Ahmad Yani
Institut Agama Islam Negeri Parepare

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategy for Utilizing Artificial Intelligence in Islamic Religious Education Learning Hamidah Ahmad; Ahdar Ahdar; Abdul Halik; Muh. Akib D; Ahmad Yani
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 24, No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v24i2.9509

Abstract

ENGLISH: Strategy for Utilizing Artificial Intelligence in Islamic Religious Education Learning in Junior High SchoolsObjective: This study aims to develop strategies for the ethical and practical use of Artificial Intelligence (AI) features in the Canva application to transform Islamic Religious Education (IRE) learning at the junior high school level. Method: The research method used a qualitative descriptive approach. Data was collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. Results: Canva's Magic Studio and automation feature reduced material preparation time to 30–60 minutes, enabling the production of relevant visual media. The “SIKAP” blended learning model with strict Islamic content control increased student motivation, theological understanding, memory, classroom interaction, and pedagogical efficiency. Conclusion: The integration of Canva-based AI, which is ethical and strictly supervised by humans (human-in-the-loop), has proven capable of revitalizing junior high school PAI learning, making it more engaging and relevant to the digital generation without compromising Islamic values or the role of teachers as guardians of morals. Contribution: This study developed a replicable and low-cost “Blended PAI-AI with Islamic Content Control” model for PAI teachers in Indonesia. It enriched the TPACK theory with the dimensions of Islamic ethics and content validation in AI-assisted religious education.INDONESIOA: Strategi Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran PAI di SMPTujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan strategi pemanfaatan fitur Kecerdasan Buatan (AI) pada aplikasi Canva secara etis dan efektif untuk mentransformasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang SMP. Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam serta analisis dokumen. Hasil: Fitur Magic Studio dan otomatisasi Canva mengurangi waktu persiapan materi menjadi 30–60 menit, menghasilkan media visual relevan. Model blended learning “SIKAP” dengan kontrol konten Islami ketat meningkatkan motivasi siswa, pemahaman teologis, daya ingat, interaksi kelas, dan efisiensi pedagogis. Kesimpulan: Integrasi AI berbasis Canva yang etis dan diawasi ketat oleh manusia (human-in-the-loop) terbukti mampu merevitalisasi pembelajaran PAI jenjang SMP sehingga lebih menarik dan relevan bagi generasi digital tanpa mengorbankan nilai-nilai Islam maupun peran guru sebagai penjaga akhlak. Kontribusi: Penelitian ini mengembangkan model “Blended PAI-AI dengan Kontrol Konten Islami” yang mudah direplikasi dan berbiaya rendah untuk guru PAI di Indonesia, serta memperkaya teori TPACK dengan dimensi etika Islam dan validasi konten dalam pendidikan agama berbantuan AI.
PENERAPAN DAN KONTRIBUSI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK Jamaluddin Mangka; Ahdar; Muzakkir; St. Aminah; Ahmad Yani
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v16i1.13171

Abstract

Kurikulum Merdeka menempatkan Profil Pelajar Pancasila sebagai capaian utama pendidikan nasional, namun kajian tentang penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Aqidah Akhlak—yang memiliki muatan karakter dan afektif sangat kuat—masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik pembelajaran berdiferensiasi serta menganalisis kontribusinya terhadap pembentukan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila di MAN Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal terpancang, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan selama 12 pertemuan, dan analisis dokumen terhadap RPP, modul ajar, serta hasil produk siswa pada periode Mei–Agustus 2025, dengan subjek dua guru Aqidah Akhlak, 18 siswa, serta pimpinan madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi yang berpijak pada asesmen diagnostik holistik, diferensiasi konten-proses-produk multimodality, integrasi teknologi (Smart TV, blog, ChatGPT), serta peran guru sebagai fasilitator yang humanis berhasil mewujudkan keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila secara simultan dan terintegrasi: beriman dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, kreatif, serta bernalar kritis. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan motivasi dan prestasi belajar, tetapi juga menjadi wahana strategis pembentukan karakter religius-nasionalis yang harmonis antara nilai Islam, teori pendidikan modern, dan Kurikulum Merdeka, sehingga model ini memiliki potensi replikasi tinggi di madrasah lain.