Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN PADA SEKOLAH PINGGIRAN: STUDI KASUS DI SMPN 51 MERANGIN Hanibar; Hasmailena Saragih; Sisca Yuliasary; Evi Susanti; Desi Khoridatul
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11243

Abstract

This study aims to analyze the implementation of education policies at SMPN 51 Merangin, specifically the implementation of the Independent Curriculum, literacy and numeracy achievements, and the utilization of school infrastructure. The background of the study stems from low national learning outcomes and disparities in education quality between regions (OECD, 2023; Ministry of Education and Culture, 2023; World Bank, 2022). The study used a qualitative approach with a case study design through interviews, observations, and analysis of school documents. The results show that the implementation of the Independent Curriculum is not optimal due to variations in teachers' understanding of differentiated learning and authentic assessment. Student literacy and numeracy achievements remain low, at 35% and 43%, respectively. Infrastructure such as digital devices, internet access, and project learning facilities are also limited. These findings confirm that teacher competence, school resource readiness, and the learning environment play a critical role in the success of policy implementation. The study recommends improving teachers' pedagogical competence, strengthening learning support facilities, and implementing literacy and numeracy program interventions to improve the quality of education in remote schools.Keywords: keyword 1, keyword 2, keyword 3
IMPLEMENTASI ETIKA DI DUNIA PENDIDIKAN (STUDI KASUS SMPN 51 MERANGIN) Hasmailena Saragih; Evi Susanti; Hanibar; Sisca Yuliasary; Desi Khoridatul
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11246

Abstract

This study aims to analyze the implementation of ethics in education through a case study at SMPN 51 Merangin. The study used a qualitative approach with a case study type through in-depth interviews, observation, and documentation techniques. Data analysis was conducted using the Miles, Huberman, and SaldaƱa (2020) model which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of ethics at SMPN 51 Merangin is in the good to very good category, especially in the aspect of teacher professional ethics. Based on the data obtained, the level of teacher ethics implementation reached 86.4%, reflecting discipline, exemplary behavior, communication ethics, integrity, and compliance with the code of ethics. Meanwhile, the implementation of ethics among students showed a percentage of 73.2% with the highest achievement in the indicators of cooperation and tolerance, and the lowest achievement in the indicator of honesty. Documentation data also showed 27 student violations during one semester, dominated by lateness violations. These findings indicate that although teacher ethics are strongly reflected in daily practice, strengthening ethics in students still needs improvement, particularly in the areas of responsibility, honesty, and compliance with school rules. Overall, the implementation of ethics at SMPN 51 Merangin has been quite effective, but further strategies involving collaboration between the school, family, and the social environment are still needed to achieve optimal student character.
Aksiologi Ilmu dan Etika dalam Manajemen Pendidikan Sumarni Umar Ahmad; Novi Susanti; Hanibar; Retno Wahyu Ningsih
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7658

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap praktik manajemen pendidikan, sehingga membuka peluang bagi terciptanya tata kelola pendidikan yang lebih efektif dan efisien. Namun, kompleksitas organisasi pendidikan yang semakin meningkat juga memunculkan berbagai tantangan etis yang berkaitan dengan akuntabilitas, transparansi, integritas, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran aksiologi ilmu dan etika sebagai landasan filosofis dalam manajemen pendidikan serta kontribusinya dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang berintegritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan aksiologi, etika, dan manajemen pendidikan. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi nilai, prinsip, dan implikasi praktis integrasi perspektif aksiologis dan etis ke dalam fungsi-fungsi manajemen pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksiologi ilmu memberikan kerangka nilai yang memastikan bahwa ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan diarahkan pada kemaslahatan manusia, keadilan sosial, serta pengembangan peserta didik secara holistik. Sementara itu, etika berfungsi sebagai pedoman moral yang mengarahkan proses pengambilan keputusan, perilaku profesional, dan budaya organisasi dalam lembaga pendidikan. Integrasi nilai-nilai aksiologis dan prinsip-prinsip etis dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program pendidikan berkontribusi terhadap terciptanya tata kelola pendidikan yang transparan, akuntabel, adil, dan berkelanjutan. Selain itu, integrasi tersebut mampu memperkuat tanggung jawab profesional para pemimpin pendidikan serta membangun budaya integritas dalam organisasi pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian efektivitas organisasi, tetapi juga harus memperhatikan dimensi moral dan sosial pendidikan. Oleh karena itu, pemimpin dan pengambil kebijakan pendidikan perlu mengintegrasikan pertimbangan aksiologis dan etis dalam praktik manajemen guna menghasilkan lembaga pendidikan yang berkualitas dan berkarakter