p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pesona Nusantara
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Kolaboratif Kampus, Pemerintah dan Sekolah Melalui Edukasi Bersama dalam Pendeteksian dan Pencegahan LGBTQ di Lingkungan SMAN 1 Siak Yahya, MHD. Rafi; Anugerah, M. Fajar; Abdullah Adhha; Ardian Adi Putra; Risyam, Ghania Hafeeza; Saputra, Muhamad Ibra; Sari, Reska Permata; Arni, Salwa Nazifa; Shelvi, Shelvi
Jurnal Pesona Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Vol.2 No.1 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/peson.v2i1.27

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa-siswi melalui penyuluhan dan sosialisasi mengenai pencegahan perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ) kepada siswa-siswi SMAN 1 Siak. Latar belakang kegiatan ini berakar pada meningkatnya pengaruh media sosial dan lingkungan pergaulan yang berpotensi mendorong perilaku menyimpang di kalangan remaja saat ini. Dalam konteks ini, pencegahan perilaku LGBTQ di lingkungan sekolah menjadi isu yang sangat relevan untuk ditangani secara kolaboratif. Program ini dilaksanakan melalui kemitraan antara kampus, pemerintah, dan sekolah, yang memungkinkan terwujudnya pendekatan edukatif yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan terdiri dari ceramah interaktif yang dipadukan dengan diskusi kelompok dan sesi tanya jawab, yang bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif siswa. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test guna mengukur tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada seluruh indikator, dengan skor pre-test berada pada rentang 4,08–4,66 yang meningkat pada post-test menjadi 4,54–4,81. Peningkatan paling signifikan terjadi pada aspek kesadaran siswa terkait konten media sosial dan kemampuan untuk menampilkan sikap sesuai dengan nilai agama dan budaya. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan berbasis interaktif yang dilaksanakan secara kolaboratif dapat efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap preventif siswa terhadap bahaya LGBTQ di lingkungan sekolah.
Membangun Kesadaran dan Literasi Digital dalam Upaya Penguatan Deteksi Dini dan Pencegahan Bullying di Lingkungan SMAN 1 Siak Yahya, MHD. Rafi; Anugerah, M. Fajar; Aden, Dimas Ashari Septa; Risyam, Ghania Hafeeza; Saputra, Muhamad Ibra; Sari, Reska Permata
Jurnal Pesona Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Vol.2 No.1 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/peson.v2i1.28

Abstract

Bullying dan pelecehan anak merupakan masalah serius yang masih sering terjadi di lingkungan pendidikan, baik secara langsung maupun melalui media digital. Seharusnya, sekolah dapat berperan sebagai penggerak utama dalam menghilangkan fenomena tersebut. Dampak yang ditimbulkan oleh bullying mencakup aspek psikologis, sosial, dan akademik siswa, sehingga memerlukan pendekatan pencegahan yang terstruktur, sistematis, dan kolaboratif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui program kolaboratif yang melibatkan kampus, pemerintah, dan sekolah, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan siswa SMAN 1 Siak dalam mendeteksi dan mencegah bullying. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi pendeteksian dini, serta sosialisasi tentang regulasi perlindungan anak yang relevan dengan konteks kekinian. Evaluasi efektivitas dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test yang mengukur sembilan indikator pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator, dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman penggunaan fitur pelaporan di media sosial (dari 3,62 menjadi 4,73) dan kesadaran untuk tidak menyebarkan foto atau video tanpa izin (dari 3,89 menjadi 4,37). Selain itu, keterlibatan guru, orang tua, dan pemangku kepentingan eksternal turut memperkuat mekanisme deteksi dini dan penanganan kasus bullying. Program ini efektif dalam memperkuat literasi digital, meningkatkan kesadaran hukum, serta membangun budaya sekolah yang aman, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.