Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Manajemen Diabetes Kelompok Sebaya Meningkatkan Kepatuhan Diet Dan Perawatan Mandiri Penderita Diabetes Mellitus Berbasis Aplikasi Mobile Web Zulham Efendi; Dedi Adha; Ade Putra Nanda; Afrizal Afrizal
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50700

Abstract

Kepatuhan penderita Diabetes Mellitus (DM) dalam manajemen Diabetes tidak terlepas dari faktor informasi dan teman sebaya. Walaupun sudah mendapatkan edukasi, namun edukasi yang diberikan masih belum efektif. Permasalahan ini berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah penderita DM yaitu 19,5 juta pada tahun 2021 dan diperkirakan meningkat menjadi 28,6 juta orang pada tahun 2045 di Indonesia. Kondisi ini menuntut adanya inovasi berbasis ilmiah dalam pengelolaan DM. Edukasi Manajemen DM kelompok sebaya berbasis aplikasi mobile web dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kepatuhan diet dan perawatan mandiri penderita DM. Edukasi melalui teman sebaya meningkatkan pemahaman pasien tentang instruksi dan termotivasi dengan adanya dukungan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas Edukasi Manajemen Diabetes Kelompok Sebaya Meningkatkan Kepatuhan Diet dan Perawatan Mandiri Penderita Diabetes Mellitus Berbasis Aplikasi Mobile Web. Metode Penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain quasi eksperimen menggunakan pendekatan pre dan post with control group design. Penelitian ini terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Ikur Koto Padang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan besar sampel 24 orang kelompok kontrol dan 24 orang kelompok intervensi. Analisis menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian diperoleh hasil Kepatuhan diet pasien DM kelompok intervensi dengan Mean Rank (29,21) lebih tinggi dari kelompok kontrol (19,79) dan perawatan diri pasien DM kelompok intervensi lebih tinggi dengan Mean Rank (26) lebih tinggi dari kelompok kontrol (23). Hasil uji bivariat didapatkan terdapat perbedaan bermakna kepatuhan diet (0,012) dan perawatan diri (0,04) setelah diberikan edukasi manajemen diabetes kelompok sebaya. Kesimpulan penelitian bahwa Edukasi Manajemen Diabetes Kelompok Sebaya efektif Meningkatkan Kepatuhan Diet dan Perawatan Mandiri Penderita Diabetes Mellitus Berbasis Aplikasi Mobile Web
OPTIMALISASI SARANA UJIAN DIGITAL: PENERAPAN DAN SIMULASI UJIAN CBT DI SMAN 1 SUTERA Eka Iswandy; Lilik Suhery; Feri Musharyadi; Asriwan Guci; Luxfy Roya Azmi; Ade Putra Nanda; Yani Maidelwita; Eka Putri Primasari
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol 5 No 2 (2025): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/qyx23v84

Abstract

Latar Belakang : Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan signifikan dalam sistem evaluasi pembelajaran di sekolah. Salah satu inovasi yang berkembang adalah ujian berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) yang dinilai lebih efisien, objektif, dan ramah lingkungan dibandingkan ujian berbasis kertas. Namun, penerapannya di sekolah menengah masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya pemahaman guru, serta kesiapan siswa. Menyikapi hal tersebut, tim dosen Universitas MercuBaktiJaya Padang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan fokus pada penerapan dan simulasi ujian CBT di SMAN 1 Sutera. Metode : Kegiatan dilaksanakan pada 3 September 2025 melalui tahapan observasi, persiapan sarana, pelatihan, dan simulasi ujian digital. Sebanyak 40 siswa kelas XII dan guru pendamping terlibat secara aktif dalam praktik penggunaan sistem CBT berbasis jaringan lokal. Hasil : Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesiapan guru serta siswa dalam melaksanakan ujian digital. Laboratorium komputer sekolah dapat dioptimalkan secara efektif, dan pihak sekolah menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan CBT secara berkelanjutan pada ujian selanjutnya
PENGUATAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) MELALUI EDUKASI DAN PEMBENTUKAN DOKTER KECIL DI SDN 17 GURUN LAWEH Febriyanti Febriyanti; Mitayani; Yani Maidelwita; Eka Putri Primasari; Yola Yolanda; Mira Andika; Guslinda; Lola Despitasari; Fitria Alisa; Viki Yusri; Vivi Syofia Sapardi; Nurleny; Eliwarti; Lilik Suhery; Weny Amelia; Fitri Wahyuni; Yusriana; Ade Putra Nanda
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol 6 No 1 (2026): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/rknksv34

Abstract

Latar Belakang: Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) berperan penting dalam meningkatkan kesehatan peserta didik melalui upaya promotif dan preventif. Pascabencana banjir, pelaksanaan UKS di SDN 17 Gurun Laweh mengalami kendala berupa menurunnya sanitasi lingkungan, terbatasnya fasilitas UKS, serta rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan UKS melalui edukasi kesehatan dan pembentukan dokter kecil bagi siswa dan guru sekolah dasar. Metode: Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 dengan sasaran 20 siswa dan 5 guru. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan sederhana, praktik PHBS, pendampingan pengelolaan UKS, serta pelatihan dokter kecil menggunakan metode penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap indikator capaian program. Hasil: Program meningkatkan perilaku PHBS siswa sebesar ?75%, memperbaiki sanitasi lingkungan sekolah sebesar ?80%, menurunkan keluhan kesehatan siswa sebesar ?20%, serta menurunkan tingkat kecemasan sebesar ?30%. Selain itu, ruang UKS menjadi lebih representatif dan terbentuk kader dokter kecil yang mampu mendukung pelaksanaan program kesehatan di sekolah. Kesimpulan: Edukasi kesehatan yang dipadukan dengan penguatan UKS dan pembentukan dokter kecil efektif meningkatkan kapasitas siswa dan guru dalam mewujudkan sekolah sehat serta mendukung keberlanjutan program UKS.