p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kreativitas PKM
Zahratunnida, Zahratunnida
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Lansia tentang Pengelolaan Kecemasan Melalui Dzikir Sayyidul Istighfar dengan Dukungan Teman Sebaya di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru Shafira, Yulia; Zahratunnida, Zahratunnida; Salam, Abdus; Putra, Zahra Ramadhan Ananda; Ramadhan, Muhammad Nizar; Lisnawati, Lica
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24311

Abstract

ABSTRAK Lanjut usia merupakan fase kehidupan yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang berpotensi menimbulkan kecemasan. Kondisi ini sering diperberat oleh keterbatasan dukungan spiritual dan interaksi sosial, terutama pada lansia yang tinggal di panti rehabilitasi sosial. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu mengelola kecemasan adalah terapi dzikir yang dipadukan dengan dukungan teman sebaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia dalam pengelolaan kecemasan melalui terapi dzikir Sayyidul Istighfar dengan dukungan teman sebaya di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan tanda vanda-vital, pengkajian HARS, serta praktik dzikir bersama dengan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dengan desain pre-testdan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 30 lansia penghuni PPRSLU. Terjadi peningkatan pengetahuan lansia mengenai pengelolaan kecemasan serta penurunan tingkat kecemasan setelah intervensi. Terapi dzikir Sayyidul Istighfar yang dikombinasikan dengan dukungan teman sebaya efektif membantu menurunkan kecemasan lansia dan layak direkomendasikan sebagai intervensi spiritual-sosial berkelanjutan di panti rehabilitasi sosial. Kata Kunci: Dzikir Sayyidul Istighfar, Kecemasan, Teman Sebaya, Keperawatan Gerontik.  ABSTRACT Old age is a phase of life marked by physical, psychological, and social changes that may increase anxiety among elderly individuals. This condition is often worsened by limited spiritual support and reduced social interaction, particularly for elderly people living in social rehabilitation centers. One non-pharmacological approach that may help manage anxiety is dzikir therapy combined with peer support. This community service activity aimed to improve elderly individuals’ knowledge of anxiety management through Sayyidul Istighfar dzikir therapy supported by peer interaction at the Budi Sejahtera Banjarbaru Elderly Social Protection and Rehabilitation Center (PPRSLU). The method used was participatory education through health counseling and assessment of vital signs, HARS assessment, as well as guided group dhikr practice with accompaniment. Evaluation was conducted using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) with a pre-test and post-test design. This activity involved 30 elderly residents of PPRSLU. The intervention showed an increase in participants’ knowledge regarding anxiety management and a reduction in anxiety levels after the implementation of dzikir therapy with peer support. Sayyidul Istighfar dzikir therapy combined with peer support is effective in enhancing knowledge and reducing anxiety among elderly individuals. This approach is recommended as a sustainable spiritual and social intervention to support mental health in elderly social rehabilitation centers. Keywords: Sayyidul Istighfar Dzikir, Anxiety, Peers, Geriatric Nursing.
Edukasi Phbs sebagai Upaya Pencegahan Gangguan Kulit Pada Anak di RT 7 Kuin Selatan Zahratunnida, Zahratunnida; Shafira, Yulia; Salam, Abdus; Putra, Zahra Ramadhan Ananda; Vania, Vania; Maulidya, Rena; Millati, Rida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24946

Abstract

ABSTRAK Gangguan kulit merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh anak usia Sekolah Dasar akibat paparan debu, kotoran, keringat, dan mikroorganisme setelah bermain di luar rumah. Risiko gangguan kulit meningkat seiring dengan rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti kebiasaan tidak mencuci tangan pakai sabun, tidak segera mandi setelah bermain, serta kurang menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang sebagai upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan berbasis penyuluhan dan demonstrasi langsung penerapan PHBS. Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak usia Sekolah Dasar mengenai PHBS sebagai upaya pencegahan gangguan kulit di lingkungan RT 7 Kuin Selatan.Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan dengan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan praktik PHBS. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan dilaksanakan di Musholla Nurul Jannah RT 7 Kuin Selatan dengan melibatkan 25 anak usia Sekolah Dasar sebagai peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi PHBS. Edukasi melalui penyuluhan dan demonstrasi langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman anak tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai upaya pencegahan gangguan kulit. Kegiatan ini berpotensi memberikan dampak positif jangka panjang. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, PHBS, Gangguan Kulit, Anak Sekolah Dasar.  ABSTRACT Skin disorders are common health problems experienced by elementary school–aged children due to exposure to dust, dirt, sweat, and environmental microorganisms after outdoor activities. The risk of skin disorders increases with the low implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), such as not washing hands with soap, not bathing immediately after playing, and poor personal and environmental hygiene. This community service activity was designed as a promotive and preventive effort through health education based on counseling and direct demonstrations of PHBS practices. Purpose: This activity aimed to improve the knowledge and understanding of elementary school–aged children regarding PHBS as an effort to prevent skin disorders in the RT 7 Kuin Selatan area.The method used was health education with a participatory approach through counseling, demonstrations, and guided practice of PHBS. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test design to assess the increase in participants’ knowledge before and after the intervention. The activity was carried out at Musholla Nurul Jannah, RT 7 Kuin Selatan, involving 25 elementary school–aged children as participants. The evaluation results showed a significant improvement in participants’ knowledge after receiving PHBS education. Health education through counseling and direct demonstration was proven to be effective in improving children’s understanding of the importance of maintaining personal and environmental hygiene as an effort to prevent skin disorders. This activity has the potential to provide long-term positive impacts. Keywords : Clean and Healthy Living Behavior, PHBS, Skin Disorders, Elementary School Children.
Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun sebagai Upaya Promotif dan Preventif Dipanti Asuhan Nur Azizah Belitung, Banjarmasin Barat Maulidiya, Rena; Maharani, Yona Faura; Khalilati, Noor; Zahratunnida, Zahratunnida; Putra, Zahra Ramadhan Ananda; Lina, Nur; Oktamawati, Rabiatul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24983

Abstract

ABSTRAK Cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yang berperan penting dalam mencegah penularan penyakit menular, terutama pada kelompok anak yang tinggal di lingkungan hunian komunal seperti panti asuhan. Anak-anak panti asuhan termasuk kelompok rentan terhadap masalah kesehatan akibat keterbatasan pengetahuan dan kebiasaan higienis yang belum optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak Panti Asuhan Nur Azizah Belitung, Kecamatan Banjarmasin Barat, dalam menerapkan cuci tangan pakai sabun sebagai upaya promotif dan preventif. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung CTPS dengan pendekatan partisipatif. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta setelah intervensi, di mana sebagian besar peserta berada pada kategori pengetahuan baik. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap pentingnya CTPS dan diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Disarankan agar edukasi CTPS dilakukan secara rutin dan terintegrasi dalam aktivitas sehari-hari panti asuhan. Kata Kunci: Cuci Tangan Pakai Sabun, Promosi Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Panti Asuhan.  ABSTRACT Handwashing with soap (HWWS) is a clean and healthy lifestyle behavior that plays a crucial role in preventing the transmission of infectious diseases, especially among children living in communal living environments such as orphanages. Children in orphanages are particularly vulnerable to health problems due to limited knowledge and suboptimal hygiene habits. This Community Service activity aims to improve the knowledge and skills of children at the Nur Azizah Belitung Orphanage in West Banjarmasin District, in implementing handwashing with soap as a promotive and preventive measure. The methods used included health education, demonstrations, and hands-on practice of HWWS, using a participatory approach. Evaluation was conducted by measuring knowledge levels before and after the activity. The results showed a significant increase in participants’ knowledge levels after the intervention, with the majority of participants in the good knowledge category. This activity can be concluded aseffective in increasing children’s understanding of the importance of HWWS and is expected to encourage the development of sustainable clean and healthy lifestyle habits. It is recommended that HWWS education be conducted routinely and integrated into the orphanage’s daily activities. Keywords: Handwashing With Soap, Health Promotion, Disease Prevention, Orphanage.