Haya Nisrina Afifah
Universitas Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN ALAT PERAGA UNTUK MEMAHAMI KONSEP SISTEM PERNAPASAN MANUSIA PADA SISWA SD KELAS V Dela Puspita; Haya Nisrina Afifah; Neni Hermita; Rifqa Gusmida Syahrun Barokah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6379

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat sekolah dasar masih menghadapi tantangan, khususnya dalam membantu siswa memahami konsep abstrak seperti sistem pernapasan manusia. Pendekatan konvensional yang bersifat satu arah membuat siswa kurang aktif dan berdampak pada rendahnya pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan alat peraga sederhana dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem pernapasan manusia. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan subjek siswa kelas V SDN 136 Pekanbaru sebanyak sembilan orang. Pembelajaran dilaksanakan dalam lima tahap PBL orientasi pada masalah, pengorganisasian siswa, penyelidikan, penyajian hasil, dan evaluasi. Alat peraga berupa model paru-paru dari balon dan botol bekas digunakan untuk membantu visualisasi proses pernapasan. Data kuantitatif diperoleh melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman secara signifikan, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Nilai rata-rata kognitif siswa mencapai kategori baik hingga sangat baik, dengan keterlibatan aktif dalam diskusi dan praktik langsung. Selain itu, penggunaan alat peraga meningkatkan minat belajar dan kemampuan bekerja sama siswa. Dengan demikian, model PBL berbantuan alat peraga sederhana terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA, khususnya dalam memahami sistem pernapasan manusia secara lebih konkret dan menyenangkan.
Tradisi Bakar Batu Suku Dani Provinsi Papua Pegunungan Etalia Asso; Haya Nisrina Afifah; Yulia Respi; Zofia Maharani; Hendri Marhadi; Mahmud Alpusari
Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya Vol. 22 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.239 KB) | DOI: 10.57216/pah.v22i1.29

Abstract

Tradisi Bakar Batu merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Suku Dani di Papua Pegunungan yang masih lestari hingga saat ini. Tradisi ini bukan hanya sekadar metode memasak secara tradisional menggunakan batu panas, tetapi memiliki makna sosial, spiritual, dan ekologis yang mendalam. Bakar Batu biasanya dilaksanakan pada berbagai momentum penting seperti kelahiran, pernikahan, kematian, penyelesaian konflik adat, dan sebagai ungkapan rasa syukur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna, nilai, serta fungsi sosial dari tradisi Bakar Batu dalam kehidupan masyarakat Suku Dani di tengah arus modernisasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara daring bersama tokoh adat asli Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini menjadi media perekat sosial yang efektif, sarana edukasi nilai adat bagi generasi muda, sekaligus ritual penyucian spiritual yang tetap dihormati masyarakat hingga kini. Meskipun menghadapi tantangan akibat modernisasi, masyarakat adat tetap mempertahankan tradisi ini sebagai identitas budaya dan simbol persatuan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah, sekolah, dan media dalam pelestarian tradisi Bakar Batu, agar nilai-nilai luhur di dalamnya tidak tergerus oleh zaman.
DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN TENGGIRI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN DIMSUM DI DESA MUNTAI Asyrul Fikri; Risky Yehezkiel Syahputra Siregar; Silvia Khairani Harahap; Haya Nisrina Afifah; Fatilah Khairina; Dela Puspita; M. Ainul Lutfi; Wita Hazura; Suryani Wulan Dari; Aisyah Aisyah; Tasyannah Tasyannah
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya perikanan yang cukup besar, khususnya ikan tenggiri. Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pengembangan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Muntai dalam melakukan diversifikasi produk ikan tenggiri melalui pembuatan dimsum. Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari program KUKERTA Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan praktik langsung. Kegiatan meliputi pengenalan potensi ikan tenggiri, pemberian informasi mengenai diversifikasi produk pangan, demonstrasi pembuatan dimsum, serta praktik pengolahan bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan memberikan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan praktis baru kepada masyarakat dalam mengolah ikan tenggiri menjadi produk pangan yang lebih beragam. Kegiatan ini juga mendukung pemanfaatan sumber daya perikanan lokal serta memperkenalkan peluang pengembangan produk olahan berbahan dasar ikan yang memiliki nilai tambah. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat turut mendukung keberhasilan pelaksanaan program. Selain meningkatkan keterampilan praktis, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengeksplorasi metode pengolahan pangan yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya perikanan yang tersedia secara lokal serta mendukung kemandirian masyarakat.