Irza Gusneti
Universitas Adzkia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENILAI BUKAN SEKEDAR MENGHITUNG: PERAN ASESMEN FORMATIF DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Adriantoni; Mahrifa Abdila Yanre; Irza Gusneti; Satria Angraini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.5976

Abstract

Asesmen dalam dunia pendidikan tidak lagi dipandang sekadar sebagai alat ukur capaian belajar, melainkan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran itu sendiri. Artikel ini mengkaji peran asesmen formatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berdasarkan studi literatur mutakhir. Asesmen formatif terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memberikan umpan balik yang konstruktif, serta mendorong refleksi guru dan peserta didik. Kajian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan merujuk pada pendapat ahli terbaru, terutama teori Black dan Wiliam yang diperbarui serta integrasi dalam konteks Kurikulum Merdeka. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen formatif dapat meningkatkan hasil belajar secara signifikan bila diterapkan secara konsisten dan reflektif. Temuan ini mendukung pentingnya pergeseran paradigma asesmen dari penilaian akhir ke proses pembelajaran yang berkelanjutan.
MENGENAL GEJALA JIWA DENGAN MENELUSURI PROSES MENTAL MANUSIA DARI PENGAMATAN HINGGA INTELEGENSI Hafiz Hidayat; Marni Nelvi; Afri Rahmat; Yuslini Fitri; Irza Gusneti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6549

Abstract

Gejala jiwa merupakan manifestasi dari aktivitas mental yang mencerminkan dinamika psikologis individu. Artikel ini membahas berbagai bentuk gejala jiwa, termasuk pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berpikir, dan intelegensi. Pengamatan adalah proses mengenal dunia luar melalui indera, sementara tanggapan merupakan bayangan yang melekat dalam ingatan setelah pengamatan. Fantasi memungkinkan individu mencipta tanggapan baru berdasarkan pengalaman sebelumnya. Ingatan berperan dalam menyimpan dan mereproduksi pengalaman masa lalu, sedangkan berpikir mencakup proses mengolah informasi untuk memecahkan masalah. Intelegensi mencerminkan kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi baru melalui pemikiran. Pemahaman mendalam tentang gejala jiwa penting dalam konteks pendidikan dan pengembangan diri, karena membantu individu mengenali dan mengelola proses mentalnya secara efektif.