Abstrak: Penggunaan pestisida oleh petani berisiko tinggi menyebabkan paparan bahan kimia secara langsung yang dapat memicu penyakit, salah satunya hipertensi. Hal ini disebabkan masih banyak petani memakai alat pelindung diri (APD) tidak secara lengkap. Implementasi penggunaan APD di lapangan pun kerap terabaikan karena beberapa faktor, salah satunya kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya APD dan cara pemakaiannya yang tepat. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk mengedukasi pentingnya penggunaan APD bagi petani guna mencegah dampak negatif dari paparan pestisida jangka panjang. Metode yang digunakan meliputi edukasi langsung serta pemeriksaan kesehatan sederhana, seperti pengukuran tensi darah, glukosa darah sewaktu, dan asam urat. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada 29 Agustus 2025 dengan peserta sebanyak 35 petani. Evaluasi dalam kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan wawancara yang disertai edukasi oleh Tim Pengabdi. Hasilnya, masih cukup banyak petani yang menggunakan APD tidak lengkap bahkan tidak menggunakan APD saat bekerja. Hasil ini mendukung hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan mayoritas petani mengalami hipertensi (51,4%), meskipun kadar saturasi oksigen normal (100%), kadar GDS normal (91,4%) dan kadar asam urat normal (54,3%). Setelah diberikan edukasi dan melihat secara langsung hasil pemeriksaan kesehatan, para petani memahami pentingnya penggunaan APD bagi kesehatan serta akan menggunakan APD yang telah dibagikan saat bekerja di lahan pertanian.Abstract: The use of pesticides by farmers carries a high risk of direct exposure to chemical substances which can trigger diseases one of which is hypertension. This is because a large number of farmers still do not fully or appropriately wear personal protective equipment (PPE). One of the many reasons why PPE usage in the field is frequently overlooked is a lack of awareness regarding the significance of PPE and how to use it properly. This community service project aims to inform farmers on the value of personal protective equipment (PPE) in preventing the harmful effects of prolonged pesticide exposure. The methods used include direct education and basic health checks, such as blood pressure measurement, random blood glucose level testing, and uric acid level testing. This activity was conducted at Sigi Biromaru, Sigi Regency, Central Sulawesi, on August 29, 2025, with 35 participating farmers. The evaluation conducted during this activity, in addition to health checks, also included interviews and educational sessions by the Community Service Team. The results revealed that a significant number of farmers were still using incomplete or no PPE while working. This finding supports the health checks, which showed that the majority of farmers had hypertension (51.4%), despite normal oxygen saturation levels (100%), normal blood glucose levels (91.4%), and normal uric acid levels (54.3%). After being educated and seeing the results of the health checks firsthand, the farmers understood the importance of using PPE for their health and will use the PPE that has been distributed when working on agricultural land.