Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penggunaan Metode Fast Forward dan Shortcut To Adiabaticity Pada Model Landau Zener untuk Mendapatkan Hamiltonian Tambahan Lingga Agustina Dwi Sari; Iwan Setiawan; Bodi Gunawan
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 13 No. 02 (2025): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v13i02.506

Abstract

Model Landau Zener atau yang biasanya disebut LZ adalah model dengan  dua keadaan yang paling banyak digunakan dalam meningkatkan dinamika sistem spin  kuantum. Pada Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan kuantitatif dimana metode studi literatur ini mengumpulkan data dari sumber penelitian sebelumnya maupun buku yang berkaitan,dan menggunakan metode kuantitatif menggunakan persamaan untuk mencari metode tersebut dan untuk mendapatkan grafik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana  mempercepat sistem Landau Zener dalam mempercepat  dinamika kuantum adiabatik dengan mendapatkan Hamiltonian tambahan menggunakan metode shortcut to adiabaticity  untuk  mempercepat dinamika kuantum adiabatik. Untuk  mempercepat proses dinamika kuantum dalam waktu yang singkat terdapat dua cara yaitu metode shortcut to adiabaticity dan fast forward.. Metode fast forward dapat dipergunakan untuk memindahkan elektron tanpa mengganti sifat asli dari elektron tersebut. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Masuda dan Nakamura pada tahun 2010. Hasil yang di dapatkan dari penelitian ini yaitu untuk mencari nilai   (Hamiltonian) tambahan pada metode fast forward dibutuhkan hanya satu vector eigen sedangkan pada metode STA lebih kompleks dengan menjumlahkan nilai  dari semua nilai eigen untuk mendapatkan nilai Hamiltonian tambahan.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode fast forward lebih sederhana yang hanya menggunakan 1 nilai eigen di bandingkan menggunakan metode STA yang lebih kompleks dengan menggunakan semua nilai eigen. Kata kunci: fisika kuantum, Landau Zener, fast forward, persamaan schrodinger, ,shorcut to adiabaticity
E-Modul Inquiry Based Learning Berbantuan Flip PDF Corporate Edition untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa SMA Materi Gelombang Cahaya Jeya Agusti; Bodi Gunawan; Rosane Medriati
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5067

Abstract

Pengajaran fisika masih menghadapi sejumlah kendala, terutama rendahnya motivasi siswa dan hasil belajar yang kurang memuaskan akibat penggunaan metode ceramah dan buku teks sebagai sumber utama pembelajaran, yang membuat siswa kurang terlibat selama proses pembelajaran. Penelitian ini tujuannya adalah untuk membuat e-modul inquiry based learning berbantuan Flip PDF corporate edition pada materi gelombang cahaya, mendeskripsikan kelayakan e-modul inquiry based learning, serta mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar, hasil belajar, dan respon siswa setelah penggunaan e-modul inquiry based learning. Pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dalam studi ini didasarkan pada model ADDIE, yang terdiri dari tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Alat penelitian yang digunakan antara lain lembar validasi ahli, kuesioner motivasi belajar, tes hasil belajar, dan kuesioner respon siswa. Uji N-Gain dan persentase kelayakan digunakan untuk menganalisis data guna menilai perubahan pada hasil belajar dan motivasi. Berdasarkan temuan penelitian, e-modul dinilai sangat layak dengan tingkat kelayakan sebesar 92,54%, motivasi belajar siswa meningkat dengan nilai N-Gain sebesar 0,62 dengan kategori sedang, hasil belajar siswa meningkat dengan nilai N-Gain sebesar 0,67 yang diklasifikasikan sebagai kategori sedang. Respon siswa terhadap penggunaan e-modul sebesar 89,60% sehingga siswa melaporkan menggunakan e-modul inquiry based learning, memperoleh respon positif dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, e-modul inquiry based learning berbantuan Flip PDF corporate edition layak untuk digunakan sebagai sumber daya pengajaran fisika mengenai gelombang cahaya dan berpotensi agar hasil pembelajaran murid dan motivasinya bertambah.
Effect of PhET-Assisted Problem-Based Learning on Students’ Conceptual Understanding of Motion Dynamics Muhammad Raihan; Desy Hanisa Putri; Bodi Gunawan
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i3.1779

Abstract

This quasi-experimental study examined the effect of Problem-Based Learning (PBL) assisted by PhET simulations on students' conceptual understanding of motion dynamics. The participants were 64 eleventh-grade science students at SMA Negeri 6 Bengkulu, divided into an experimental class receiving PhET-assisted PBL and a control class receiving PBL only. Students' conceptual understanding was assessed using essay tests based on the SOLO Taxonomy. Data were analyzed using descriptive statistics, the Mann–Whitney U test, normalized gain (N-Gain), and rank-biserial effect size. The results revealed no statistically significant difference between the experimental and control groups (p = 0.204). Nevertheless, the experimental group achieved a moderate N-Gain score (0.313) and a small effect size (r = 0.158), indicating that PhET-assisted PBL produced moderate learning improvement without providing a significant advantage over PBL alone. These findings suggest that PBL remains the primary contributor to conceptual understanding, while PhET serves as a complementary visualization tool that supports learning consistency.
PELATIHAN GOOGLE WORKSPACE FOR EDUCATION DALAM MENUNJANG KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR Bodi Gunawan; Desy Hanisa Putri; Eko Risdianto; Netriani Veminsyah Ahda; Muhammad Ataurrahman Aqil; Albet Karuniawan
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i1.5580

Abstract

Abstrak Program ini merupakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dirancang untuk mendukung para pendidik dalam memanfaatkan alat-alat digital secara optimal, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan kolaboratif. Bermitra dengan SMA Negeri 2 Kota Bengkulu, program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang penggunaan Google Workspace for Education, yang dapat membantu meningkatkan efektivitas layanan dan proses belajar mengajar siswa melalui teknologi. Secara garis besar, program pelatihan ini mencakup 3 proses yaitu 1) Tahap Persiapan yang mencakup survey untuk memitigasi permasalahan mitra serta perumusan solusi; 2) Tahap Pelaksanaan yang melibatkan pelatihan langsung kepada para pendidik tentang cara menggunakan Google Workspace for Education secara efektif; dan 3) Tahap Evaluasi untuk menilai dampak program serta memberikan umpan balik yang konstruktif bagi pengembangan lebih lanjut. Dalam implementasinya, program ini diterima antusias dengan respon positif 100% oleh para peserta. Tema kolaborasi dokumen dan pemanfaatan teknologi AI Gemini merupakan topik yang paling diminati oleh peserta dengan nilai survey 30% dan 50% peserta meminta topik tersebut perlu dieksplorasi lebih lanjut. Kata Kunci: google for education, kolaborasi online, otomatisasi, gemini Abstract This program is a Community Service Program designed to support educators in making optimal use of digital tools, so as to create an interactive and collaborative learning environment. Partnering with SMA Negeri 2 Kota Bengkulu, this program aims to provide an in-depth understanding of the use of Google Workspace for Education, which can help improve the effectiveness of student services and teaching and learning processes through technology. Broadly speaking, this training program includes 3 processes, namely 1) Preparation Phase which includes a survey to mitigate partner problems and formulate solutions; 2) Implementation Phase which involves hands-on training to educators on how to use Google Workspace for Education effectively; and 3) Evaluation Phase to assess the impact of the program and provide constructive feedback for further development. In its implementation, the program was enthusiastically received with 100% positive response by the participants. The theme of document collaboration and the utilization of AI Gemini technology were the topics of most interest to the participants with a survey score of 30% and 50% of the participants requested that these topics be explored further. Keywords: google for education, online colaboration, automation, gemini
Arduino Training for High School Students: Improving Technology Literacy and Creativity in the Digital Age Bodi Gunawan; Dedy Hamdani; Iwan Setiawan; Haditya A Lora
Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat September 2025
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/aktual.v3i3.476

Abstract

Background of study: This community service activity aimed to address the gap in technological literacy and practical skills among students at SMAN 6 Bengkulu Tengah, Indonesia, by introducing the Arduino microcontroller platform as a tool for enhancing STEM education.Aims and scope of paper: The primary objective was to assess the effectiveness of project-based Arduino training in improving students' understanding of electronics and programming. The study specifically evaluated cognitive gains, development of practical skills, and increased student confidence.Methods: The program employed a participatory approach, combining interactive lectures, hands-on project development, and pretest and posttest evaluations using the Kahoot! platform. The training involved 41 participants and included collaborative project work in groups.Result: The intervention resulted in a significant 36% increase in posttest scores (from 42% to 78%), with notable improvements in component knowledge (+82%) and schematic understanding (+79%). Additionally, 87% of participants reported increased confidence in experimenting with electronics projects.Conclusion: Findings demonstrate that Arduino-based training effectively enhances technological literacy and STEM skills among high school students. The study recommends integrating microcontroller platforms into physics curricula and fostering school-university partnerships for sustainable implementation through teacher training, equipment provision, and module development aligned with the Merdeka Curriculum.