Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pembiasaan Ibadah dan Keteladanan Guru dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak Usia Dasar Allifatur Rohma; Yanti Yuniarti; Neneng Nurhayati; Muhammad Alfi Syahrin
INNOVASI : JURNAL INOVASI PENDIDIKAN Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL (JURNAL INOVASI PENDIDIKAN)
Publisher : Education Reserach Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64540/2yxrcm13

Abstract

This study aims to describe the implementation of religious habituation practices and teacher role modeling, as well as to analyze the effects of both variables on the emotional intelligence of elementary school children. A quantitative approach with a correlational research design was employed. The study was conducted at SDN Bayeman I, involving a population of 93 students from grades IV, V, and VI, from which a sample of 76 students was selected using stratified random sampling techniques. The research instruments consisted of validated and reliable questionnaires measuring religious habituation, teacher role modeling, and emotional intelligence. Data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS software. The findings indicate that the data met the classical assumption criteria, including normal distribution (Sig. = 0.200), absence of multicollinearity (Tolerance = 0.655; VIF = 1.527), and no evidence of heteroscedasticity. Simultaneous testing revealed that religious habituation and teacher role modeling jointly exerted a significant effect on students’ emotional intelligence (F = 45.558; Sig. = 0.000). Partially, religious habituation demonstrated a positive and statistically significant influence on emotional intelligence (β = 0.870; Sig. = 0.000), whereas teacher role modeling exhibited a positive but statistically non-significant effect (β = 0.220; Sig. = 0.053). The coefficient of determination (R² = 0.509) indicates that 50.9% of the variance in emotional intelligence is explained by the two independent variables.
Relevansi Konsep Insan Kamil dengan Tujuan Pendidikan Islam di Tengah Perubahan Sosial Modern Rohma, Allifatur; Khodijah Amatulloh Sholihat; Yanti Yuniarti; Mohammad Solihin; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.12983

Abstract

Perubahan sosial kontemporer ditandai oleh digitalisasi, konektivitas, dan tuntutan kompetensi global mendesak sistem pendidikan Islam untuk meninjau kembali tujuan dasarnya agar tetap relevan secara moral, intelektual, dan sosial. Penelitian ini bertujuan memetakan relevansi operasional konsep Insan Kamil yang berakar pada tasawuf Ibn ‘Arabī dan al-Jīlī dengan rumusan tujuan pendidikan Islam di tengah dinamika perubahan sosial modern Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research), berfokus pada analisis konseptual dan filosofis terhadap sumber primer dan sekunder. Hasil temuan menegaskan bahwa Insan Kamil berfungsi sebagai matriks normatif dan operasional yang mengharmonikan dimensi intelektual, moral (adab/akhlaq), dan kemasyarakatan (‘amal) dalam kerangka tauhid. Konsep ini menuntut integrasi wahyu, akal, dan pengalaman, sehingga kualitas Ilahi tercermin dalam karakter dan praktik sosial. Secara praksis, hal ini meniscayakan empat poros: integrasi ilmu berbasis tauhid, pembentukan adab sebagai inti, tazkiyah dan tahqīq sebagai metode, serta etika kekhalifahan di ekologi digital. Kesimpulannya, Insan Kamil memberikan orientasi yang mampu menjawab krisis adab dan fragmentasi ilmu, serta membentuk profil lulusan yang kritis, beretika, dan berdaya cipta dalam masyarakat plural.