Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Hubungan Faktor-Faktor Kepuasan Pasien terhadap Bed Occupancy Rate (BOR) pada Instalasi Bedah RSP Ibnu Sina Puspita, Andi Adelia; Jaya, Muhammad Alim; Karim, Marzelina; Harahap, Wirawan; Hasbi, Berry Erida
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepuasan pasien dan Bed Occupancy Rate (BOR) pada pelayanan rawat inap Instalasi Bedah RS Ibnu Sina YW–UMI Makassar. Penelitian ini merupakan studi epidemiologi analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) yang menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner kepuasan pasien berbasis SERVQUAL yang mencakup lima dimensi, yaitu tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance, sedangkan datasekunder berupa laporan BOR rumah sakit Triwulan I Tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 89 responden yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BOR Instalasi Bedah sebesar 70,85%, yang berada dalam kategori ideal sesuai standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sebagian besar pasien menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan, dengan tingkat kepuasan tertinggi pada dimensi reliability dan terendah pada dimensi responsiveness. Namun, hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara seluruh dimensi kepuasan pasien dan BOR (p > 0,05) dengan kekuatan hubungan yang sangat lemah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian BOR lebih dipengaruhi oleh faktor manajerial dan operasional rumah sakit dibandingkan persepsi kepuasan pasien, sehingga peningkatan mutu pelayanan dan pengelolaan BOR perlu dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi.