Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemetaan Tren Penelitian Permainan Lompat Tali sebagai Media Pembelajaran Fisika Berbasis Kearifan Lokal: Analisis Bibliometrik Nayara Janatus Zahra; Mozza Pinkan Edelweiss; Utama Alan Deta; Wirawan Fadly
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 1 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v1n2.p74-87

Abstract

Permainan tradisional merupakan bagian dari kearifan lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai media pembelajaran kontekstual. Permainan lompat tali tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki relevansi dengan konsep fisika, khususnya gerak vertikal ke atas. Namun, pemetaan perkembangan penelitian terkait topik ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tren dan potensi permainan lompat tali dalam pembelajaran gerak vertikal ke atas melalui analisis bibliometrik. Data dikumpulkan dari basis data Scopus pada 20 Oktober 2025 menggunakan kata kunci “Jump Rope” atau “Ethnophysics” dengan rentang tahun publikasi 1974–2024. Proses pencarian menghasilkan 176 artikel yang dianalisis menggunakan teknik co-authorship, keyword co-occurrence, dan co-citation. Visualisasi dan pemetaan jaringan pengetahuan dilakukan dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah publikasi terkait permainan lompat tali dalam konteks pembelajaran sains masih relatif terbatas, namun menunjukkan kecenderungan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pemetaan kata kunci dan klaster tematik mengindikasikan keterkaitan antara permainan tradisional, kearifan lokal, pendidikan berbasis budaya, serta konsep-konsep fisika yang relevan dengan gerak vertikal ke atas. Berdasarkan hasil bibliometrik, kajian mengenai permainan lompat tali menunjukkan tren peningkatan dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai media pembelajaran gerak vertikal ke atas yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Temuan ini memberikan landasan konseptual bagi pengembangan pembelajaran fisika berbasis etnosains serta mendukung integrasi permainan tradisional dalam kurikulum untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Literature Review on The Integration of Engklek Games in Physics Learning Ajeng Wahyu Setiani; Wirawan Fadly; Utama Alan Deta
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 10, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v10i1.17154

Abstract

The traditional game of Engklek is a hopping game played on one foot across a flat surface. Integrating local wisdom through innovative learning approaches can increase student motivation while preserving traditional culture. This study explores how the Engklek game can be implemented as an instructional medium in physics education. Using a Systematic Literature Review (SLR) with the PRISMA method, this research analyzes 10 relevant article studies published between 2021 to 2025 retrieved from the Google Scholar database and limited to those indexed in Scopus or SINTA. The analysis shows that the Engklek game explores physics concepts such as parabolic motion, Newton’s laws, energy work, momentum and impulse, torque, and rigid body equilibrium. The game proves to be an effective and enjoyable medium for physics learning. The implications of using Engklek support the development of ethophysics by connecting scientific concepts with local wisdom.
Ethnophysics Behind the Game of Egrang: Systematic Literature Review Fitria Rahmawati; Wirawan Fadly; Utama Alan Deta
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 10, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v10i1.17118

Abstract

Local wisdom in Indonesia is a valuable cultural heritage. To preserve it, it can be introduced through school education, one of which is in physics education. Several researchers have studied local wisdom-based physics education in traditional games in depth, but no specific focus on the Egrang game has been found. Therefore, this study aims to analyze and identify the physics concepts found in the traditional game of stilts as an effort to integrate local wisdom into physics education. The research method used is a Systematic Literature Review (SLR) using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis) design. Data was obtained from the Google Scholar database using the keyword “traditional Egrang game.” From the 1,270 documents identified, after screening based on inclusion and exclusion criteria, 7 articles were obtained that were suitable for analysis. The data was then analyzed descriptively to identify and classify physics concepts in the traditional Egrang game. The results of this study indicate that stilts are related to the physics concepts of work and energy, namely, mechanical energy consisting of kinetic and potential energy. Identification from the literature review also found other concepts such as rigid body equilibrium, balance, weight, and gravitational force. The results of this study confirm that stilts can strengthen students' understanding of physics concepts and the development of teaching materials in physics learning.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Relasional Siswa Melalui Model Pembelajaran Science Technology Society Dengan Pendekatan SESD Umi Hardiyanti Rokmana; Wirawan Fadly
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nb289b75

Abstract

Kemampuan berpikir relasional merupakan salah satu kemampuan penting dalam p  embelajaran IPA karena memungkinkan siswa menghubungkan berbagai konsep, menganalisis hubungan sebab akibat, serta menggunakan keterkaitan antar konsep dalam pemecahan masalah.  Rendahnya kemampuan berpikir relasional siswa menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang dapat memfasilitasi pengembangan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Science Technology Society dengan pendekatan Science Education for Sustainable Development dalam meningkatkan kemampuan berpikir relasional siswa kelas VII SMPN 1 Parang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 63 siswa, terdiri atas 32 siswa kelas eksperimen dan 31 siswa kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi aktivitas siswa, dan tes kemampuan berpikir relasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen berada dalam kategori sangat baik, meskipun terdapat kendala akibat keterbatasan waktu. Aktivitas siswa pada kelas eksperimen menunjukkan dominasi aktivitas aktif, seperti berdiskusi dan merumuskan masalah. Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan kemampuan berpikir relasional antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa model STS dengan pendekatan SESD belum menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir relasional siswa