Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta membandingkan teori behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme dalam konteks pembelajaran abad ke-21 di Indonesia melalui pendekatan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap 30 artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan ketiga teori belajar tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa behaviorisme berkontribusi pada pembentukan perilaku belajar, disiplin akademik, dan kebiasaan belajar yang terstruktur, termasuk dalam konteks pembelajaran digital. Kognitivisme berperan penting dalam pengembangan proses berpikir, pemahaman konseptual, regulasi diri, serta pengelolaan beban kognitif siswa. Sementara itu, konstruktivisme memberikan kontribusi signifikan terhadap pembelajaran kolaboratif, kreatif, dan berbasis pengalaman nyata melalui model pembelajaran aktif seperti project-based learning dan problem-based learning. Sintesis literatur menegaskan bahwa tidak ada satu teori belajar yang mampu menjawab seluruh kebutuhan pembelajaran abad ke-21 secara mandiri. Oleh karena itu, integrasi behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme secara proporsional dan kontekstual menjadi pendekatan pedagogis yang paling relevan bagi pengembangan pembelajaran abad ke-21 di Indonesia.