda, dan Google Scholar untuk artikel tahun 2020–2025. Seleksi dilakukan menggunakan kriteria inklusi: populasi lansia, membahas relaksasi Benson, artikel full text, metode kuantitatif, dan publikasi tahun 2020–2025. Proses seleksi mengikuti diagram PRISMA Flow Chart 2020. Hasil: Dari 235 artikel yang disaring, sepuluh artikel kuantitatif terpilih dan dianalisis. Seluruh penelitian menunjukkan bahwa intervensi relaksasi Benson secara signifikan menurunkan tingkat stres dan depresi pada lansia, meningkatkan kualitas tidur, serta memberikan rasa tenang dan nyaman tanpa efek samping. Kesimpulan: Terapi relaksasi Benson efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk menurunkan stres dan depresi pada lansia, serta dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Terapi ini mudah diterapkan, aman, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh lansia.
Pemberian Aromaterapi Lavender pada Pasien CKD yang Menjalani Hemodialisa dengan Fatigue Novita Sabila; Arsyifa Inneza Hermoko; Fara Nabila; Nuriyatul Fitriyah; Arina Maliya; Dyan Kurniasari
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.170

Abstract

Fatigue merupakan salah satu gejala yang sering terjadi dan paling memberatkan pada pasien penyakit ginjal kronis (CKD) yang menjalani hemodialisa, dengan dampak terhadap kualitas hidup, kesehatan mental, dan kepatuhan terapi. Terapi farmakologis tidak selalu optimal menangani fatigue, intervensi non-farmakologis mulai banyak diminati karena risiko efek samping farmakoterapi jangka panjang. Aromaterapi lavender menjadi pilihan terapi komplementer karena kandungan senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate yang memiliki efek relaksasi melalui sistem saraf pusat, menurunkan kecemasan, memperbaiki kualitas tidur, dan menurunkan tingkat kelelahan. Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis efektivitas aromaterapi lavender pada penurunan fatigue pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Metode yang digunakan adalah literature review dengan melakukan pencarian database tahun 2020-2025 sehingga didapatkan 180 artikel dari tiga database yang kemudian dianalisis menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dan didapatkan sepuluh literature yang membahas dampak aromaterapi lavender pada pasien hemodialisa dengan fatigue. Hasil review menunjukkan konsistensi manfaat pemberian aromaterapi lavender, baik dengan cara inhalasi maupun massage, secara signifikan mampu menurunkan skor fatigue, menurunkan tingkat kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Efek maksimal diperoleh melalui pemberian rutin minimal 2–3 kali seminggu selama dua minggu atau lebih, khususnya jika dikombinasikan dengan edukasi kesehatan dan dukungan keluarga. Satu kali intervensi tanpa edukasi terbukti kurang optimal. Faktor seperti usia lanjut, komorbiditas, dan kurangnya edukasi memperberat gejala fatigue. Kesimpulan literature review menegaskan bahwa aromaterapi lavender merupakan intervensi komplementer yang efektif, aman, dan layak diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan berbasis bukti untuk menurunkan kelelahan pasien CKD yang menjalani hemodialisa.