Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAYOK BINATUR SEBAGAI TRADISI DALAM MASYARAKAT BATAK SIMALUNGUN Tomson Sibarani; Cristien Oktaviani Saragih; Febe Elnosa Kasih; Lastiur Sinaga; Dony Sigiro
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9219

Abstract

Dayok Binatur merupakan bagian dari kearifan lokal yang memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai yang dianut masyarakat Batak Simalungun. Posisi ini tidak hanya sekadar bagian dari tradisi, tetapi juga mengandung makna yang mendalam untuk menjaga hubungan sosial dan kekerabatan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pesan nilai-nilai sosial dalam Dayok Binatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan studi kasus serta sumber data dari buku, jurnal, dokumen, dan internet guna memperoleh pemahaman dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dayok Binatur berperan sebagai simbol identitas budaya dan sarana pendidikan nilai-nilai sosial, yang membantu masyarakat memahami etika, solidaritas, dan rasa hormat antaranggota keluarga ataupun komunitas. Dengan demikian, Dayok Binatur merupakan manifestasi nyata kearifan lokal yang tetap relevan dalam kehidupan masyarakat Batak Simalungun.
DAYOK BINATUR SEBAGAI TRADISI DALAM MASYARAKAT BATAK SIMALUNGUN Tomson Sibarani; Cristien Oktaviani Saragih; Febe Elnosa Kasih; Dony Sigiro; Lastiur Sinaga
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9220

Abstract

Dayok Binatur merupakan bagian dari kearifan lokal yang memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai yang dianut masyarakat Batak Simalungun. Posisi ini tidak hanya sekadar bagian dari tradisi, tetapi juga mengandung makna yang mendalam untuk menjaga hubungan sosial dan kekerabatan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pesan nilai-nilai sosial dalam Dayok Binatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan studi kasus serta sumber data dari buku, jurnal, dokumen, dan internet guna memperoleh pemahaman dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dayok Binatur berperan sebagai simbol identitas budaya dan sarana pendidikan nilai-nilai sosial, yang membantu masyarakat memahami etika, solidaritas, dan rasa hormat antaranggota keluarga ataupun komunitas. Dengan demikian, Dayok Binatur merupakan manifestasi nyata kearifan lokal yang tetap relevan dalam kehidupan masyarakat Batak Simalungun.
ANALISIS ARSITEKTUR SIWALUH JABU DAN FILOSOFI KOMUNAL DALAM RUMAH TRADISIONAL KARO BATAK Febe Elnosa Kasih; Ginto Sianturi; Dion Nardi Pangaribuan; Dody Rinto Simanjuntak; Immanuel Silaban
TANDA Vol 6 No 05 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i05.3089

Abstract

Penelitian ini menganalisis desain Siwaluh Jabu, rumah tradisional masyarakat Batak Karo, dengan fokus pada tata ruang, makna simbolis elemen arsitektur, serta penerapan prinsip Rakut Sitelu dan Perbaba dalam desain fisiknya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif etnografis, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam bersama tokoh adat, dan dokumentasi visual pada lima rumah tradisional di Sumatera Utara. Analisis tematik menunjukkan bahwa tata ruang Siwaluh Jabu merefleksikan hirarki sosial, nilai gotong royong, dan kosmologi kolektif masyarakat Karo. Elemen struktural seperti panggung, sulap, dan garuk-garuk mengandung makna simbolis terkait kosmologi, identitas klan, dan ritual. Penerapan prinsip Rakut Sitelu (kesatuan manusia, alam, dan spiritual) serta Perbaba (keseimbangan dan keadilan) terlihat pada orientasi bangunan, pemilihan material alami, dan teknik konstruksi fleksibel yang adaptif terhadap iklim tropis serta potensi bencana vulkanik. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi pada studi arsitektur vernakular Nusantara dan memberikan rekomendasi kebijakan konservasi berbasis partisipasi komunitas Karo.