Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementation of Character Values to Improve Student Resilience in Facing the Society 5.0 Era Mufidah Auliyah; Sitti Jamilah Amin; Ahdar Ahdar; Muhammad Saleh; Marhani Marhani
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i2.3369

Abstract

The Society 5.0 era poses significant challenges to character education in Indonesian Islamic secondary schools (madrasah), where digital disruption threatens to widen the gap between institutional moral objectives and students' actual behaviour. This study investigates the implementation of character values — religiosity, discipline, honesty, creativity, and responsibility — among students at MAN 2 Soppeng, South Sulawesi. Employing a qualitative phenomenological design, data were collected through in-depth interviews with the principal, teachers, and 30 Grade XI students, complemented by observation and documentation. Analysis followed the Miles and Huberman interactive model, with validity ensured through triangulation and member checks. Findings reveal that while character education is systematically delivered through habituation, role modelling, and extracurricular activities, internalisation remains uneven: student compliance is predominantly externally driven rather than grounded in autonomous moral awareness, with the most pronounced gaps in discipline and honesty. Theoretically, these results affirm the integrative relevance of Thomas Lickona's moral knowing–feeling–action framework and Vygotsky's social constructivism, demonstrating that sustainable character formation requires affectively rich, scaffolded, and dialogic pedagogical conditions. These findings contribute an integrative theoretical model applicable to madrasah character education in the Society 5.0 era.
Internalisasi Nilai Akidah melalui Model Pembelajaran Discovery Learning pada Peserta Didik MTs DDI Kanang Ardillah Ardillah; Marhani Marhani; Buhaerah Buhaerah; Ahdar Ahdar; Rustan Efendy
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.73890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai akidah peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada kelas VII.3 di MTs DDI Kanang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental (one group pretest-posttest design). Sampel penelitian berjumlah 21 peserta didik. Data dikumpulkan melalui angket internalisasi nilai akidah yang diberikan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata internalisasi peserta didik dari 67,04 pada pretest menjadi 82,00 pada posttest. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -3,704 dengan signifikansi < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Sebanyak 18 peserta didik mengalami peningkatan, sedangkan 3 peserta didik mengalami penurunan. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Discovery Learning berkontribusi terhadap proses internalisasi nilai akidah peserta didik dan mendukung pembelajaran yang lebih aktif dan bermakna.
KONTRIBUSI GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER KEPRIBADIAN ANAK DI MTSN PAREPARE Ahdar Ahdar; Musyarif Musyarif; M Akib
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 3 No 2 (2024): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v3i2.108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana guru Aqidah Akhlak berupaya membantu siswa mengetahui, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Tiga faktor utama yang mempengaruhi pembentukan kepribadian muslim, aqidah/tauhid, syariat, dan akhlak menjadi landasan analisis. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya pengajaran Aqidah Akhlak yang sungguh-sungguh dengan metode yang sesuai perkembangan anak. Temuan ini menegaskan signifikansi pendidikan Aqidah Akhlak dalam kurikulum untuk membentuk individu yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara teoretis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya, sehingga terbentuk kepribadian muslim yang berakhlak mulia. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang peran krusial guru Aqidah Akhlak dalam pembentukan karakter siswa di lembaga pendidikan Islam.
Strategy for Utilizing Artificial Intelligence in Islamic Religious Education Learning Hamidah Ahmad; Ahdar Ahdar; Abdul Halik; Muh. Akib D; Ahmad Yani
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 24, No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v24i2.9509

Abstract

ENGLISH: Strategy for Utilizing Artificial Intelligence in Islamic Religious Education Learning in Junior High SchoolsObjective: This study aims to develop strategies for the ethical and practical use of Artificial Intelligence (AI) features in the Canva application to transform Islamic Religious Education (IRE) learning at the junior high school level. Method: The research method used a qualitative descriptive approach. Data was collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. Results: Canva's Magic Studio and automation feature reduced material preparation time to 30–60 minutes, enabling the production of relevant visual media. The “SIKAP” blended learning model with strict Islamic content control increased student motivation, theological understanding, memory, classroom interaction, and pedagogical efficiency. Conclusion: The integration of Canva-based AI, which is ethical and strictly supervised by humans (human-in-the-loop), has proven capable of revitalizing junior high school PAI learning, making it more engaging and relevant to the digital generation without compromising Islamic values or the role of teachers as guardians of morals. Contribution: This study developed a replicable and low-cost “Blended PAI-AI with Islamic Content Control” model for PAI teachers in Indonesia. It enriched the TPACK theory with the dimensions of Islamic ethics and content validation in AI-assisted religious education.INDONESIOA: Strategi Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran PAI di SMPTujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan strategi pemanfaatan fitur Kecerdasan Buatan (AI) pada aplikasi Canva secara etis dan efektif untuk mentransformasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang SMP. Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam serta analisis dokumen. Hasil: Fitur Magic Studio dan otomatisasi Canva mengurangi waktu persiapan materi menjadi 30–60 menit, menghasilkan media visual relevan. Model blended learning “SIKAP” dengan kontrol konten Islami ketat meningkatkan motivasi siswa, pemahaman teologis, daya ingat, interaksi kelas, dan efisiensi pedagogis. Kesimpulan: Integrasi AI berbasis Canva yang etis dan diawasi ketat oleh manusia (human-in-the-loop) terbukti mampu merevitalisasi pembelajaran PAI jenjang SMP sehingga lebih menarik dan relevan bagi generasi digital tanpa mengorbankan nilai-nilai Islam maupun peran guru sebagai penjaga akhlak. Kontribusi: Penelitian ini mengembangkan model “Blended PAI-AI dengan Kontrol Konten Islami” yang mudah direplikasi dan berbiaya rendah untuk guru PAI di Indonesia, serta memperkaya teori TPACK dengan dimensi etika Islam dan validasi konten dalam pendidikan agama berbantuan AI.
THE THE HABITS OF THE BUGIS COMMUNITY IN IMPROVING THE MORAL EDUCATION OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN SIDRAP REGENCY Muchsin Muchsin; Mahsyar Mahsyar; Marhani Marhani; Ahdar Ahdar; Abdul Halik
FOKUS Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 11 No. 1 (2026): FOKUS
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to comprehensively analyze the Bugis community's practices in encouraging the moral education of elementary school students in Sidrap Regency. The research uses a descriptive qualitative approach by using data collection techniques including participatory observation, in-depth interviews, and documentation that involves teachers, parents, religious leaders, traditional leaders, and students. Data analysis is conducted through stages of reduction, data presentation, and continuous conclusion drawing. The research results indicate that the habituation of students' morals is manifested through several cultural practices, including respect for parents and teachers (mappesona), etiquette for visiting and meeting others (mappatabe), and dining etiquette. The habituation process is reinforced by the exemplary behaviour of parents and community leaders; cultural and religious homogeneity; the alignment of cultural values with Islamic teachings; and the support of school religious-social programmes. However, the main challenge arises from the modernisation of digital technology and the exploratory nature of elementary school children's development. This research emphasises that habits based on Bugis local culture have strategic significance as an effective, integrative, and relevant model of moral education to shape students' characters in facing the dynamics of the global era.