ABSTRAK Lanjut usia merupakan fase kehidupan yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang berpotensi menimbulkan kecemasan. Kondisi ini sering diperberat oleh keterbatasan dukungan spiritual dan interaksi sosial, terutama pada lansia yang tinggal di panti rehabilitasi sosial. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu mengelola kecemasan adalah terapi dzikir yang dipadukan dengan dukungan teman sebaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia dalam pengelolaan kecemasan melalui terapi dzikir Sayyidul Istighfar dengan dukungan teman sebaya di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan tanda vanda-vital, pengkajian HARS, serta praktik dzikir bersama dengan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dengan desain pre-testdan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 30 lansia penghuni PPRSLU. Terjadi peningkatan pengetahuan lansia mengenai pengelolaan kecemasan serta penurunan tingkat kecemasan setelah intervensi. Terapi dzikir Sayyidul Istighfar yang dikombinasikan dengan dukungan teman sebaya efektif membantu menurunkan kecemasan lansia dan layak direkomendasikan sebagai intervensi spiritual-sosial berkelanjutan di panti rehabilitasi sosial. Kata Kunci: Dzikir Sayyidul Istighfar, Kecemasan, Teman Sebaya, Keperawatan Gerontik. ABSTRACT Old age is a phase of life marked by physical, psychological, and social changes that may increase anxiety among elderly individuals. This condition is often worsened by limited spiritual support and reduced social interaction, particularly for elderly people living in social rehabilitation centers. One non-pharmacological approach that may help manage anxiety is dzikir therapy combined with peer support. This community service activity aimed to improve elderly individuals’ knowledge of anxiety management through Sayyidul Istighfar dzikir therapy supported by peer interaction at the Budi Sejahtera Banjarbaru Elderly Social Protection and Rehabilitation Center (PPRSLU). The method used was participatory education through health counseling and assessment of vital signs, HARS assessment, as well as guided group dhikr practice with accompaniment. Evaluation was conducted using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) with a pre-test and post-test design. This activity involved 30 elderly residents of PPRSLU. The intervention showed an increase in participants’ knowledge regarding anxiety management and a reduction in anxiety levels after the implementation of dzikir therapy with peer support. Sayyidul Istighfar dzikir therapy combined with peer support is effective in enhancing knowledge and reducing anxiety among elderly individuals. This approach is recommended as a sustainable spiritual and social intervention to support mental health in elderly social rehabilitation centers. Keywords: Sayyidul Istighfar Dzikir, Anxiety, Peers, Geriatric Nursing.