Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

An Attitude in Appraisal Analysis of Interrogator–Suspect Interaction in Indonesia Ramadani Ramadani; Amin Basri; Prima Yanti Siregar; Heridayani Heridayani; Nurima Rizki Dongoran; Asri Sanusi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8538

Abstract

This study aimed to analyse the interpersonal strategies in appraisal system particularly in attitude used by interrogator and suspects during police interrogations in Indonesia. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data consisted of interrogation exchanges between interrogator and five theft suspects, collected through recording, observation, and note-taking techniques. Data analysis was conducted using appraisal theory within a Systemic Functional Linguistics (SFL) framework, focusing on the attitude categories (affect, assessment, and appreciation). The results indicate that the affect (feeling) category was the most dominant, primarily used by suspects to express their emotional states. Meanwhile, interrogator predominantly used appraisal (assessment) to shape the suspects' behaviour. These findings suggest a strong power relationship in the interrogation interaction, with interrogator acting as the controlling and enabling party, while the suspects were emotionally distressed. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi interpersonal dalam sistem penilaian, khususnya sikap yang digunakan oleh penyidik dan tersangka selama interogasi polisi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data terdiri dari pertukaran interogasi antara penyidik dan lima tersangka pencurian, yang dikumpulkan melalui teknik perekaman, observasi, dan pencatatan. Analisis data dilakukan menggunakan teori penilaian dalam kerangka Linguistik Fungsional Sistemik (SFL), dengan fokus pada kategori sikap (afek, penilaian, dan apresiasi). Hasil menunjukkan bahwa kategori afek (perasaan) adalah yang paling dominan, terutama digunakan oleh tersangka untuk mengekspresikan keadaan emosional mereka. Sementara itu, penyidik sebagian besar menggunakan penilaian (assessment) untuk membentuk perilaku tersangka. Temuan ini menunjukkan hubungan kekuasaan yang kuat dalam interaksi interogasi, dengan penyidik bertindak sebagai pihak pengendali dan pendukung, sementara tersangka mengalami tekanan emosional.
Pelatihan English for Tourism bagi Pelaku UMKM di Kawasan Wisata Kota Medan untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dengan Wisatawan Mancanegara Khairani, Ade Irma; Dongoran, Nurima Rizki; Adelita, Devika; Hasibuan, Ibnu Ajan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli Vol. 4 No. 1 (2025): Agustus, Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli
Publisher : Marcha Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/nauli.v4i1.402

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi kompetensi penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada wisatawan mancanegara. Namun, pelaku UMKM di kawasan wisata Kesawan City Walk, Kota Medan, masih menghadapi keterbatasan dalam menggunakan bahasa Inggris praktis saat melayani pelanggan asing. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris pelaku UMKM melalui pelatihan English for Tourism. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning yang meliputi analisis kebutuhan, penyusunan modul, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 25 pelaku UMKM dengan metode pembelajaran berupa ceramah interaktif, diskusi, simulasi (role play), praktik percakapan, serta pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan sebagai media latihan mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, dan angket kepuasan peserta. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 58,4 menjadi 84,7 atau naik sebesar 26,3 poin. Tingkat kepuasan peserta mencapai 94%, disertai peningkatan kepercayaan diri dalam menyapa wisatawan, menjelaskan produk, memberikan informasi harga, dan menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris sederhana. Pelatihan English for Tourism terbukti efektif meningkatkan kompetensi komunikasi pelaku UMKM serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan wisata dan daya saing UMKM di Kota Medan.