Sumiwi, Asih Rachmani Endang
Sekolah Tinggi Teologi Torsina

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Dari Areopagus ke Nusantara: Teologi Apologetik Paulus dalam Merumuskan Moderasi Beragama di Indonesia Prabowo, Yusak Sigit; Sumiwi, Asih Rachmani Endang; Santo, Joseph Christ
Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/miktab.v4i1.566

Abstract

Artikel ini mengkaji relevansi teologi apologetik Paulus dalam merumuskan konsep moderasi beragama di Indonesia yang multikultural dan plural. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tantangan narasi keagamaan ekstremis yang kerap mengancam kohesi sosial dan kerukunan antar umat beragama di Nusantara. Sementara wacana moderasi beragama telah menjadi agenda nasional, landasan teologis yang kuat dan terintegrasi sering kali kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, artikel ini menawarkan sebuah pendekatan teologis yang berakar pada orasi Paulus di Areopagus (Kis. 17:16-34) sebagai kerangka kerja untuk memperkaya dan memperkuat diskursus moderasi beragama. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan analisis eksegetis terhadap orasi Paulus yang secara tradisional dipahami sebagai model misiologi atau apologetika, untuk kemudian diterapkan secara spesifik dalam konteks tantangan pluralisme kontemporer di Indonesia. Paulus tidak hanya mengkritik kekosongan spiritualisme Helenistik, tetapi ia juga menunjukkan sikap hormat terhadap keyakinan lokal – bahkan menggunakan altar "kepada Allah yang tidak dikenal" sebagai titik tolak untuk memperkenalkan Injil. Sikap ini merefleksikan sebuah model apologetika yang tidak konfrontatif, melainkan dialogis dan enkulturatif. Pendekatan ini merupakan antitesis terhadap narasi apologetika yang bersifat eksklusif dan cenderung menyalahkan tradisi keagamaan lain. Oleh karena itu, artikel ini berargumen bahwa prinsip-prinsip teologis Paulus ini – pengakuan terhadap kebaikan partikular dalam tradisi lain, pengalihan fokus dari perdebatan identitas keagamaan ke esensi spiritual, dan penggunaan bahasa yang empatik – adalah landasan teologis yang solid bagi moderasi beragama. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis prinsip-prinsip teologis dari orasi Paulus di Areopagus, kemudian mengkontekstualisasikannya menjadi seperangkat etika teologis untuk praktik moderasi beragama di Indonesia. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa moderasi beragama bukan sekadar kompromi sosiologis atau politik, melainkan juga memiliki legitimasi teologis yang kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi teologis-biblika dengan pendekatan analisis naratif dan eksegetis terhadap teks Kisah Para Rasul 17:16-34. Hasil analisis ini kemudian dipadukan dengan analisis kontekstual terhadap isu-isu pluralisme dan moderasi beragama di Indonesia. Pendekatan interdisipliner ini memungkinkan penulis untuk menjembatani jurang antara teks suci dan realitas sosial, menghasilkan sebuah sintesis yang relevan dan praktis. Sebagai kesimpulan akhir, artikel ini menemukan bahwa teologi apologetik Paulus di Areopagus menyediakan blueprint bagi umat beragama di Indonesia untuk terlibat secara konstruktif dengan “yang lain.” Moderasi beragama, dalam perspektif ini, adalah ekspresi ketaatan yang mempromosikan kebenaran universal sambil tetap menghargai manifestasi iman dalam beragam bentuk. Dengan mengadopsi model Paulus, umat beragama dapat menjadi agen dialog dan perdamaian, bukan lagi agen konflik, dengan cara yang tetap setia pada ajaran iman mereka.
METODE BERTEOLOGI PAULUS MENURUT 1 KORINTUS 9:1-23 DALAM KONTEKS MASA KINI E. Chrisna Wijaya; Asih Rachmani Endang Sumiwi; Joseph Christ Santo
Manna Rafflesia Vol. 10 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38091/man_raf.v10i1.350

Abstract

The method of theology used by a person in providing theological understanding has a uniqueness or distinctiveness that can be judged and even imitated by other theological learners. What the Apostle Paul had and did became an example for believers in his time and today, amid the demands of a society that is increasingly moderate and increasingly sensitive to the gospel message, not only in terms of setting an example of life but also setting an example in terms of theology. The author uses qualitative research methods in discussing and studying specifically 1 Corinthians 9:1-23 in order to examine and discover Paul's theological method. In the study, the author found three theological methods used by the Apostle Paul in this context: the rhetoric method, the apologetics method, and the contextual method. In today's context, the rhetorical method enables effective speech by choosing words, terms, expressions, and sentences that can attract the attention and sympathy of the listener. The apologetic method pays attention to the substance of the true truth of the Christian faith without getting bogged down in the demands of the perspective of the average society. The contextual method pays attention to the condition of society, culture, and all its characteristics, with the aim that the gospel is preached and people in that context can accept and know Christ.