Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Student Organisations as Epistemic Spaces for the Cultivation of Critical Awareness: A Study in the Philosophy of Science Moch. Syakroni; Amanat Solikah; Adimas Setiawan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3309

Abstract

This study aimed to understand both conceptually and empirically how student organisations functioned as epistemic spaces in fostering critical consciousness through the lens of the philosophy of science. The focus of the research encompassed three main dimensions: ontology, epistemology, and axiology. The study employed a descriptive qualitative approach, using data collection techniques such as in-depth interviews, activity observations, and documentation conducted at the IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Commissariat of Muhammadiyah University of Surabaya. The findings revealed that, ontologically, the IMM Commissariat existed as a social entity that played an active role in the dynamics of campus and community life. Epistemologically, it served as a dialectical space for members to acquire and validate knowledge through cadre development, intellectual forums, and service activities. Axiologically, the IMM Commissariat implemented scientific and Islamic values in the form of concrete contributions through socially beneficial activities. This entire process cultivated members who not only thought critically but also possessed social awareness and moral integrity. Thus, the IMM Commissariat proved to be a relevant epistemic space in developing critical consciousness, both within the academic environment and in broader societal contexts.
Pemberdayaan Kader dan Komunitas untuk Pendampingan Pasien Tuberkulosis melalui Pendekatan Video Supervised Therapy Yelvi Levani; Aswin Rosadi; Sabda alam; Nurhidayatullah Romadhon; Adimas Setiawan; Firaz Yazar
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1851

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dengan tantangan utama rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas. Program ini bertujuan memberdayakan kader dan komunitas IKABAYA melalui pendampingan berbasis Video Supervised Therapy (VST) menggunakan aplikasi Tebas TB untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pasien. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui lima tahapan, yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan dan instalasi aplikasi, implementasi pendampingan digital, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kepatuhan minum obat dari 60% menjadi 90%, penurunan angka putus obat, serta efisiensi kerja kader karena mampu memantau lebih banyak pasien tanpa harus melakukan kunjungan rumah setiap hari. Pasien juga melaporkan peningkatan motivasi dan rasa percaya diri karena mendapat dukungan sosial dari keluarga dan komunitas. Pembahasan menekankan pentingnya kombinasi teknologi digital dengan pendampingan psikososial untuk memastikan keberhasilan pengobatan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendampingan berbasis VST mampu meningkatkan kepatuhan pasien, memperkuat peran kader, dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih mendukung kesembuhan, sehingga berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan kasus TBC yang tinggi.