Febri anggun Viona
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi terapi dan rehabilitasi terpadu untuk ODGJ korban penyalahgunaan obat terlarang : studi pada pusat rehabilitasi: Manuscript submission Febri anggun Viona; Yahdinil Firda Nadirah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9180

Abstract

Prevalensi gangguan jiwa di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya kasus perlindungan obat terlarang. Keduanya sering muncul secara bersamaan dan saling menguntungkan satu sama lain, menciptakan kondisi yang dikenal sebagai diagnosis ganda. Artikel ini membahas strategi terapi dan rehabilitasi terpadu bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) korban perlindungan obat terlarang dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus pada salah satu pusat rehabilitasi di Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi rehabilitasi yang efektif menekankan asesmen komprehensif, terapi perilaku seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Dialectical Behavior Therapy (DBT), serta Motivational Interviewing (MI), didukung dengan pendekatan spiritual dan suasana kekeluargaan. Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya dukungan keluarga, keterbatasan sumber daya profesional, dan tingginya risiko kekambuhan. Pendekatan non-farmakologis yang fokus pada aspek psikologis dan sosial terbukti mampu membantu pasien dalam proses pemulihan. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi multidisipliner dan dukungan sosial dalam keberhasilan rehabilitasi ODGJ korban konservasi obat terlarang.
Penyebab dan Dampak Minim Keterbukaan Diri Remaja pada Orang Tua (Studi di Kp. Bangun Masjid Cadasari Pandeglang) Silvia Tri Hastuti; Shelma Mauluddini; Devia Aprilianti; Najma Aghnia Nurizza; Siti Elut Kuraesin; Febri Anggun Viona; Hunainah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16038

Abstract

This study aims to analyze the causes and impacts of low self-disclosure among adolescents toward their parents in Kampung Bangun Masjid, Cadasari District, Pandeglang Regency. The research used a descriptive qualitative method with adolescents aged 13–18 years as research subjects selected through purposive sampling. Data were collected through interviews, observations, and documentation techniques. The results showed that adolescents’ self- disclosure toward parents varied depending on family communication quality, parental responses, emotional comfort, and trust within the family. Adolescents who experienced warm and supportive relationships with parents tended to be more open in expressing feelings and personal problems. Meanwhile, adolescents who were afraid of being judged, scolded, or misunderstood preferred to keep their problems to themselves and share them with peers instead. The study also found that low self-disclosure had psychological impacts such as sadness, stress, confusion, and overthinking, as well as causing emotional distance between adolescents and parents. Therefore, open, empathetic, and supportive family communication is needed to create a safe space for adolescents to express their feelings and experiences.