Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Frasa Nomina pada Berita Terpopuler Kompas tentang Tuntutan 17+8 Rahmadhani Danar Pramesti; Latifatul Ni'mah; Suffi Nurus Safrin; Rayna Amalia Putri; Naila Salma; Asep Purwo Yudi Utomo; Amilia Buana Dewi Islamy; Riyadi Widhiyanto
Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa Vol. 3 No. 1 (2026): Februari : Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/dilan.v3i1.2910

Abstract

This study examines Ad-Dakhil in Tafsir Al-Azhar by Buya Hamka, focusing on Israiliyyat narrations found in the interpretation of Qur’anic narrative verses in Juz 1–10. The research is motivated by the position of Israiliyyat as a form of infiltration (ad-dakhil) in Qur’anic exegesis that may affect the objectivity of interpretation, particularly in contemporary tafsir works. This study aims to identify the distribution of Israiliyyat narrations, classify their thematic patterns, and determine the status of each narration based on the critical framework of ad-dakhil fi at-tafsir. This research employs a qualitative library-based approach. The primary source is Tafsir Al-Azhar by Buya Hamka (Gema Insani, 2017), supported by classical and contemporary tafsir literature as well as scholarly works on Israiliyyat. Data were analyzed using the theory of ad-dakhil fi at-tafsir, classifying narrations into three categories: accepted (maqbul), rejected (mardud), and suspended (tawaqquf). The findings reveal seventeen Israiliyyat narrations scattered throughout Juz 1–10, originating from the Old Testament, the New Testament, Wahb bin Munabbih, ‘Abdullah ibn Mas‘ud, and Tafsir Ibn Kathir. These narrations fall into nine major themes, including the creation and origin of humanity, the story of Prophet Adam and his descendants, Prophet Ibrahim, Prophet Ya‘qub, Prophet Musa and Bani Israil, Prophet Sulaiman, Prophet Zakariya, Prophet ‘Isa and his people, as well as accounts of previous nations. Of these seventeen narrations, eleven are classified as rejected (mardud), five as tawaqquf, and one as accepted (maqbul). These results emphasize the necessity of critical engagement with Israiliyyat narrations in tafsir literature to preserve the integrity of Qur’anic interpretation.
Tindak Tutur Ekspresif dalam Serial "Cerita dari Ruang IGD" pada Kanal YouTube Radityadika Desvita Nindya Hardiyani Putri; Suffi Nurus Safrin; Nabila Khairunnisa’ Alyamanda; Farah Ilma Jauhara; Dika Rosyiiddien Suryana; Asep Purwo Yudi Utomo; Junifer Siregar; Riyadi Widhiyanto
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus: CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/cendekia.v6i3.9631

Abstract

Bahasa memainkan peran penting dalam komunikasi manusia karena tidak hanya menyampaikan makna literal tetapi juga mencerminkan niat, emosi, dan sikap pembicara dalam konteks tertentu. Di era digital, penggunaan bahasa berkembang melalui media seperti podcast YouTube, salah satunya adalah serial "Cerita dari Ruang IGD" di saluran Raditya Dika. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan bentuk tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam serial tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatis. Data berupa ujaran dalam tiga video podcast dikumpulkan melalui mendengarkan dan mencatat, kemudian dianalisis menggunakan metode pencocokan ekstralingual. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis tindak tutur: lokusioner, ilokusioner, dan perlokusioner, dengan dominasi tindak tutur ilokusioner, terutama yang ekspresif. Sebanyak 44 data tindak tutur ekspresif ditemukan, terdiri dari sembilan bentuk: memuji, mengeluh, berterima kasih, terkejut, meminta maaf, mengkritik, gembira, cemas, dan berharap, dengan bentuk yang paling dominan adalah memuji. Tindakan tutur ini berfungsi untuk mengekspresikan empati, emosi, dan pengalaman profesional tenaga medis secara komunikatif dan humanistik. Penelitian ini bermanfaat untuk memperkaya studi pragmatik, khususnya dalam memahami penggunaan tindakan tutur ekspresif dalam media digital, dan memberikan wawasan tentang pentingnya mengelola emosi dalam komunikasi publik.