Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Gaya Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IV di SDIT Masjid Raya Lantai Batu Batusangkar Tri Mutiara; Ridwal Trisoni; Muspardi
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.112

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan gaya belajar peserta didik dalam pembelajaran berdiferensiasi kelas IV di SDIT Masjid Raya Lantai Batu. Hal ini karena guru kurang memahami keragaman gaya belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gaya belajar peserta didik dalam pembelajaran berdiferensiasi pada pelajaran pendidikan pancasila kelas IV di SDIT Masjid Raya Lantai Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah Mix Method dengan jenis desain Sequential Explanatory. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas IV di SDIT Masjid Raya Lantai Batu dengan sampel sebanyak 76 peserta didik. Peneliti menggunakan skala likert untuk angket gaya belajar, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tahap reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan penyatuan data. Dari hasil keseluruh peserta didik kelas IV dengan jumlah 76 orang peserta didik didapatkan data sebanyak 23 orang memiliki gaya belajar visual persentase sebesar 30% cenderung belajar dengan melihat gambar atau media gambar, sebanyak 28 orang peserta didik memiliki gaya belajar auditori persentase 37% cenderung belajar dengan mendengarkan penjelasan guru dan diskusi kelompok, dan sebanyak 25 orang peserta didik memiliki gaya belajar kinestetik persentase sebesar 33% cenderung belajar dengan praktik dan melakukan eksperimen.   This research is based on the difference in students' learning styles in differentiated learning in grade IV at SDIT Masjid Raya Lantai Batu. This is because teachers do not understand the diversity of students' learning styles. The purpose of this study is to analyze the learning styles of students in differentiated learning in class IV Pancasila education lessons at SDIT Masjid Raya Batu Floor. The research method used is the Mix Method with a Sequential Explanatory design. The population in this study is class IV students at SDIT Masjid Raya Lantai Batu with a sample of 76 students. The researcher used a likert scale for learning style questionnaires, observations, interviews and documentation. The data analysis technique uses the stages of data reduction, data presentation and conclusion. The validity of the data in this study uses source triangulation and data unification. From the results of all grade IV students with a total of 76 students, data was obtained as many as 23 people have a visual learning style with a percentage of 30% tend to learn by looking at pictures or image media, as many as 28 students have an auditory learning style with a percentage of 37% tend to learn by listening to teacher explanations and group discussions, and as many as 25 students have a kinesthetic learning style with a percentage of 33% tend to learn with practice and conduct experiments.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Hikmah Ibadah Zakat Waqaf Dan Haji Mutiara Suci Aldia; Nabila Mailany Sukma; Mutia Nazli; Ridwal Trisoni; Muhamad Yahya
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/prqc7e31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam hikmah pelaksanaan ibadah, zakat, waqaf, dan haji sebagai bentuk aktualisasi keimanan dan penguatan karakter umat Islam. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka (library research), penelitian ini menganalisis berbagai sumber literatur, antara lain ayat-ayat Al-Qur’an, hadis, serta pendapat para ulama dan pakar pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap bentuk ibadah dalam Islam mengandung dimensi pendidikan yang integral bagi pembentukan pribadi muslim yang beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab sosial. Ibadah seperti salat menanamkan nilai kedisiplinan dan keikhlasan, zakat serta waqaf menumbuhkan kepedulian sosial dan keadilan ekonomi, sedangkan haji memperkuat ukhuwah dan kesetaraan umat. Secara keseluruhan, hikmah dari pelaksanaan ibadah-ibadah tersebut mencerminkan konsep pendidikan Islam yang menyatukan aspek spiritual, moral, dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga diinternalisasikan melalui praktik ibadah yang membentuk insan kamil yang bertakwa dan berakhlakul karimah. Abstract This study aims to examine the Islamic educational values contained in the wisdom of worship practices such as prayer, zakat, waqf, and hajj as forms of faith actualization and the strengthening of Muslim character. Using a qualitative approach with a library research method, this study analyzes various sources of literature, including verses from the Qur’an, hadiths, as well as opinions of scholars and Islamic education experts. The results of this study show that each act of worship in Islam carries an integral educational dimension for shaping a faithful, moral, and socially responsible Muslim personality. Worship practices such as prayer instill discipline and sincerity, zakat and waqf cultivate social concern and economic justice, while hajj strengthens brotherhood and equality among Muslims. Overall, the wisdom behind these acts of worship reflects the essence of Islamic education, which integrates spiritual, moral, and social aspects into daily life. Therefore, this study emphasizes that Islamic educational values are not merely theoretical concepts but are internalized through worship practices that develop the ideal Muslim individual (insan kamil) who is pious and noble in character.
The Relationship Between Reading Interest and Critical Thinking Skills in Islamic History Learning at MTs PPP Syekh M. Muhsin Fani Rahma Sari; Susi Herwati; Demina; Rizki Pebrina; Ridwal Trisoni
al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/alt.v10i2.13537

Abstract

This research was motivated by the low reading interest of students in Islamic Cultural History (SKI) subjects, which negatively affects the development of their critical thinking skills. The study aimed to describe students’ level of reading interest, their critical thinking ability, and the relationship between the two among eighth-grade students of MTs PPP Syekh M. Muhsin. A quantitative correlational approach was employed with a total population of 30 students, all of whom were selected as the research sample using a total sampling technique. Data were collected through a reading interest questionnaire and a critical thinking essay test, and analyzed using Pearson’s product-moment correlation with SPSS version 26. The findings revealed that both reading interest and critical thinking skills were at a moderate level. The correlation coefficient (rxy) obtained was 0.781, which exceeded the rtable value of 0.361 at the 5% significance level, indicating a strong and significant relationship. Therefore, it can be concluded that there is a positive and significant correlation between reading interest and students’ critical thinking skills in SKI subjects at MTs PPP Syekh M. Muhsin. These results highlight that the higher the students’ reading interest, the better their ability to think critically, thus emphasizing the importance of strengthening literacy practices in SKI learning.
Berbusana Muslim dan Kejujuran Sebagai Cermin Kepribadian Islami Jihan Raihanah Putri; Jeni Jeni; Jesti Damara; Ridwal Trisoni; Muhamad Yahya
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 5 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/6wy50149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara busana Muslim dan kejujuran sebagai cermin kepribadian Islami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode library research, yang mengandalkan kajian pustaka dari berbagai literatur, termasuk buku, artikel, dan jurnal yang relevan mengenai konsep busana Muslim dan kejujuran dalam perspektif Islam. Penelitian ini menganalisis bagaimana busana Muslim bukan hanya sebagai bentuk penutupan aurat, tetapi juga mencerminkan identitas pribadi yang berlandaskan nilai-nilai Islami, termasuk dalam hal kejujuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejujuran yang tercermin dalam perilaku sehari-hari sangat dipengaruhi oleh pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam, yang sering kali dimulai dari praktik mengenakan busana Muslim. Busana Muslim, dengan simbol kedisiplinan dan kesederhanaan, menjadi pengingat diri bagi individu untuk menjaga akhlak dan moralitas, terutama dalam hal kejujuran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa busana Muslim dapat menjadi indikator dari kepribadian Islami yang mencerminkan kesesuaian antara penampilan luar dengan akhlak yang baik, terutama dalam penerapan nilai kejujuran dalam kehidupan sosial.
Efektivitas Metode Jigsaw dalam Meningkatkan Pemahaman Komprehensif Materi Ushul Fiqh Luthfia Fadhila Rusdi; Lena Yunita; Ridwal Trisoni; Muhamad Yahya
Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (JITK) Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jitk.v3i2.1753

Abstract

Materi pembelajaran yang ada disekolah sangat bervariasi contohnya saja ada dua tipe guru yang biasanya mengajarkan ilmu pembelajaran yang berbeda yaitu pelajaran umum dan juga pelajaran agama. Pada sekolah madrasah mengajarkan kurikulum nasional yang didalamnya terdapat muatan pembelajaran agama sedikit lebih banyak dari sekolah lainnya. Adapun salah satu materi pembelajaran agama yang cukup sulit dipahami oleh peserta didik adalah mata pelajaran Ushul Fiqh. Penelitian ini mengidentifikasi dan juga menguji mengenai keefektivan metode Jigsaw sebagai cara untuk membantu peserta didik dalam memahami materi Ushul Fiqh secara komprehensif. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berasal dari pengisian kuesioner yang diisi oleh peserta didik yang pernah belajar mata pelajaran Ushul Fiqh. Data yang terkumpul diinput kemudian diolah menggunakan aplikasi Jamovi sebagai penyajian dan pengolahan data dari hasil kuesioner yang terkumpul. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, dengan adanya penerapan metode jigsaw yang memberikan kemampuan untuk bekerja sama antara peserta didik dalam mengetahui dan memahami mata pelajaran Ushul Fiqh secara komprehensif dan juga membantu meningkatkan pemahaman yang mendalam dengan cara saling membantu dengan metode Jigsaw yang diterapkan. Maka dari itu, dengan adanya metode jigsaw sebagai salah satu cara dalam meningkatkan pemahaman yang lebih baik dengan kontribusi saling bekerja sama untuk belajar dan mengajarkan materi antara peserta didik. Adanya kepentingan dalam memahami materi Ushul Fiqh yang memiliki relevansi yang tinggi untuk pemahaman islam secara menyeluruh.
Problematika Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Rahmatul Fauza; Rizki Pebrina; Ridwal Trisoni; Romi Maimori
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v3i1.8260

Abstract

This research aims to analyze teachers' difficulties in implementing P5 in junior high schools. The P5 program is implemented in stages and requires quite a long time including planning, implementation and evaluation. This research uses a qualitative descriptive approach. The main instrument is the researcher himself. PAI teachers do not understand the concept of an independent curriculum and lack training in compiling teaching modules, teachers are less able to determine suitable methods for teaching. Limited facilities and classrooms, lack of textbooks, teachers are focused on written and oral assessments only, implementation of assessments is limited, teachers have not used special applications in learning because they mostly rely on manuals. Problems in the planning aspect are that PABP teachers do not understand the concept of an independent curriculum, lack training in compiling teaching modules, and are less able to determine teaching methods. Teachers' problems in the implementation aspect are difficulty in managing P5 time, lack of varying methods, students do not yet reflect Pancasila values. The problem in the evaluation aspect is that the teacher has not used a special application, the difficulty in reviewing the assessment results takes time Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan guru dalam menerapak P5 di SMP. Program P5 tersebut dilaksanakan secara bertahap dan membutuhkan waktu yang cukup lama termasuk perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrument utamanya adalah peneliti sendiri. Guru PAI kurang memahami konsep kurikulum merdeka dan kurangnya pelatihan dalam menyusun modul ajar, guru kurang mampu menentukan metode yang cocok dalam mengajar. Keterbatasan fasilitas dan ruang kelas, kekurangan buku paket, guru terfokus kepada asesmen tertulis dan lisan saja, pelaksanaan asesmen terbatas, guru belum menggunakan aplikasi khusus dalam pembelajaran karena lebih banyak ke manual saja. Problematika dalam aspek perencanaan yaitu guru PABP kurang memahami konsep kurikulum merdeka, kurang pelatihan dalam menyusun modul ajar, kurang mampu menentukan metode dalam mengajar. Problematika guru dalam aspek pelakasanaan yaitu kesulitan untuk mengatur waktu P5, kurang memvariasikan metode, peserta didik belum mencerminkan nilai pancasila. Problematika dalam aspek evaluasi yaitu guru belum menggunakan aplikasi khusus, kesulitan dalam menelaah hasil assessmen butuh waktu.
History Of The Development Of Islam In Indonesia Ririn Shafitri; Muhammad Yandra; Ridwal Trisoni; Muhammad Yahya
Journal of Paddisengeng Technology Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : PT. Sinergi Bersahaja Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65224/jopate.v1i3.226

Abstract

Background. The history of the development of Islam in Indonesia is a crucial study for understanding the social, cultural, and political processes that have shaped Indonesian society to this day. The arrival and development of Islam did not occur in a single instance, but rather through various channels and interactions with local cultures. Therefore, a comprehensive understanding of the dynamics of Islamic history in Indonesia is necessary to understand its contribution to the formation of national identity. Purpose. This study aims to examine the historical development of Islam in Indonesia from its early days to the modern period. Specifically, it analyzes theories about the arrival of Islam, the channels through which it spread, the role of Islamic figures and institutions, and the impact of Islam on the social, cultural, and political life of Indonesian society. Method. This research employed a qualitative method with a library research approach. Data were obtained from history books, scientific journals, and relevant academic sources discussing the development of Islam in Indonesia. The data were analyzed using a historiographic approach, emphasizing descriptive and interpretive analysis. Results. The study shows that Islam spread peacefully in Indonesia through trade, education, marriage, and cultural outreach. The process of Islamization occurred gradually and adapted to local culture, giving rise to a moderate and inclusive form of Islam. Furthermore, Islam played a significant role in shaping social structures, religious traditions, and the development of education and politics in Indonesia to the present day. Conclusion. Based on a study of the history of Islam's development in Indonesia, it can be concluded that the entry and development of Islam occurred gradually, peacefully, and adaptively through various channels such as trade, education, marriage, and cultural propagation. These findings indicate that the success of Islamization in Indonesia is inseparable from Islam's ability to interact with local cultures without losing its teachings. This study's contribution to science lies in strengthening the historiographical understanding of the moderate, inclusive, and contextual character of Indonesian Islam. This study's limitations are the use of data sourced from library research, which therefore does not delve deeply into empirical field data and specific regional differences, which could provide opportunities for further research.