Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang memengaruhi usahatani kopi, merumuskan strategi pengembangan, serta menentukan prioritas strategi yang tepat untuk meningkatkan produktivitas kopi di Desa Panobasan, Kecmatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Informan kunci dalam penelitian ini berjumlah 7 orang yang dipilih secara sengaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kekuatan utama usahatani kopi adalah kondisi topografi yang sesuai, cita rasa kopi yang khas, kepemilikan lahan sendiri, serta masa produksi yang panjang. Kelemahan yang dominan antara lain keterbatasan modal, penggunaan teknologi budidaya yang masih konvensional, dan kurangnya penyuluhan pertanian. Dari sisi eksternal, peluang terbesar adalah tingginya permintaan pasar kopi, adanya bantuan bibit dari pemerintah, serta dukungan fasilitas pembiayaan UMKM, sedangkan ancaman yang dihadapi meliputi harga pupuk yang tinggi, fluktuasi harga kopi, dan iklim yang tidak menentu. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi prioritas yang dapat diterapkan adalah meminimalkan kelemahan dengan memanfaatkan peluang (strategi WO). Sedangkan hasil analisis AHP menetapkan bahwa strategi utama yang perlu dilakukan adalah mengembangkan teknologi pasca panen, seperti pengeringan mekanis, agar mutu biji kopi tetap terjaga meskipun cuaca tidak mendukung, memanfaatkan teknologi informasi, media sosial, dan platform e-commerce untuk pemasaran kopi secara lebih luas, dan pendampingan kelembagaan dari Pemda serta dinas-dinas terkait dianggap sebagai strategi yang penting karena berperan sebagai akses dan kontrol terhadap sumber daya.