Program pendampingan manajemen keuangan keluarga merupakan upaya strategis dalam meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat desa. Rendahnya literasi keuangan, lemahnya perencanaan anggaran, serta tidak terbiasanya pencatatan transaksi keuangan menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh sebagian besar keluarga di Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendampingan manajemen keuangan keluarga dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan perilaku keuangan masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif melalui kegiatan observasi, wawancara, pelatihan, praktik langsung, pendampingan intensif, serta evaluasi program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pendampingan, sebanyak 76% peserta memiliki pemahaman rendah terhadap konsep dasar pengelolaan keuangan. Setelah pelaksanaan program, terjadi peningkatan signifikan pada perilaku keuangan peserta, di mana 84% peserta mulai rutin mencatat transaksi harian, menyusun anggaran sederhana, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dan dana darurat. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran dalam mengendalikan pengeluaran dan merencanakan usaha produktif skala rumah tangga. Pendampingan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi dan keterampilan keuangan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga yang dapat direplikasi di wilayah pedesaan lainnya.