Bullying dan pelecehan anak merupakan masalah serius yang masih sering terjadi di lingkungan pendidikan, baik secara langsung maupun melalui media digital. Seharusnya, sekolah dapat berperan sebagai penggerak utama dalam menghilangkan fenomena tersebut. Dampak yang ditimbulkan oleh bullying mencakup aspek psikologis, sosial, dan akademik siswa, sehingga memerlukan pendekatan pencegahan yang terstruktur, sistematis, dan kolaboratif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui program kolaboratif yang melibatkan kampus, pemerintah, dan sekolah, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan siswa SMAN 1 Siak dalam mendeteksi dan mencegah bullying. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi pendeteksian dini, serta sosialisasi tentang regulasi perlindungan anak yang relevan dengan konteks kekinian. Evaluasi efektivitas dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test yang mengukur sembilan indikator pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator, dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman penggunaan fitur pelaporan di media sosial (dari 3,62 menjadi 4,73) dan kesadaran untuk tidak menyebarkan foto atau video tanpa izin (dari 3,89 menjadi 4,37). Selain itu, keterlibatan guru, orang tua, dan pemangku kepentingan eksternal turut memperkuat mekanisme deteksi dini dan penanganan kasus bullying. Program ini efektif dalam memperkuat literasi digital, meningkatkan kesadaran hukum, serta membangun budaya sekolah yang aman, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.