Articles
Peningkatan Pengetahuan Lansia tentang Kesiapsiagaan Bencana Nasional Covid-19 di Desa Rumpa Kecamatan Mapili Kabupaten Polman
Fredy Akbar K;
Hamdan Nur;
Agustan, Idawati;
Dinda Cendana Wangi
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (771.801 KB)
|
DOI: 10.33860/pjpm.v2i1.247
Upaya memutuskan mata rantai penyebaran corona virus dan mengurangi jumlah korban, dilakukan melalui beberapa kebijakan dan kegiatan baik dari sector pemerintahan maupun sektor kesehatan, diantaranya proses belajar di rumah, pembatasan aktivitas diluar rumah, kegiatan ibadah didalam rumah, dan bekerja harus dirumah ditutupnya akses jalan dalam kurun waktu tertentu, pembatasan jam transportasi beropasi, pembatasan jumlah transportasi dan karantina kesehatan serta kewajiban rapid tes saat akan bepergian keluar provinsi. Namun perlunya pengetahuan lebih mengenai Covid-19 sangat diperlukan terkhususnya bagi lansia yang merupakan kelompok rentan terpapar corona virus. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memahami karakteristik lansia yang hadir dalam kegiatan tersebut dan meningkatkan pengetahuan Lansia mengenai kesiapsiagaan bencana Covid-19. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi. Jumlah peserta sebanyak 20 orang dan dilaksanakan di aula assamalewuang desa Rumpa. Hasil yang diperoleh karakteristik peserta pengabdian masyarakat adalah sebagai berikut: usia peserta berkisar 63 sampai dengan 80 tahun dan tingkat pendidikan antara SD dan SMP. Rerata nilai pretest adalah 68,5 dan Rerata nilai posttest 89. Terjadi peningkatan nilai rerata skor 20,5, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian pengetahuan dapat meningkatkan pengetahuan Lansia mengenai kesiapsiagaan bencana Covid-19.
Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu Lansia di Kecamatan Wonomulyo
Fredy Akbar;
Darmiati Darmiati;
Farmin Arfan;
Andi Ainun Zanzadila Putri
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 2 (2021): April, Pages 161-458
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i2.282
Lanjut usia (lansia) adalah orang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas yang mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa,dan bernegara. Indonesia akan mengalami peningkatan jumlah warga lansia sebesar 41,4% yang merupakan sebuah peningkatan tertinggi di dunia. Salah satu upaya pemerintah dan penyelanggaraan upaya kesehatan antara lain adalah dengan mengadakan posyandu lansia. Tim pengabdian menawarkan beberapa solusi terkait kesehatan lansia di Kecematan Wonomulyo mengenai kualitas hidup pada lansia dan cara-cara yang dapat dilakukan agar masyarakat dapat hidup di usia senja dan berkualitas. Lansia melalui aktivitas mulai dari penyuluhan sampai dengan dilaksanakanya aktivitas bagi lansia di kecamatan wonomulyo,peningkatan pengetahuan kader dilakukan melalui Metode pemberian pengetahuan (ceramah dan diskusi) penyegaran tentang pemberdayaan kader, evaluasi kegiatan dilakukan dengan melalui pretest dan posttes. Pada tahap pretest awal didapati nilai rata-rata 7,5 dan setelah dilakukan penyuluhan didapati rata-rata nilai posttest 9 dari hasil yang didapatkan mengalami peningkatan sebesar 1,5. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan kader kesehatan posyandu lansia.
Penyuluhan Napza pada Remaja Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar
Idawati Ambohamsah;
Fredy Akbar;
Herliana Herliana
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 6 (2021): December Pages 1257-1486
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i6.477
NAPZA singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan aktif lainya. narkotika dan psikotropika jika digunakan dengan baik dan benar akan memberikan manfaatnya bagi pasien melalui resep dokter sebagai anestesi dan penenang pasien. Penyalahgunaan NAPZA di Indonesia sudah meluas merupakan tindak kejahatan yang sudah memakan banyak korban dan menyebabkan bencana berkepanjangan bagi manusia. Tujuan kegiatan penyuluhan ini adalah remaja mampu memahami bahaya penyalahgunaan narkoba, remaja yang awalnya memiliki pemahaman yang rendah diharapkan melalui penyuluhan ini semakin memiliki pemahaman yang meningkat terkait bahaya narkoba, mengarahkan generasi muda kepada hal yang positif dan mengurangi penyebaran narkoba khususnya di Desa Rumpa. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi. Kegiatan ini dilakukan di Desa Rumpa Kecamatan Mapilli pada tanggal 12 Januari 2020. Dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Setelah dilakukan penyuluhan dan pemberian materi tingkat pengetahuan remaja mengenai bahaya penyalahgunaan napza meningkat. Hal ini dapat dilihat melalui kategori hasil kuesioner. Lebih dari 20 peserta dapat menjawab dengan sangat baik yang menunjukkan 73% tingkat pengetahuan remaja meningkat, sedangkan sebelum dilakukan penyuluhan tingkat pengetahuan remaja masih kurang, lebih dari 20 peserta menjawab pertanyaan dengan kategori kurang sebanyak 16%.
Faktor Determinan Yang Mempengaruhi Terjadinya Gizi Kurang Pada Balita Di Kabupaten Polewali Mandar
Fredy Akbar K
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2018): J-Kesmas Volume 4, Nomor 2, Nopember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35329/jkesmas.v4i2.251
Status gizi kurang dan gizi buruk memberi konstribusi terhadap angka kematian balita, dimana angka kematian balita (AKABA) yang tertinggi di Indonesia adalah Sulawesi Barat yaitu 96 per 1.000 kelahiran hidup (Kemenkes 2014). Dinas kesehatan Kabupaten Polewali Mandar melaporkan selama tahun 2015 balita yang mengalami gizi kurang sebanyak 1.186 balita kasus pada laki-laki sebanyak 590 balita dan kasus pada perempuan sebanyak 596 balita dan Puskesmas yang paling tinggi angka gizi kurangnya yaitu Puskesmas Pambusuang sebesar 143 balita. Gizi menjadi bagian yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, Apabila seorang anak terkena difisiensi gizi maka kemungkinan besar anak akan mudah terkena infeksi Oleh karena itu diperlukan suatu identifikasi melalui penelitian dengan tujuan untuk mengetahui apakah pendidikan, pemberian makan, dan pendapatan mempengaruhi terjadinya gizi kurang pada balita agar kita dapat keluar dari masalah gizi. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling yang memenuhi kriteria penelitian sebanyak 80 orang. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan rendah berpengaruh terhadap terjadinya gizi kurang dimana nilai X2 hitung > X2 tabel (4,406 > 3,841), Pemberian makan Ibu yang kurang berpengaruh terhadap terjadinya gizi kurang pada balita hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik nilai X2 hitung > X2 tabel (21,607 > 3,841), Sedangkan berdasarkan hasil penelitian Pendapatan keluarga tidak berpengaruh terhadap terjadinya gizi kurang pada balita hal ini terlihat dari hasil uji statistik nilai X2 hitung < X2 tabel (1,667 < 3,841).
The Effectiveness of The Group Counseling Towards Motivation to Heal in Initiates in Drug Abuse Case
Nurul Aeni;
Irfan Irfan;
Fredy Akbar K
Indonesian Contemporary Nursing Journal Volume 6 No. 1 Agustus 2021
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20956/icon.v6i1.12331
Introduction: Drug convicts who do not receive rehabilitation tend to have low motivation to recover and stop drug abuse. Handling in an effort to increase the motivation of prisoners to recover from drug abuse is through the group counseling method. Group counseling provides encouragement and motivation to make changes in individuals. This type of research uses a one group pre-post test research design to compare the motivation recover before and after group counseling. Sampling in this study were prisoners of drug abuse cases, with a sample size of 20 people. Methods: The sampling technique was non-random sampling, namely purposive samling. The data was collected using a questionnaire, the result of statistical tests were carried out by the normality test, then the date were analyzed using the paired T test. The analysis result showed that the value of P=0.000 (P <0,05). Result: So it can be concluded that there is a diffrence in motivation recover before group counseling after group counseling is done. This means that there is an influence of group counseling on the motivation to recover in prisoners of drug abuse cases at the Class II B Rutan in Majene. Conclusions: It is hoped that the state prisoners will further improve the quality of services and coaching activities for inmates with drug abuse cases and can apply guidance knowledge and group counseling to increase motivation. To recover in prisoners of drug abuse cases.
PENGALAMAN PENGASUH DALAM MERAWAT LANSIA DENGAN PENYAKIT KRONIS REMATIK DI WILAYAH JANGKAUAN LKS LU MANDAR INDONESIA DI DESA BUKU
Fredy Akbar;
Hamdan Nur;
Hardika Hardika
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 10, No 1 (2022): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (334.387 KB)
|
DOI: 10.14710/jkm.v10i1.31883
The aging process is a life cycle characterized by the decline in various organ functions in the body which is marked by the susceptibility of the body to various disease attacks. As for these changes affect the deterioration of physical health which in turn will affect susceptibility to disease. Rheumatic disease and joint inflammation are common diseases in the community, especially in people aged 40 years and over. More than 40 percent of these age groups suffer from complaints of joint and muscle pain. This study aims to determine the experience of caregivers in caring for the elderly with chronic rheumatic disease in Buku Village, Mapilli sDistrict, Polewali Mandar Regency, West Sulawesi Province. . The method used in this sresearch is this research using qualitative research where this research is a method of inquiry to find answers to the elderly. The sample was 20 elderly respondents who were made as respondents. The results of the study were based on the results of the research on the understanding of caregivers in caring for the elderly with chronic rheumatic disease, there were 20 respondents who did the research.The results were the understanding of caregivers in caring for the elderly who lacked understanding as many as 2 people (10%) and good understanding of caregivers as much as 18 people (90%).
MODIFIKASI MAKANAN UNTUK MENINGKATKAN GIZI BALITA DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Fredy Akbar K;
Idawati Ambohamsah;
Rezki Amelia
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 12 No. 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (151.882 KB)
|
DOI: 10.34035/jk.v12i1.614
Penanggulangan balita gizi kurang dilakukan dengan cara modifikasi makanan atau berubah bentuk dan rasa makanan dari yang kurang menarik menjadi lebih menarik dan menampilkan bentuk yang lebih bagus dari aslinya.pemenuhan gizi pada balita berkaitan erat pada fungsi keluarga,dengan demikian keluarga mempunyai peran penting dalam praktik pemenuhan gizi balita. Adapun upaya atau strategi yang akan dilakukan penulis yaitu melakukan intervensi pendekatan dengan menggunakan system family Center Care kepada keluarga dalam melakukan kalaborasi guna memenuhi gizi pada balita secara mandiri yaitu melakukan modifikasi makanan balita. Berdasarkan hasil pemantauan Gizi tahun 2017 presentase gizi kurang Provinsi Sulawesi Barat balita sebesar 19,9% Dari 6 kabupaten di Sulawesi Barat Kabupaten Polewali Mandar berada pada posisi 4. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk melakukan modifikasi makanan pada balita untuk mengurangi prevalensi gizi kurang pada balita, dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan design quasi eksperimental dan menggunakan lembar observasi guna mengetahui faktor yang menjadi masalah gizi pada balita penelitian ini digunakan karena peneliti mengelompokkan anggota sampel dan dibagi kedalam dua kelompok dengan perlakuan yang berbeda yaitu kelompok perlakuan dan kelompok control. Penelitian dilakukan di Desa Rumpa dan Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Waktu penelitian dimulai pada tanggal 27 Juli dan 05 September 2020. Data diolah dengan menggunakan analisis data uji statistic Chi Squart dengan tingkat signifikan p<0,05 dan jumlah responden sebanyak 70 orang dengan masing-masing kelompok berjumlah 35 orang. Hasil penelitian pada kelompok perlakuan mengalami perubahan yang signifikan sedangkan pada kelompok control tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Malnutrition is still one of the main public health problems in Indonesia,The prevalence of malnutrition in Indonesia is still quite high. Based on the results of nutrition monitoring in 2017 the percentage of undernutrition in West Sulawesi Province under five was 19.9% ??of 6 district in West Sulawesi Polewali Mandar district is in position 4. Objectives This research was conducted to modify food in toddlers forreduce the prevalence of malnutrition in children under five and to practice manufacturing methods PMT in malnourished mothers of children under five. This type of research is quantitative and research design isquasi experimental and use the observation sheet to determine which factors become a nutritional problem in toddlers. The study population was all children under five with nutritional status less in two villages namely Rumpa Village and Buku Village, Mapilli District, Polewali Regency Mandar West Sulawesi. The number of samples is 70 respondents divided into 2 groups (treatment group and control group) each research group there are 35 respondents according to the research inclusion criteria. Sampling technique using the observation sheet and processing the data using Paired test data analysis sample t test, with a significant level of p <0.05. The timing of the study began on the 27 July and September 05 2020. Research results There is a significant relationship between food modification (menu preparation, food processing, food presentation and methods feeding) and the practice of how to make PMT Toddler results obtained a significant level p value (p = 0.00) and there is an effect of food modification and practice of making PMT to changes in body weight under five. Obtained well-nourished toddlers as much as 18 (52.4) 17 (47.6) people and children under five who were still malnourished.
Modifikasi Makanan Untuk Meningkatkan Gizi Balita di Kabupaten Polewali Mandar
kabira, fredy
Journal of Health Education and Literacy Vol 3 No 2 (2021): Journal of Health, Education and Literacy (J-healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31605/j-healt.v3i2.848
Malnutrisi masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, Prevalensi malnutrisi di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil pemantauan Gizi tahun 2017 presentase gizi kurang Provinsi Sulawesi Barat balita sebesar 19,9% Dari 6 kabupaten di Sulawesi Barat Kabupaten Polewali Mandar berada pada posisi 4. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk melakukan modifikasi makanan pada balita untuk mengurangi prevalensi gizi kurang pada balita dan untuk mempraktekkan cara pembuatan PMT pada ibu balita gizi kurang. Jenis penelitian Kuantitatif dan Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental dan menggunakan lembar observasi guna mengetahui faktor yang menjadi masalah gizi pada balita. Populasi penelitian adalah semua balita yang berstatus gizi kurang di dua desa yaitu desa Rumpa dan Desa Buku Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Jumlah sampel 70 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok (kelompok perlakuan dan kelompok control) masing-masing kelompok penelitian terdapat 35 responden sesuai dengan criteria inklusi penelitian. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan lembar observasi dan mengolahan data menggunakan analisis data uji Paired sample t test, dengan tingkat signifikan p<0,05. Waktu penelitian dimulai pada tanggal 27 Juli dan 05 September 2020. Hasil penelitian Ada hubungan yang signifikan antara modifikasi makanan (penyusunan menu, pengolahan makanan, penyajian makanan dan cara pemberian makan) dan praktek cara pembuatan PMT Balita hasil diperoleh tingkat signifikan p value (p=0,00) dan Ada pengaruh modifikasi makanan dan praktek cara pembuatan PMT terhadap perubahan berat badan balita. Diperoleh balita yang gizi baik sebanyak 18 (52,4) orang dan balita yang masih berstatus gizi kurang sebanyak 17 (47,6) orang.
Pemberdayaan Lanjut Usia dengan Aktivitas Rekreasi di Desa Sidorejo
Fredy Akbar K;
Darmiati;
Gita Marya Suci Alrani
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesia Journal of Community Deducation
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Seiring dengan bertambahnya Usia, Lanjut Usia akan mengalami perubahan seperti penurunan dan kemunduran fungsi fisik. Dengan adanya permasalahan yang dihadapi oleh Lanjut Usia maka perlu adanya sikap kepedulian baik itu dari pemerintah, masyarakat, maupun dari keluarga Lanjut Usia itu sendiri. Salah satu program untuk mencegah terjadinya stress pada Lanjut usia yaitu melakukan Pemberdayaan Lanjut Usia dengan Aktivitas Rekreasi. Metode dari pengabdian masyarakat ini ada dua tahap yaitu tahap pertama dilakukan dengan perencanaan kegiatan. Tim memilih area, melakukan observasi dan melakukan perizinan. Kegiatan tahap pertama dimulai dengan survei lapangan ke Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo pada tanggal 20 Agustus 2020. Dan tahap kedua merupakan pelaksanaan kegiatan pengabdian yaitu Aktivitas Rekreasi. Tahap kedua dilaksanakan pada hari Selasa, 25 Agustus 2020 di Pantai Mampie, Kecamatan Wonomulyo. Kehadiran peserta pada kegiatan sudah cukup baik yaitu yaitu sebanyak 25 Lanjut Usia yang hadir yang terdiri dari 17 Pria dan 8 Wanita dengan usia berkisar 50 tahun sampai 68 tahun dan latar belakang pendidikan 7 orang SMP dan 18 Orang SD. Dan para Lanjut Usia di Desa Sidorejo sangat senang bisa berkumpul bersama dengan teman-teman dan para peserta menikmati kegiatan serta rasa stress dalam diri Lanjut Usia telah berkurang.
Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Lansia dalam Kegiatan Perekonomian
Darmiati, Darmiati;
Akbar K., Fredy;
Hasrina, Hasrina
Mando Care Jurnal Vol. 1 No. 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Yayasan Mandar Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (143.758 KB)
|
DOI: 10.55110/mcj.v1i1.22
Every human will certainly experience what is called old age. Throughout the world the elderly (aged 60) grow rapidly and even faster than other age groups. In this case health and age factors are also one that results in a shortage of the elderly in meeting their needs, since the age factor in general is a state of psychological decline and physical decline. This is in contrast with the elderly who are also required to meet the needs of daily life. Economic problems make up a vital discussion among communities especially in the elderly, a multitude of factors, both that should allow the elderly to take part in increasing their own economy or, in turn, that must the elderly to sit at home quietly because of problems between health and other conditions. We have therefore decided to pursue research to see how the economic development of older people understudy the variables which give to economic liberalization. The research method we use on this study is a quantitative study method with sample withdrawal techniques conducted on a chance in which each sample is entitled to be asked a questionnaire, the results from the questionnaires we get are then analyzed and from the overall result it states that the number of liability is the dominant factor of the four variables of old leaders who take part in their economies.