Maryulis
Universitas Adzkia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

URGENSI ASESMEN FORMATIF DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN ABAD 21 Adriantoni; Afri Rahmat; Apriyanti Safitri; Maryulis
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6005

Abstract

Asesmen formatif merupakan salah satu instrumen penting dalam proses pembelajaran, khususnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad 21 yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, komunikatif, dan kreatif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis peran strategis asesmen formatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan menggunakan metode kajian pustaka berdasarkan pendekatan kualitatif menurut Sugiyono (2022), penelitian ini mengumpulkan dan mereview berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen formatif bukan hanya alat ukur pencapaian belajar, tetapi juga merupakan proses reflektif yang dapat meningkatkan efektivitas pengajaran dan pembelajaran. Oleh karena itu, penerapan asesmen formatif yang tepat menjadi strategi penting bagi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
BELAJAR BUKAN SEKEDAR DUDUK DI BANGKU: MENELISIK HAKIKAT, FAKTOR, DAN TEORI BEHAVIORISTIK DALAM PEMBELAJARAN EFEKTIF Hafiz Hidayat; Dinny Widya Putri; Tri Wahyuni; Maryulis; Apriyanti Safitri
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6546

Abstract

Belajar merupakan proses kompleks yang melibatkan perubahan perilaku akibat pengalaman. Artikel ini mengkaji hakikat belajar dan pembelajaran, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta mengulas teori belajar behavioristik dari tokoh-tokoh utama seperti Thorndike, Pavlov, dan Skinner. Fokus diberikan pada aplikasi praktis teori ini dalam pendidikan, seperti pemberian hadiah, hukuman, dan reinforcement. Dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka, artikel ini bertujuan memperkaya wawasan pendidik dalam menerapkan prinsip behavioristik untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Lebih lanjut, tulisan ini menyoroti bagaimana penguatan positif dan negatif, hukuman, serta teknik shaping dapat memengaruhi perilaku belajar peserta didik di kelas. Dengan pendekatan teoritik yang sistematis, artikel ini juga membahas berbagai pertimbangan etis dan pedagogis dalam penerapan metode behavioristik. Temuan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi guru dan praktisi pendidikan untuk membangun suasana belajar yang adaptif dan berorientasi pada perubahan perilaku positif. Dengan pemahaman mendalam terhadap prinsip-prinsip behaviorisme, pendidik dapat lebih efektif merancang strategi pembelajaran yang menstimulasi motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa secara optimal.
ANALISIS KEBIJAKAN TEKNOLOGI DI INDONESIA: AKSES, LITERASI GURU, KURIKULUM, DAN EVALUASI Weni Yulastri; Della Nazda Putri; Rossy Gusman; Nofri Mayasril; Alpan Suri; Maryulis
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6772

Abstract

This article examines the issues of educational policy in Indonesia related to technology access, teacher competence, curriculum flexibility, student disparities, and learning evaluations. The research method uses a literature review from national and international journals. The results of the study show: (1) infrastructure is still limited in remote areas, (2) teacher digital literacy is inadequate, (3) the curriculum is too dense and not adaptive enough, (4) student diversity is not well accommodated, and (5) learning evaluation still focuses on exam results. The conclusion recommends the reformulation of policies that include equal technology distribution, continuous training for teachers, the drafting of a flexible curriculum, and comprehensive evaluations.