Desi Fitriyanti
Universitas Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Alat Pelindung Diri (APD) Oleh Tenaga Kesehatan dan Keluarga Pasien Dalam Tatalaksana Pasien Tb Di Rumah Sakit: Literature Review Desi Fitriyanti; Herniza Herniza; Siti Rahmalia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51614

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar di rumah sakit, terutama bagi tenaga kesehatan dan keluarga pasien yang sering berinteraksi dengan penderita. Salah satu cara penting untuk mencegah penularan penyakit ini adalah dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Namun, tingkat kepatuhan dalam penggunaan APD masih berbeda-beda antara satu individu dengan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau berbagai faktor yang memengaruhi kepatuhan tenaga kesehatan dan keluarga pasien dalam menggunakan APD selama perawatan pasien TB di rumah sakit. Kajian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan naratif berdasarkan tujuh artikel yang terbit antara tahun 2020–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepatuhan dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, ketersediaan APD, budaya keselamatan di rumah sakit, dan dukungan keluarga. Beberapa hambatan yang sering muncul antara lain keterbatasan fasilitas, ketidaknyamanan saat memakai APD, dan adanya stigma terhadap TB. Untuk meningkatkan kepatuhan, perlu dilakukan edukasi yang berkelanjutan, pengawasan yang konsisten, serta pembentukan budaya keselamatan di tempat kerja. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa kepatuhan dalam penggunaan APD merupakan langkah penting untuk mencegah penularan TB di rumah sakit. Kata kunci: kepatuhan, alat pelindung diri, tenaga kesehatan, keluarga pasien, tuberkulosis
Penerapan Pursed Lip Breathing di Ruangan Jasmin Rsud Arifin Achmad Pekanbaru Desi Fitriyanti; Eni Purwanti; Junaina Ridwan; Masri Rahayu Putri; Yosi Rianti; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.52631

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan hambatan aliran udara, air trapping, serta penurunan oksigenasi yang progresif. Intervensi nonfarmakologis seperti Pursed Lips Breathing (PLB) direkomendasikan untuk meningkatkan ventilasi dan saturasi oksigen. Tujuan: menganalisis dan memahami penerapan filosofi Teori Patricia Benner tentang From Novice to Expert dalam proses kredensial keperawatan. Metode penelitian: Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan durasi implementasi enam hari berturut-turut, waktu 23-28 oktober 2025 dilaksanakan di RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau Ruang Jasmin melibatkan tiga pasien PPOK yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi PLB diberikan selama 15–20 menit setiap sesi, dilakukan tiga kali sehari. Pengukuran SpO₂ dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan pulse oximeter terkalibrasi, kemudian data dicatat, dibandingkan, dan dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan harian dan keseluruhan, Hasil/temuan: adanya peningkatan konsisten pada nilai SpO₂ setelah intervensi pada seluruh pasien, dengan peningkatan harian berkisar antara 1% hingga 3%. Rata-rata SpO₂ sebelum intervensi adalah 94,39%, meningkat menjadi 96,17% setelah PLB, dengan rata-rata peningkatan sebesar 1,78%. Tidak ditemukan efek samping, dan seluruh pasien dapat mengikuti teknik PLB dengan baik. Temuan ini menegaskan bahwa PLB efektif meningkatkan oksigenasi melalui perpanjangan fase ekshalasi, pengurangan air trapping, dan peningkatan efisiensi pertukaran gas. Simpulan: PLB merupakan terapi tambahan yang sederhana, aman, dan bermanfaat bagi pasien PPOK, serta dapat diintegrasikan ke dalam asuhan keperawatan rutin untuk meningkatkan fungsi pernapasan dan kenyamanan pasien
Non-Pharmacological Interventions for Pain Management in Palliative Care Patients: A Literature Review Desi Fitriyanti; Nurul Huda; Erika Erika
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 5 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i5.2217

Abstract

Pain is one of the most prevalent symptoms experienced by palliative care patients and significantly affects their quality of life. Although various interventions have been developed, pain management remains suboptimal, particularly regarding the implementation of evidence-based non-pharmacological interventions. Therefore, a literature synthesis is needed to identify effective and practical interventions for palliative nursing care. This study aimed to identify non-pharmacological interventions for pain management in palliative care patients. This study employed a Narrative Literature Review design guided by the PRISMA framework. Articles were searched through PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases, covering publications from 2020 to 2026. The inclusion criteria included randomized controlled trials (RCTs) and quasi-experimental studies investigating the use of non-pharmacological interventions for pain management in palliative care patients. Article selection was conducted through identification, screening, and eligibility assessment stages. The data were analyzed descriptively using a narrative synthesis approach. A total of six articles meeting the inclusion criteria. The findings indicated that non-pharmacological interventions, including Progressive Muscle Relaxation (PMR), massage therapy, hot and cold compresses, and movement-based relaxation therapy, were effective in reducing pain intensity and improving the quality of life of palliative care patients. PMR demonstrated the most consistent effectiveness in reducing pain while improving sleep quality and daily functioning. Massage therapy and compress interventions also provided additional benefits by enhancing patient comfort. Non-pharmacological interventions are effective in managing pain among palliative care patients. A multimodal approach integrating both physical and psychological aspects is strongly recommended in nursing practice. PMR may be considered a primary intervention due to its effectiveness, ease of implementation, and ability to support patients' self-management of pain over the long term.