Afri Rahmat
Universitas Adzkia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

URGENSI ASESMEN FORMATIF DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN ABAD 21 Adriantoni; Afri Rahmat; Apriyanti Safitri; Maryulis
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6005

Abstract

Asesmen formatif merupakan salah satu instrumen penting dalam proses pembelajaran, khususnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad 21 yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, komunikatif, dan kreatif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis peran strategis asesmen formatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan menggunakan metode kajian pustaka berdasarkan pendekatan kualitatif menurut Sugiyono (2022), penelitian ini mengumpulkan dan mereview berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen formatif bukan hanya alat ukur pencapaian belajar, tetapi juga merupakan proses reflektif yang dapat meningkatkan efektivitas pengajaran dan pembelajaran. Oleh karena itu, penerapan asesmen formatif yang tepat menjadi strategi penting bagi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
MENGENAL GEJALA JIWA DENGAN MENELUSURI PROSES MENTAL MANUSIA DARI PENGAMATAN HINGGA INTELEGENSI Hafiz Hidayat; Marni Nelvi; Afri Rahmat; Yuslini Fitri; Irza Gusneti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6549

Abstract

Gejala jiwa merupakan manifestasi dari aktivitas mental yang mencerminkan dinamika psikologis individu. Artikel ini membahas berbagai bentuk gejala jiwa, termasuk pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berpikir, dan intelegensi. Pengamatan adalah proses mengenal dunia luar melalui indera, sementara tanggapan merupakan bayangan yang melekat dalam ingatan setelah pengamatan. Fantasi memungkinkan individu mencipta tanggapan baru berdasarkan pengalaman sebelumnya. Ingatan berperan dalam menyimpan dan mereproduksi pengalaman masa lalu, sedangkan berpikir mencakup proses mengolah informasi untuk memecahkan masalah. Intelegensi mencerminkan kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi baru melalui pemikiran. Pemahaman mendalam tentang gejala jiwa penting dalam konteks pendidikan dan pengembangan diri, karena membantu individu mengenali dan mengelola proses mentalnya secara efektif.