Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Mengenai Etika Komunikasi Media Sosial bagi Ibu-ibu PKK RW 07 Sunter Agung Elsie Oktivera; Joevi Roedyati; Rahmadiana Pusung; Salim Alatas; Radyta A. Burhanuddin
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 7 No 1: JANUARI 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/c5dtm082

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam antusiasme serta respons masyarakat, khususnya di lingkungan perkotaan seperti Jakarta, terhadap pesatnya penggunaan teknologi komunikasi khususnya Media sosial dalam konteks interaksi sosial dan komunikasi. Dengan menggunakan perspektif Ilmu Komunikasi, PkM ini mengidentifikasi bagaimana peran Komunikator penciptaan pesan yang dikreasikan dalam teknologi komunikasi di media sosial, sebagai bagian dari perkembangan teknologi komunikasi, diterima, diinternalisasi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Meningkatkan pemahaman dan kesadaran Ibu-ibu PKK RW 07 Sunter Agung, Jakarta Utara terhadap etika dalam bemedia yang terhubung dengan internet. Ibu-ibu PKK sebagai agen perubahan yang perlu penyesuaian dalam generasi digital perlu dibekali dengan literasi yang tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga nilai-nilai etis dalam berinteraksi di ruang digital.
Edukasi Pengenalan Teknologi Komunikasi AI bagi Pengajar PAUD BKB Melati RW 07 Sunter Agung Radyta A. Burhanuddin; Dani Siswardhani Wahjono; Laili Fithriyah; Suparyadi Suparyadi; Eka Megawati
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 7 No 1: JANUARI 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/ps3rgj90

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam antusiasme serta respons masyarakat, khususnya di lingkungan perkotaan seperti Jakarta, terhadap pesatnya perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) dalam konteks interaksi sosial dan komunikasi. Dengan menggunakan perspektif Ilmu Komunikasi, PkM ini mengidentifikasi bagaimana teknologi AI, sebagai bagian dari perkembangan teknologi komunikasi, diterima, diinternalisasi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Inovasi dapat menuntun pada kebutuhan dan juga sebaliknya. Beberapa agen perubahan menciptakan kebutuhan diantara klien-klien mereka dengan menunjukan keberadaan gagasan-gagasan baru yang diinginkan. Pengetahuan keberadaan inovasi ini dapat menciptakan motivasi untuk pengambilannya. Jenis-Jenis pengetahuan mengenai Inovasi, inovasi terdiri dari jenis-jenis pengetahuan yang berbeda.
Pengaruh Interaktivitas Konten Terhadap Respon Audiens (Studi Live Streaming Marapthon By YB) Salfhaoctha Friemay Aliefia Poetry; Rafi'i Rafi'i; Radyta A. Burhanuddin; Nadiya Fitriyani; Chairunnisa Chairunnisa; Salsabila Firdauza
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): April : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jushpen.v5i1.2471

Abstract

This research examines the influence of content interactivity on audience responses in the Marapthon by YB live streaming event on YouTube. The study aims to analyze how interactive elements such as live comments, virtual gifts, likes, and Q&A sessions affect the cognitive, affective, and behavioral responses of audiences. Using a quantitative explanatory survey method with 100 respondents selected through random sampling, data were collected via online questionnaires distributed to active viewers of YB’s YouTube channel. The analysis is grounded in the Stimulus Response model and the Uses and Gratifications Theory, which emphasize audience activeness in digital media interactions. The findings indicate that content interactivity has a significant and positive effect on audience response. Among the dimensions of interactivity, real-time comments and virtual gifts have the most dominant influence in stimulating emotional involvement and active participation. This study concludes that interactivity not only strengthens audience engagement but also creates a sense of social presence and collective experience in live streaming environments. The results contribute theoretically to digital communication studies and provide practical insights for content creators and streaming platforms to enhance interactive communication strategies.
Komunikasi Kebijakan Perlindungan Anak di Ruang Digital: Studi Komparatif antara PP Tunas dan Regulasi Global Novida Irawan; Marwan Albab; Radyta A. Burhanuddin; Salsabila Nurazhara; Cezha Asti Ananta; Rafi Fikri Mahendra; Sahnela Innayah
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jushpen.v5i2.2994

Abstract

The massive development of digital technology expands children's access to information while simultaneously escalating cyber risks such as online exploitation and cyberbullying. This study aims to analyze the implementation of Government Regulation Number 17 of 2025 concerning Electronic System Governance for Child Protection (PP TUNAS) in the digital space, focusing on the technical challenges of age verification and the strengthening of digital literacy. This research employs a descriptive qualitative approach using qualitative content analysis of relevant regulatory documents, methodologically triangulated with secondary questionnaire data from the EVIDENT Institute involving 1,050 urban respondents in DKI Jakarta. The analytical framework is examined through Edwards III's Policy Implementation Theory, which measures four main variables—communication, resources, disposition, and bureaucratic structure—supported by Ayres and Braithwaite's Responsive Regulation Theory. The findings indicate a wide operational gap between normative regulatory texts and the reality of digital platform architecture. First, in the technical resource dimension, the age verification mechanisms of most platforms still rely on vulnerable self-declaration methods, deemed ineffective by 59.3% of respondents. Second, in the communication dimension, a substantial information asymmetry emerges, with 45% of respondents in a state of pseudo-awareness. Third, there is an imbalance between the domestic parental supervision burden and the fragmentation of the educational bureaucracy, reflected in 31.8% of educational institutions that have not facilitated digital literacy socialization for the parent community. This study concludes that strengthening PP TUNAS implementation requires integrating verification systems based on national population data (NIK) and standardizing a national digital citizenship curriculum to close the digital loophole.
Penguatan Citra Merek UMKM Melalui Pendampingan Desain Kemasan Produk Binaan Wiranesia Foundation Radyta A. Burhanuddin; Anastasia Lintang P; Sri Hesti; Laili Fithriyah; Suparyadi; Yanthy Herawaty Purnama; Imam Yuwono
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i2.3094

Abstract

Kemasan produk UMKM binaan Wiranesia Foundation masih menghadapi masalah berupa identitas visual yang lemah, informasi produk yang belum lengkap, dan ketidakkonsistenan desain antarvarian. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai fungsi kemasan sebagai media komunikasi pemasaran serta mengevaluasi pengembangan kemasan berdasarkan daya tarik visual, kejelasan informasi, kesan profesional, konsistensi identitas merek, dan minat beli. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui asesmen awal, Focus Group Discussion, pelatihan desain kemasan, pengembangan purwarupa, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, serta evaluasi persepsi mitra sebelum dan sesudah pendampingan, kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif. Hasil menunjukkan bahwa permasalahan utama mitra meliputi lemahnya identitas visual, ketidaklengkapan informasi produk, dan ketidakkonsistenan desain. Pendampingan menghasilkan purwarupa dengan penataan elemen visual dan informasi yang lebih terstruktur serta meningkatkan pemahaman mitra mengenai fungsi komunikasi kemasan. Respons terhadap daya tarik visual, kejelasan informasi, kesan profesional, dan minat beli cenderung lebih positif setelah pendampingan, meskipun belum didukung pengujian statistik inferensial. Pendekatan ini dapat diterapkan untuk memperkuat identitas merek dan kualitas komunikasi pemasaran UMKM.