Bahasa memainkan peran penting dalam komunikasi manusia karena tidak hanya menyampaikan makna literal tetapi juga mencerminkan niat, emosi, dan sikap pembicara dalam konteks tertentu. Di era digital, penggunaan bahasa berkembang melalui media seperti podcast YouTube, salah satunya adalah serial "Cerita dari Ruang IGD" di saluran Raditya Dika. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan bentuk tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam serial tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatis. Data berupa ujaran dalam tiga video podcast dikumpulkan melalui mendengarkan dan mencatat, kemudian dianalisis menggunakan metode pencocokan ekstralingual. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis tindak tutur: lokusioner, ilokusioner, dan perlokusioner, dengan dominasi tindak tutur ilokusioner, terutama yang ekspresif. Sebanyak 44 data tindak tutur ekspresif ditemukan, terdiri dari sembilan bentuk: memuji, mengeluh, berterima kasih, terkejut, meminta maaf, mengkritik, gembira, cemas, dan berharap, dengan bentuk yang paling dominan adalah memuji. Tindakan tutur ini berfungsi untuk mengekspresikan empati, emosi, dan pengalaman profesional tenaga medis secara komunikatif dan humanistik. Penelitian ini bermanfaat untuk memperkaya studi pragmatik, khususnya dalam memahami penggunaan tindakan tutur ekspresif dalam media digital, dan memberikan wawasan tentang pentingnya mengelola emosi dalam komunikasi publik.