Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Qualitative and Comparative Analysis of Sharia vs. Conventional QRIS Usage Mega Zhafarina Purwono
Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jempper.v5i1.6009

Abstract

The rapid development of digital financial technology in Indonesia has been significantly shaped by the introduction of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) as a unified platform for electronic transactions. While conventional QRIS has gained widespread adoption due to its efficiency, interoperability, and institutional support, the emergence of QRIS Syariah introduces a new dimension by aligning digital payments with Islamic principles. This study employs a normative legal research method, relying on secondary sources from journals, books, and official reports, to provide a qualitative and comparative analysis of QRIS Syariah and conventional QRIS usage in Indonesia. The findings reveal that both systems share common adoption drivers, including perceived usefulness, trust, and social influence. However, QRIS Syariah adoption is uniquely characterized by religiosity and moral trust, which serve as decisive factors for consumers seeking Sharia-compliant financial practices. Conventional QRIS adoption demonstrates the importance of technological readiness, security, and behavioral incentives, while QRIS Syariah adoption highlights the need for religious legitimacy and targeted educational campaigns. The comparative analysis underscores that promoting financial inclusion in Indonesia requires a dual strategy, integrating both technological innovation and cultural-religious sensitivity. This study contributes to the discourse on digital finance by showing how religious values and ethical considerations influence consumer acceptance, offering insights for policymakers and financial institutions in designing inclusive digital ecosystems.
Pendampingan Manajemen Keuangan Keluarga dalam Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Masyarakat Desa Pangauban Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung Apriadi, Deri; Sundari, Asri; Yulianah; Kuswara, Galuh Boga; Fithriani, Merry; Laelawati, Kania; Fitriyani, Nur; Purwono, Mega Zhafarina; Rahmawanti, Alpa Alipia; Nugroho., Bintang
Berdikari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pendampingan manajemen keuangan keluarga merupakan upaya strategis dalam meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat desa. Rendahnya literasi keuangan, lemahnya perencanaan anggaran, serta tidak terbiasanya pencatatan transaksi keuangan menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh sebagian besar keluarga di Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendampingan manajemen keuangan keluarga dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan perilaku keuangan masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif melalui kegiatan observasi, wawancara, pelatihan, praktik langsung, pendampingan intensif, serta evaluasi program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pendampingan, sebanyak 76% peserta memiliki pemahaman rendah terhadap konsep dasar pengelolaan keuangan. Setelah pelaksanaan program, terjadi peningkatan signifikan pada perilaku keuangan peserta, di mana 84% peserta mulai rutin mencatat transaksi harian, menyusun anggaran sederhana, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dan dana darurat. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran dalam mengendalikan pengeluaran dan merencanakan usaha produktif skala rumah tangga. Pendampingan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi dan keterampilan keuangan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga yang dapat direplikasi di wilayah pedesaan lainnya.
Optimalisasi Pengelolaan Dana Usaha Desa melalui Penerapan Prinsip Manajemen Keuangan yang Akuntabel dan Transparan di Desa Pangauban Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung Apriadi, Deri; Sundari, Asri; Yulianah; Kuswara, Galuh Boga; Laelawati, Kania; Fithriani, Merry; Purwono, Mega Zhafarina; Fitriyani, Nur; Rahmawanti, Alpa Alipia; Nugroho, Bintang
Berdikari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pengelolaan dana usaha desa melalui penerapan prinsip manajemen keuangan yang akuntabel dan transparan di Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aparatur desa, pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana usaha desa masih menghadapi kendala dalam pencatatan dan pelaporan keuangan yang belum terstandarisasi serta keterbatasan kompetensi sumber daya manusia. Upaya optimalisasi dilakukan melalui pelatihan manajemen keuangan, pendampingan teknis, serta penyediaan format laporan keuangan yang sistematis. Penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi terbukti mampu meningkatkan kualitas pencatatan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan BUMDes. Selain itu, keterbukaan informasi keuangan mendorong peningkatan kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pengelolaan dana usaha desa. Dengan demikian, optimalisasi manajemen keuangan yang akuntabel dan transparan berperan penting dalam meningkatkan kinerja BUMDes serta mendukung pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.
PENGARUH PERSEPSI KEMUDAHAN DAN PERSEPSI KEMANFAATAN TERHADAP MINAT PENGGUNAAN APLIKASI DOMPET DIGITAL PADA UMKM TAMAN SAPARUA Eryan Akbar; Muhammad Daffa Al Halim; Mega Zhafarina Purwono
Jurnal Ekbis (Ekonomi & Bisnis) Vol 14 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/ekbis.v14i1.2972

Abstract

persepsi kemanfaatan terhadap minat penggunaan aplikasi dompet digital pada pelaku UMKM di kawasan Taman Saparua, Bandung. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif desain eksplanatori, pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur dengan teknik sampling jenuh yang menghasilkan 50 pelaku UMKM sebagai responden. Analisis data dilakukan menggunakan analisis Regresi Linear Berganda melalui software IBM SPSS 25. Hasil penelitian pada uji t parsial menunjukkan bahwa persepsi kemudahan memiliki koefisien regresi sebesar 0,023 dengan nilai signifikansi 0,843 (> 0,05), yang berarti tidak berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan aplikasi. Sebaliknya, persepsi kemanfaatan memiliki koefisien regresi sebesar 0,727 dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap minat penggunaan. Secara simultan, hasil uji F (F = 27,875, p = 0,000) mengonfirmasi bahwa kedua variabel independen bersama-sama memengaruhi minat penggunaan dompet digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat pelaku UMKM dalam mengadopsi fintech di lingkungan semi-formal dengan mobilitas tinggi lebih didorong oleh nilai manfaat ekonomi dan operasional yang nyata (persepsi kemanfaatan) alih-alih sekadar kemudahan teknis, sebagai bentuk strategi bertahan hidup (survival strategy) di tengah tuntutan pasar era digital. Kata kunci : Technology Acceptance Model, Persepsi Kemudahan, Persepsi Kemanfaatan, Minat Penggunaan, UMKM.
Pengaruh Gaya Hidup Cashless dan Literasi Keuangan Digital terhadap Intensitas Penggunaan Seabank pada Generasi Z Trisa Anidia; Agni Mauliani Mutmainnah; Mega Zhafarina Purwono
Jurnal Ilmiah Manajemen Muhammadiyah Aceh Vol. 16 No. 1 (2026): Edisi Januari - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jimma.v16i1.57

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya hidup cashless dan literasi keuangan digital terhadap intensitas penggunaan SeaBank pada Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pengguna SeaBank dari kelompok Generasi Z yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis melalui regresi linier berganda dengan pengujian asumsi klasik serta pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup cashless berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensitas penggunaan SeaBank. Sebaliknya, literasi keuangan digital berpengaruh signifikan dengan arah negatif, yang menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman keuangan digital, semakin selektif dan rasional pengguna dalam memanfaatkan layanan perbankan digital. Secara simultan, gaya hidup cashless dan literasi keuangan digital berpengaruh terhadap intensitas penggunaan SeaBank. Temuan ini menegaskan bahwa kebiasaan transaksi non-tunai mendorong penggunaan layanan bank digital, sementara literasi keuangan digital berperan dalam membentuk perilaku penggunaan yang lebih terukur dan bijak.
Peran literasi keuangan digital, persepsi risiko,dan kepercayaan dalam perilaku transaksi digital QRIS: Systematic literatur review Linda Marlina; Chalsa Zulfa Lutfhiyyah; Mega Zhafarina Purwono
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1238

Abstract

Tujuan – Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran literasi keuangan digital, pandangan terhadap risiko, dan tingkat kepercayaan dalam aktivitas transaksi digital dengan menggunakan Kode Respons Cepat Standar Indonesia (QRIS) melalui lensa Model Penerimaan Teknologi (TAM). Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menerapkan metode tinjauan literatur sistematis (SLR) yang mengikuti pedoman PRISMA dan menggunakan basis data seperti Google Scholar, DOAJ, dan Garuda untuk periode 2023 hingga 2026. Dari total 42 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 31 artikel memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam analisis. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan digital dan kepercayaan berkontribusi positif terhadap pemakaian QRIS, sementara pandangan terhadap risiko menunjukkan dampak negatif. Dalam konteks TAM, ketiga elemen ini mempengaruhi penerimaan teknologi lewat persepsi mengenai manfaat dan kemudahan penggunaannya. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada artikel-artikel yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan dan berfokus pada tiga variabel utama. Implikasi – Hasil penelitian ini memberikan implikasi untuk kemajuan lebih lanjut dalam studi TAM serta peningkatan pemanfaatan QRIS. Kebaruan – Kebaruan dari penelitian ini terletak pada sintesis yang menyeluruh mengenai literasi keuangan digital, pandangan terhadap risiko, dan kepercayaan dalam konteks penggunaan QRIS.
Pengaruh Pengaruh Self-control dan Intensitas Penggunaan E-wallet terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Mahasiswa: Perspektif Frictionless Payment Melda Dea Safitri; Nurul Aini; Mega Zhafarina Purwono
Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis (JEMB) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jemb.v5i1.4827

Abstract

With the introduction of e-wallets, student purchasing patterns are evolving in tandem with advancements in digital payment technology. The convenience of transactions provided by seamless payment systems may have an impact on students' money management habits, particularly if they lack sufficient self-control. . Therefore, more research is required to ascertain how students' financial management practices are influenced by their amount of e-wallet usage and self-control. This study aims to investigate the impact of self-control. , the level of digital wallet usage, and the combined effect of these two factors on students' financial management behavior from the standpoint of frictionless payments. This study uses a quantitative methodology with an explanatory research approach and a cross-sectional design. Students who actively utilize e-wallets for everyday transactions make up the research population. One hundred respondents were chosen as the sample using purposeful sampling. Primary data was gathered using a Likert-scale questionnaire, and multiple linear regression analysis was performed using IBM SPSS Statistics 25. Additionally, these two factors have a positive and significant influence when combined, with an F-value of 55.103 and a significance level of 0.000. The results of this study show that self-control.  has a favorable and significant impact on students' financial management behavior, with a t-value of 7.078 and a p-value of 0.000. The frequency of e-wallet use also has a positive and substantial impact, with a t-value of 3.996 and a significance level of 0.000.
Representation of Bank Emok's Identity and Social Capital in Urban Communities in West Java, Indonesia Aiman Fawwaz Syaukah; Yulianah Yulianah; Annisa Karuniawati; Muhamad Dicky Satria; Setty Nurjannah; Mega Zhafarina Purwono
Advances in Community Services Research Vol. 4 No. 2 (2026): March - August
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/acsr.v4i2.898

Abstract

Purpose: This study examines how identity representation and social capital mechanisms operate within Bank Emok practices among urban communities in West Java. Research Method: A descriptive qualitative approach was employed. Data were collected through participant observation during weekly Bank Emok meetings and in-depth interviews with active borrowers, joint liability group leaders, and community leaders. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, with support from source and method triangulation. Results and Discussion: The findings indicate that Bank Emok functions not only as an informal financial mechanism but also as a sociocultural institution. The emok practice facilitates the construction of collective identities among women facing similar economic pressures. Trust, social networks, and reciprocity enable access to credit through joint liability arrangements while simultaneously generating social obligations and pressures. Implications: Strengthening financial literacy and expanding inclusive formal financial services are necessary to address urban women's financial needs. Originality: This study integrates identity representation and Putnam's social capital framework to explain Bank Emok as both a financial and sociocultural phenomenon.