Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengabaian Lanjut Usia oleh Keluarga Ambo Hamzah, Idawati; Akbar K., Fredy; Famili Indri, Indriani
Mando Care Jurnal Vol. 1 No. 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Yayasan Mandar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.539 KB) | DOI: 10.55110/mcj.v1i1.30

Abstract

Pengabaian merupakan kondisi yang berhubungan dengan kegagalan pemberi perawatan dalam memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh lansia baik itu pemenuhan kebutuhan kesehatan fisik maupun pemenuhan kebutuhan kesehatan mental pada individu. Pengabaian adalah kegagalan yang dilakukan oleh pemberi perawatan pada lansia untuk memberikan pelayanan yang baik atau mempersiapkan segala sesuatu yang lansia butuhkan untuk mencapai fungsi optimal dan menjauhi dari sesuatu yang membahayakan. Pengabaian terbagi tiga jenis diantaranya pengabaian oleh fisik yang merupakan suatu penolakan atau kegagalan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar lansia .pengabaian psikologis sebagai suatu kegagalan pemberi asuhan untuk memuaskan kebutuhan emosi dan psikologis sebagai suatu kegagalan pemberi asuhan untuk memuaskan kebutuhan emosi atau psikologis lansia . serta pengabaian finansial yang merupakan tindakan keluarga yang mengambil atau menggunakan benda berharga milik lansiaa untuk kepentingan pribadinya. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 100 sampel yang sesuai dengan kriteria data inklusi,distribusi responden berdasarkan karakteristik lansia, mayoritas lansia dengan umur 60 tahun keatas 80 orang (80%), umur 80 tahun keatas 16 orang (16%) dan umur 60 tahun 4 orang (4%). Dan tingkat pendidikan mayoritas SD 64 orang (64%) dan SMP 26 orang (26%) dan tidak bersekolah 10 orang (10%),Sedangkan jenis kelamin Laki-laki sebanyak 30 orang (30%) dan perempuan sebanyak 70 orang (70%) Dan Tabel (3.2) dan lansia mengalami pengabaian sebanyak 31 (31% ) orang, dan yang tidak mengalami pengabaian sebanyak 69 (69%) orang.
Deteksi Dini Masalah Emosi dan Perilaku pada Usia 11 – 18 Tahun di SMK YPPP Wonomulyo Susanti, Rezky; Akbar K., Fredy
Mando Care Jurnal Vol. 1 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Yayasan Mandar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.021 KB) | DOI: 10.55110/mcj.v1i2.54

Abstract

Adolescents are individuals aged 11-12 years to 20-21 years. Adolescence is a period of transition where there are many changes in the individual, both physical, and psychological changes. Adolescents who are identical with high curiosity greatly affect their every behavior in everyday life because not everything they want to know is good, sometimes there are some teenagers who fall into negative things due to wrong steps. Especially when viewed from the emotional aspect of teenagers who are still unstable and cannot control themselves well. On the other hand, adolescents are also faced with the challenges of puberty, changes in social and environmental roles in order to achieve independence. These challenges have the potential to cause emotional and behavioral problems for adolescents. These emotional and behavioral problems are very common among teenagers, therefore it is necessary to detect them so that they can be prevented as early as possible. This study aims to identify emotional and behavioral problems at the age of 11-18 years at YPPP Wonomulyo Vocational High School. Research method is a type of quantitative research with data collection techniques were carried out using a strength and weakness questionnaire (SDQ) which will assess emotional and behavioral problems in adolescents. Sampling using total sampling technique and the results obtained by research with 550 respondents, the adolescent emotional and behavioral problems have a normal percentage more than the threshold/borderline percentage and abnormal percentage. So it can be concluded that the level of emotion and behavior of adolescents in YPPP Wonomulyo Vocational High School with normal emotional symptoms is 328 (60%), threshold/borderline 80 (14%), abnormal is 142 (26%) and normal behavior problems are 432 (78%), threshold 75(14%), abnormal 43(8%).
Efektifitas Penerapan Aplikasi Pediactric Triage Metode Jumpstart terhadap Penanganan Awal Kegawatdaruratan pada Anak Syamsidar, Syamsidar; Rahim, Rachmawati; Akbar K., Fredy
Mando Care Jurnal Vol. 2 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Yayasan Mandar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55110/mcj.v2i2.132

Abstract

Accidents involving students must be handled quickly and appropriately so that the readiness of teachers and employees at school is needed. One of the initial treatment methods in emergency cases is the pediatric triage Jumpstart method. This study aims to determine the effectiveness of using the pediatric triage Jumpstart method application on emergency management readiness in students of SDN 023 Kampung Baru, Luyo District, Polewali Mandar Regency. A population of 28 people using the purposive sampling method of 25 people are teachers and employees who are active at SDN 023 Kampung Baru, the research method uses experimental design with a pre and posttest one group design approach. To measure research variables using questionnaire instruments and observation sheets. The results of the study using a marginal homogenity test to determine the effectiveness of using the pediatric triage application of the Jumpstart method on the initial treatment of emergencies in students obtained a p value of 0.001 < 0.05.
PENGUATAN KETAHANAN JIWA REMAJA SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN NAPZA BERBASIS SEKOLAH DI KATUMBANGAN K, Fredy Akbar; Syamsidar, Syamsidar; Darmiati, Darmiati; Hermawan, Adi; Asyik, Nur
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.540

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan literasi risiko penyalahgunaan NAPZA , memperkuat ketahanan mental remaja, dan membangun model sekolah tangguh anti NAPZA berbasis data di perdesaan. Pelaksanaannya dilaksanakan oleh Dosen Keperawatan Jiwa Institut Hasan Sulur bekerja sama dengan pihak sekolah, BNN Kabupaten Polewali Mandar, Dinas Kesehatan, dan pemerintah desa. Metode yang digunakan antara lain pelatihan instrumen skrining, skrining kesehatan jiwa dengan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ), skrining risiko penyalahgunaan NAPZA menggunakan Alcohol, Smoking and Substance Involvement Screening Test (ASSIST), edukasi kelompok, dan refleksi diri melalui kegiatan malam meditasi dan deklarasi anti NAPZA. Sasaran kegiatan adalah 107 siswa SMP dengan rentang usia 12–15 tahun. Hasil skrining menunjukkan lebih dari seperempat siswa memiliki skor emosional abnormal, dan paparan dini terhadap zat legal dan ilegal ditemukan risiko rendah hingga sedang. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi skrining ganda terpadu untuk pendidikan ketahanan dapat dilakukan secara kolaboratif di tingkat sekolah. Kendala berupa terbatasnya pendamping profesional dan kurangnya konseling lanjutan menjadi catatan untuk perbaikan di masa mendatang. Kegiatan ini diharapkan dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain melalui penguatan jejaring lintas sektor dan pengembangan modul pembelajaran ketahanan mental secara berkelanjutan.