Penyakit tidak menular (PTM) telah meningkat dengan signifikan. Diabetes mellitus adalah gangguan pada metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat dalam berbagai tingkatan (Wondifraw, 2015). Tujuan penelitian ini membandingkan analisis profil dan biaya pengobatannya pasien rawat jalan dan rawat inap DM Tipe 2 di RSUD sejiran. Metode observasional, deskriptif, Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Pada pasien rawat jalan untuk biaya INA-CBG selama 1 priode 2024 dengan jumlah total 20.598.900 dengan jumlah nilai rata-rata sebesar 212.359,79 dan persentase 37,66%. Sedangkan untuk biaya RS sebesar 33.942.716 dengan jumlah rata-rata 349.924,90 dan jumlah persentase 62,34% jenis biaya itu terdiri dari obat, laboratorium, konsultasi, prosedur bedah, dan prosedur non bedah. Sedangkan pada pasien pasien rawat inap untuk biaya INA-CBG selama 1 priode 2024 dengan jumlah total 1.022.838.000 dengan nilai rata-rata sebesar 4.566.241,07 dan persentase 39,50%. Sedangkan total untuk biaya RS sebesar 1.566.514.628 dengan nilai rata-rata 6.993.368,87 dan persentase 60,50% jenis biaya itu terdiri BMHP, obat, kamar akomodasi, laboratorium, radiologi, penunjang, keperawatan, konsultasi, prosedur bedah dan prosedur non bedah. Perbandingan tarif biaya pasien rawat jalan dan pasien rawat inap, terdapat selisih tarif biaya pasien rawat jalan INA-CBG dan RS dengan rata-rata 138.565,11. Sedangkan pasien rawat jalan selisih tarif INA-CBG dan RS dengan rata-rata 2.427.127,80