Anneu Rosyanti Suryana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Paradigma Ilmu Berbasis Etika Cinta: Kajian Filsafat Ilmu pada Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Anneu Rosyanti Suryana; Rohanda Rohanda; Abdul Kodir
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.4004

Abstract

Kajian filsafat ilmu tidak dapat dilepaskan dari tiga pilar utama, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Perkembangan ilmu pengetahuan modern yang cenderung bersifat rasional-instrumental sering kali mengabaikan dimensi etis dan kemanusiaan, sehingga menimbulkan berbagai krisis moral, sosial, dan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk membangun paradigma ilmu berbasis etika cinta melalui kajian filsafat ilmu yang mencakup aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan filsafat, khususnya analisis konseptual dan reflektif terhadap pemikiran filsafat ilmu dan etika. Jenis data yang digunakan berupa data kepustakaan (library research), meliputi buku, jurnal ilmiah, dan karya filsafat yang relevan dengan tema etika, cinta, dan filsafat ilmu. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa secara ontologis etika cinta memandang realitas sebagai relasi yang saling terhubung dan bermakna; secara epistemologis cinta menjadi orientasi nilai dalam proses pencarian pengetahuan yang humanis dan bertanggung jawab; serta secara aksiologis etika cinta mengarahkan pemanfaatan ilmu bagi kemaslahatan manusia dan kelestarian kehidupan. Kesimpulannya, paradigma ilmu berbasis etika cinta dapat menjadi alternatif filosofis untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan intelektual dan teknologis, tetapi juga berakar pada nilai-nilai moral dan kemanusiaan.
Enhancing Maharah Istima’ Through Roleplay and Focus Group Discussion: Implications for AI-Supported Language Learning Mushthafa Shadiq Al-Rafi'i; Nissa Media Utami; Anneu Rosyanti Suryana; Rizzaldy Satria Wiwaha
Alibbaa': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Special Issue 2026 Vol. 01 | Artificial Intelligence in Arabic Language Education: Pedagogy, Media,
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ajpba.vi.24350

Abstract

Arabic language learning in Indonesia continues to face challenges, particularly in developing students’ Maharah Istima’ (listening skills), which are often hindered by limited vocabulary, rapid speech input, and the dominance of passive instructional approaches. This study aims to examine the effectiveness of integrating Roleplay and Focus Group Discussion (FGD) in improving students’ listening ability within a classroom context. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a non-equivalent control group. The participants consisted of 20 fifth-grade students at Al-Irhaam Global Islamic School Bandung, divided into an experimental group receiving Roleplay and FGD-based instruction and a control group receiving conventional audio-based instruction. Data were collected through pre-test and post-test and analyzed using Shapiro-Wilk normality test, homogeneity test, paired sample t-test, and N-Gain analysis. The findings indicate a statistically significant improvement in the experimental group (p < 0.05), with mean scores increasing from 72.0 to 88.0 and an N-Gain value of 0.63 (moderate category). Compared to the control group, the results suggest that interactive and collaborative learning activities contribute more effectively to the development of listening skills. These findings highlight the pedagogical potential of integrating Roleplay and FGD in promoting active engagement and deeper processing of language input. While this study is limited to a small-scale classroom context, it offers practical implications for designing interactive listening instruction and suggests opportunities for future integration with AI-supported language learning tools.